
Sebuah rumah milik warga di Dusun Papandayan, RT 07 RW 02, Desa Raksabaya, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, dilaporkan ambruk pada Sabtu (1/11/2025) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Diduga, bangunan tersebut roboh akibat tak mampu menahan beban setelah diguyur hujan deras yang terjadi sepanjang hari sebelumnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Dua orang penghuni rumah, yakni Eri dan keluarganya, berhasil menyelamatkan diri sebelum seluruh bagian rumah runtuh.
“Kondisi rumah korban memang sudah banyak bagian yang lapuk dan tidak layak huni,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, ST., M.Si., saat dikonfirmasi pada Sabtu siang.
Menurut penjelasan Ani, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Cimaragas sejak Jumat sore (31/10/2025) hingga malam hari.
Curah hujan yang cukup ekstrem membuat struktur bangunan rumah Eri semakin melemah.
Meski cuaca tampak cerah pada Sabtu pagi, bangunan tersebut tiba-tiba ambruk saat kondisi tanah dan material bangunan masih lembap akibat hujan semalam.
Begitu menerima laporan, tim BPBD Ciamis bersama warga, aparat desa, kecamatan, serta Babinsa setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat.
Warga secara gotong royong membantu membersihkan puing-puing rumah yang berserakan.
Selain melakukan pembersihan, tim juga melaksanakan assessment terhadap kerusakan bangunan dan menyalurkan bantuan kedaruratan bagi keluarga korban.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban korban sambil menunggu proses perbaikan tempat tinggal.
“Tim sudah menyalurkan bantuan darurat dan sedang melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan bentuk bantuan lanjutan yang diperlukan,” jelas Ani.
BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.
Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Ciamis memang kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, terutama pada sore hingga malam hari.
Kondisi tersebut kerap disertai angin kencang dan kilatan petir.
Ani meminta warga untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti daerah perbukitan atau di sekitar aliran sungai.
“Cuaca ekstrem seperti ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, antara lain longsor, banjir, pohon tumbang, rumah ambruk, serta angin kencang,” tutur Ani menegaskan.
Pihak BPBD juga mendorong masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas kebencanaan apabila melihat tanda-tanda potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Upaya pencegahan dini diharapkan mampu meminimalkan risiko korban dan kerugian material akibat bencana alam.
Berdasarkan data prakiraan cuaca dari BMKG, Kabupaten Ciamis masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diminta tetap berhati-hati, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau berada di dekat bangunan tua yang berisiko roboh.
Peristiwa di Dusun Papandayan ini menjadi pengingat bahwa kondisi bangunan rumah, terutama yang sudah lapuk atau berusia tua, perlu mendapat perhatian serius.
Pemeriksaan rutin terhadap struktur bangunan serta perawatan dasar dapat menjadi langkah preventif penting untuk mencegah kejadian serupa.
Dengan meningkatnya curah hujan di wilayah Priangan Timur, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kebencanaan menjadi kunci dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.





