
Laskar Singacala resmi menahbiskan diri sebagai Juara Grup B Liga Nusantara musim 2025/2026 usai memetik kemenangan super dramatis pada Jumat (16/1/2026) sore.
Bertanding di bawah guyuran hujan lebat yang mengguyur Stadion Kota Barat, Solo, skuad kebanggaan warga Ciamis ini sukses menumbangkan perlawanan sengit Tribharata Raflesia FC dengan skor tipis 2-1.
Tambahan tiga poin vital pada laga ke-13 fase grup ini membuat perolehan 28 poin mereka memuncak dan tak lagi mungkin terkejar oleh rival terdekat, Persitara Jakarta Utara, yang terpaku di angka 17 poin.
Ringkasan Berita
Kejutan Taktik Laskar Badak Gilo di Babak Pertama
Meskipun turun dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara, langkah awal menuju takhta Juara Grup B Liga Nusantara ternyata tidak berjalan semulus perkiraan.
Sebaliknya, laga yang berlangsung di tengah kondisi cuaca ekstrem ini justru menghadirkan tekanan mental dan fisik yang besar sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Tribharata Raflesia FC, yang populer dengan julukan Laskar Badak Gilo, tampil sangat berani dan tanpa beban.
Mengandalkan skema formasi 3-5-2, racikan strategi pelatih Wolli Indra sukses mendikte tempo permainan dan merepotkan barisan pertahanan lawan secara konsisten.
Puncaknya, tekanan bergelombang tersebut berbuah petaka pada menit ke-41.
Qoyum Dasalude berhasil memecah kebuntuan melalui sundulan terukur setelah memaksimalkan umpan tendangan bebas matang dari Rico Hans.
Bola hasil tandukan Qoyum meluncur deras merobek jala gawang yang dikawal ketat oleh M. Ridho.
Alhasil, paruh pertama harus ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Tribharata. Situasi tertinggal ini tentu saja sempat membuat kubu Ciamis tegang karena harus menunda sejenak perayaan Juara Grup B Liga Nusantara.
Titik Balik Menuju Takhta Juara Grup B Liga Nusantara
Memasuki babak kedua, tim pelatih segera merespons ketertinggalan dengan melakukan penyesuaian taktik secara masif.
Perubahan ritme permainan dan rotasi pemain cerdas di ruang ganti menjadi kunci utama kebangkitan tim di atas lapangan hijau.
Langkah brilian ini terbukti sangat efektif untuk menaikkan intensitas serangan secara drastis.
Koordinasi antarlini yang sempat goyah pada babak pertama, kini terlihat jauh lebih solid, mengalir, dan mengancam jantung pertahanan musuh.
Momen kebangkitan yang dinanti akhirnya meledak pada menit ke-75.
Haikal Khalil Fatta, sang supersub yang baru masuk menggantikan Rahmat Angga pada awal paruh kedua, langsung memberikan kontribusi instan yang mematikan.
Ia dengan sigap menyambar bola muntah di area penalti yang berujung kemelut.
Berawal dari tangkapan tidak sempurna kiper Redi Arika saat berupaya mengantisipasi tembakan keras Surya Wardana, Haikal tanpa ragu menceploskan bola ke gawang yang sudah tidak terkawal.
Papan skor pun berubah imbang 1-1, memantik kembali semangat juang para pemain untuk menyegel status Juara Grup B Liga Nusantara hari itu juga.
Gol Penentu Kapten Tim dan Perayaan Menegangkan
Setelah sukses menyamakan kedudukan, gelombang serangan Laskar Singacala semakin tidak terbendung.
Kepercayaan diri para pemain meningkat tajam, membuat mereka terus mengurung sepertiga akhir pertahanan Tribharata Raflesia FC tanpa henti.
Tidak butuh waktu lama, tepatnya pada krusial menit ke-81, sebuah aksi magis akhirnya tercipta dari kaki sang kapten tim, Ganjar Kurniawan.
Menerima umpan terobosan matang dari Robby Gerson, Ganjar mempertontonkan skill individu kelas atas tepat di dalam kotak penalti lawan.
Ia sukses mengelabui dua bek yang mengawalnya secara ketat sebelum melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kiri dari sudut yang sangat sempit.
Kiper Rendi Andika pun dibuat mati langkah dan tidak berdaya melihat bola melesat menembus gawangnya.
Skor berbalik drastis menjadi 2-1. Meskipun wasit memberikan tambahan waktu empat menit yang sangat menegangkan, keunggulan krusial ini tetap berhasil dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan luar biasa ini sekaligus menjadi stempel resmi yang memastikan mereka sah sebagai Juara Grup B Liga Nusantara.
Fokus Penuh Menuju Fase Gugur Demi Tiket Liga 2
Menanggapi keberhasilan dramatis ini, Asisten Pelatih Dicky Jong tidak dapat menyembunyikan rasa lega dan syukurnya.
Ia menyadari sepenuhnya bahwa pencapaian sebagai Juara Grup B Liga Nusantara adalah akumulasi dari kerja keras berdarah-darah seluruh elemen tim sepanjang musim.
Seusai peluit panjang berbunyi, Dicky Jong dengan penuh haru mengekspresikan rasa syukurnya atas kerja keras tim yang berhasil mengamankan gelar Juara Grup B Liga Nusantara.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lekas puas karena tiket promosi ke Liga 2 masih menuntut mereka melewati rintangan krusial di babak delapan besar dan semifinal.
Untuk menghadapi fase berat tersebut, ia sangat mengharapkan doa serta dukungan tulus dari seluruh masyarakat Tatar Galuh Ciamis.
Lebih lanjut, tim pelatih juga secara terbuka mengakui adanya celah kelemahan di awal laga yang harus segera dievaluasi.
Koordinasi lini belakang yang sempat kedodoran menjadi catatan merah yang segera diperbaiki pada jeda turun minum.
Instruksi yang dijalankan dengan disiplin tinggi oleh para pemain di babak kedua akhirnya mampu mengamankan poin penuh.
Di sisi lain, rotasi pemain seperti memasukkan Restu Setya menggantikan gelandang senior Rian Lasut pada menit ke-85 tidak hanya sekadar mengulur waktu.
Hal ini merupakan bagian dari taktik menjaga kedalaman skuad sekaligus memberikan menit bermain berharga bagi pemain pelapis.
Tantangan di fase berikutnya tentu akan jauh lebih berat dan menguras tenaga.
Catatan kartu kuning serta potensi absennya beberapa pemain inti akibat akumulasi kartu kini menjadi pekerjaan rumah utama bagi tim pelatih.
Kendati demikian, dengan mentalitas tangguh usai mengunci status Juara Grup B Liga Nusantara, Laskar Singacala kini bersiap menatap fase gugur dengan optimisme penuh untuk merebut satu tiket emas promosi ke kompetisi kasta kedua bergengsi di Tanah Air.





