
Sebuah insiden memilukan menimpa Mak Wasirah (86), warga Pamarican, Kabupaten Ciamis, setelah rumahnya diterjang pohon kelapa tumbang tepat saat waktu makan sahur, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 03.45 WIB.
Peristiwa ini terjadi di tengah guyuran hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak dini hari. Beruntung, meski bagian dapur rumah porak-poranda, Mak Wasirah beserta anak dan cucunya dilaporkan selamat dari maut.
Kronologi Kejadian Saat Sahur
Saat kejadian, Mak Wasirah sedang menikmati santap sahur bersama anaknya, Masruri (56), dan cucunya, Ahmad Sigit (31). Suasana tenang tiba-tiba berubah menjadi mencekam ketika suara dentuman keras terdengar dari arah belakang rumah.
Angin kencang menyebabkan sebuah pohon kelapa besar tumbang dan langsung menghantam atap dapur. Material asbes yang menaungi area tersebut hancur berkeping-keping akibat beban berat pohon.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada kejadian tersebut. Penghuni rumah selamat,” ungkap Baehaki Efendi, relawan FK Tagana Ciamis wilayah Pamarican, Minggu (22/2/2026).
Evakuasi dan Gotong Royong Warga
Pasca kejadian pohon kelapa tumbang tersebut, aksi cepat tanggap langsung dilakukan oleh berbagai pihak. Pada Minggu pagi, puluhan orang berkumpul di lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Warga setempat bersama aparat desa, kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bahu-membahu membersihkan puing-puing. Sejumlah organisasi relawan juga tampak di lokasi, di antaranya:
- FK Tagana Ciamis
- RCS dan GSR
- RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia)
- Relawan Karangtaruna
Para relawan fokus menyingkirkan batang pohon yang masih melintang di atas bangunan dan membersihkan sisa-sisa atap yang hancur agar rumah bisa segera diperbaiki secara darurat.
Hingga berita ini diturunkan, kerugian materiil akibat musibah ini masih dalam pendataan pihak terkait, namun dipastikan fungsi dapur rumah korban mengalami kerusakan berat.





