Berita

Pergerakan Tanah di Ciamis Makin Mengkhawatirkan, Anggota DPR RI Desak Evaluasi Saluran Air

Bencana pergerakan tanah di Ciamis kembali memicu kekhawatiran. Anggota Komisi XI DPR RI meninjau lokasi, memberikan bantuan, dan mendesak evaluasi saluran air.

Bencana pergerakan tanah di Ciamis kembali memicu kekhawatiran mendalam setelah satu unit rumah warga dilaporkan ambruk hingga rata dengan tanah.

Merespons situasi darurat ini, Anggota Komisi XI DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X, Agun Gunandjar Sudarsa, langsung turun ke lokasi untuk meninjau dampak kerusakan di Dusun Kelewih, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg.

Tidak hanya memantau kondisi geografis yang kian rentan akibat pergerakan tanah di Ciamis, legislator senior ini juga menyalurkan bantuan dana stimulan senilai Rp 20 juta guna meringankan beban para korban yang terdampak langsung oleh fenomena alam tersebut.

Kronologi dan Respons Cepat di Lokasi Bencana

Peristiwa alam yang mengancam pemukiman warga ini memicu kepedulian dari berbagai pihak sejak awal terjadinya fenomena pergerakan tanah di Ciamis ini.

Di sela-sela peninjauannya, Agun Gunandjar—atau yang akrab disapa Kang Agun—mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal telah berkomitmen untuk segera meninjau lokasi begitu menerima kabar tentang musibah tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua AMPI Ciamis yang dengan sigap langsung turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan sembako bagi warga yang terdampak.

Selain itu, ia memberikan pujian khusus kepada Kepala Desa Saguling atas dedikasinya yang dinilai luar biasa dalam mengayomi warga di tengah masa krisis akibat ancaman pergerakan tanah di Ciamis.

Kinerja kepemimpinan yang responsif seperti ini dinilai sangat langka dan patut dipertahankan demi keselamatan masyarakat.

Lebih lanjut, Kang Agun mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi Kepala Desa Saguling yang dinilai sangat nyata dalam memprioritaskan kepentingan rakyat, meskipun baru menjabat selama satu periode.

Menurutnya, seluruh hidup kepala desa tersebut kini diabdikan untuk masyarakat, sehingga warga akan sangat merugi jika tidak kembali melanjutkan kepemimpinannya pada periode berikutnya.

Baca Juga :  Totalitas Tak Kenal Lelah, Jejak Perjuangan Yana D Putra Membesarkan PAN Ciamis

Solusi Jangka Panjang dan Koordinasi Pemerintah Daerah

Kehadiran tokoh nasional di Dusun Kelewih ini diharapkan mampu memberikan dorongan moril yang kuat bagi masyarakat yang kini diselimuti rasa cemas akibat fenomena pergerakan tanah di Ciamis.

Langkah taktis pun segera diambil dengan menghubungi pemangku kebijakan di tingkat kabupaten agar penanganan pascabencana bisa berjalan lebih masif.

Kang Agun berharap kehadirannya di lokasi bencana dapat memberikan suntikan moral dan semangat bagi warga, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak berjuang sendirian dalam menghadapi masa sulit ini.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kondisi riil di lapangan telah dilaporkan secara langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) serta Bupati Ciamis untuk penanganan lebih lanjut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa karakteristik geografis wilayah Baregbeg yang berada di kawasan perbukitan subur memerlukan perhatian khusus.

Melimpahnya sumber air di area pegunungan, jika tidak dikelola dengan sistem drainase yang baik, justru berpotensi menjadi pemicu utama perluasan dampak bencana pergerakan tanah di Ciamis.

Bahaya Tersembunyi di Balik Karakteristik Aliran Air

Secara teknis, pergeseran lapisan tanah sering kali tidak terlihat di permukaan, melainkan terjadi secara perlahan di dalam struktur bumi.

Aliran air yang tidak terkontrol dan menumpuk di satu titik disinyalir menjadi penyebab utama rapuhnya fondasi tanah hingga memicu pergerakan tanah di Ciamis wilayah Baregbeg ini.

Dalam penjelasannya secara detail, Kang Agun mengingatkan bahwa karakteristik kawasan pegunungan tersebut sangat kaya akan air, sebuah potensi alam yang luar biasa namun menuntut kewaspadaan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa secara alami air akan selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, sehingga masyarakat disarankan untuk tidak mengubah lekuk aliran air alami yang sudah ada.

Baca Juga :  Terbongkar! Jejak Sejarah Galuh dan Asal-Usul Ciamis yang Jarang Diketahui Publik

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menghentikan kebiasaan buruk yang dapat memperparah kondisi lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan ke saluran air.

Ketika saluran air tersumbat, volume air akan meluap dan mempercepat risiko pergerakan tanah di Ciamis.

Kang Agun menguraikan bahwa air yang tidak tertahan akan menyebar tanpa arah dan memicu iritasi tanah. Kondisi ini secara perlahan menggeser lapisan bawah permukaan tanah tanpa disadari oleh warga sekitar.

Ia menegaskan bahwa fenomena yang memicu ancaman pergerakan tanah di Ciamis—khususnya di kawasan Saguling—ini murni terjadi akibat pengikisan struktur tanah oleh air, bukan karena adanya guncangan gempa bumi.

Larangan Membangun Sebelum Evaluasi Total

Sebagai langkah mitigasi preventif, ia menyarankan pihak desa dan dinas terkait untuk segera melakukan audit atau pengecekan menyeluruh terhadap seluruh saluran pembuangan air di sekitar pemukiman.

Jangan sampai ada kebocoran air yang terus-menerus mengikis struktur tanah dari dalam dan memperparah kondisi pergerakan tanah di Ciamis.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan pentingnya memastikan konfigurasi saluran air saat ini agar tidak memicu masalah baru di masa depan.

Ia mengkhawatirkan adanya aliran air tersembunyi yang membentang dan merembes ke dalam tanah, sehingga saat hujan deras turun, air tersebut diam-diam menggerus struktur tanah dari dalam dan berpotensi memperparah bencana pergerakan tanah di Ciamis.

Di akhir peninjauannya, ia memberikan rekomendasi tegas agar warga menahan diri dari segala aktivitas pembangunan infrastruktur fisik di area zona merah tersebut hingga situasi dinyatakan benar-benar aman oleh ahli geologi.

Menutup peninjauannya, Kang Agun dengan tegas mengimbau warga agar tidak terburu-buru melakukan rekonstruksi bangunan sebelum penyebab utama bencana dievaluasi secara pasti.

Ia meminta masyarakat menunda proses pembangunan rumah kembali hingga akar permasalahan dari pergerakan tanah di Ciamis tersebut berhasil diselesaikan secara tuntas demi mencegah risiko berulang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca