Berita

Pemkot Bogor Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Sehat Menuju Swasti Saba Wistara

Advertisements

Pemkot Bogor kembali menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan kota yang sehat dan layak huni.

Komitmen tersebut diperkuat melalui partisipasi dalam verifikasi lanjutan tingkat pusat ajang Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang dilaksanakan secara hybrid dari Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (5/8/2025).

Verifikasi lanjutan ini merupakan bagian dari proses penilaian nasional terhadap pencapaian Kota Bogor dalam mewujudkan sembilan tatanan kehidupan kota sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Kota Bogor resmi masuk ke dalam nominasi penilaian nasional dan menargetkan predikat Swasti Saba Wistara, yaitu penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah pusat dalam program Kota Sehat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan bahwa meskipun telah masuk ke dalam nominasi, masih terdapat beberapa catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, Kota Bogor masuk ke nominasi tingkat nasional. Dari total 136 indikator penilaian, terdapat sekitar 20 indikator yang masih perlu dilengkapi atau diperbaiki, khususnya dalam aspek regulasi dan kelengkapan dokumen,” terang Denny.

Baca Juga :  Awal Tahun 2024, Bupati Ciamis Lantik 89 Pejabat Baru

Menurutnya, perbaikan tersebut akan difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, dan penanggulangan bencana.

Ia optimistis kekurangan yang ada dapat segera ditangani dalam waktu dua kali 24 jam agar Kota Bogor dapat memenuhi seluruh indikator dengan maksimal.

“Target kita adalah yang tertinggi, yaitu Swasti Saba Wistara. Mudah-mudahan dengan kerja keras semua pihak, kita bisa mendapatkan hasil yang optimal,” tambahnya.

Salah satu elemen penting dalam pencapaian ini adalah keterlibatan Forum Kota Sehat Kota Bogor.

Ketua forum, Deni Mulyana, menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir pihaknya telah aktif menyosialisasikan konsep kota sehat ke seluruh kelurahan di Kota Bogor.

Advertisements

“Kami tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Salah satunya melalui inisiatif RW siaga untuk pemberantasan penyakit seperti DBD,” jelas Deni.

Ia menambahkan bahwa Forum Kota Sehat juga berperan dalam membantu mengevaluasi kekurangan indikator dari penilaian sebelumnya agar dapat diperbaiki sebelum penilaian akhir.

Baca Juga :  Dua Laga Hari Kedua Tut Wuri Handayani Cup Berakhir Imbang, Persaingan Semakin Ketat

Langkah ini memperlihatkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencapai standar kota sehat secara menyeluruh.

Setelah proses verifikasi lanjutan ini, tim penilai dari pemerintah pusat dijadwalkan melakukan rapat pleno untuk menentukan hasil sementara.

Kemudian, verifikasi lapangan akan dilakukan ke sejumlah lokus prioritas di Kota Bogor pada akhir Agustus hingga awal September 2025.

Deni menegaskan bahwa penilaian akhir akan menitikberatkan pada kesesuaian antara dokumen administrasi dengan kondisi faktual di lapangan.

Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dan kesigapan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberhasilan dalam mencapai target Wistara.

Swasti Saba Wistara bukan hanya sekadar simbol prestasi administratif.

Lebih dari itu, penghargaan ini merupakan pengakuan nasional terhadap upaya sistematis pemerintah daerah dalam membangun tatanan kota yang sehat, aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaboratif, Pemerintah Kota Bogor menegaskan bahwa penghargaan tersebut adalah wujud nyata dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh warga.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker