
Saat pertama kali diluncurkan, Huawei Mate X2 mencetak standar baru bagi industri ponsel lipat dengan desain inward folding yang hampir tanpa celah.
Di tahun 2026, meskipun Huawei telah merilis suksesor yang lebih tipis seperti Mate X5 dan seri Mate X6 terbaru, Mate X2 tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi para antusias teknologi dan kolektor gadget premium.
Ponsel ini adalah saksi bisu kejayaan kolaborasi Huawei dengan Leica sebelum akhirnya berakhir.
Dengan chipset Kirin 9000 yang masih cukup tangguh untuk kebutuhan harian, banyak yang bertanya: apakah Huawei Mate X2 masih layak dibeli di pasar barang bekas (second) tahun ini?
Artikel ini akan mengulas kondisi harga pasar terkini, performa HarmonyOS di perangkat lama, serta perbandingannya dengan teknologi layar lipat masa kini.
Update Harga Huawei Mate X2 (Februari 2026)
Huawei Mate X2 sudah tidak lagi diproduksi secara massal, sehingga stok unit baru (Brand New in Box) hampir mustahil ditemukan di distributor resmi Indonesia.
Harga saat ini sangat bergantung pada kondisi fisik dan kesehatan engsel.
- Harga Bekas (Second) Internasional: Berkisar antara Rp12.000.000 hingga Rp15.500.000 tergantung varian memori (256GB/512GB).
- Harga Kolektor (Kondisi Mulus/Lengkap): Bisa mencapai Rp18.000.000+ terutama untuk edisi terbatas seperti Collector’s Edition dengan kaca belakang yang lebih kuat.
Harga ini menunjukkan penurunan drastis dari harga rilis awal yang mencapai angka Rp40 jutaan, menjadikannya opsi menarik bagi mereka yang ingin merasakan sensasi ponsel lipat premium tanpa harus membayar harga flagship terbaru.
Spesifikasi yang Masih “Berbicara” di Tahun 2026
Walaupun sudah berusia beberapa tahun, spesifikasi Huawei Mate X2 masih mampu bersaing di kelas menengah atas:
- Chipset Kirin 9000 5G: Chipset 5nm ini masih sangat efisien dan mampu menjalankan aplikasi berat dengan suhu yang relatif terjaga.
- Sistem Kamera Leica: Mengusung Ultra Vision Leica Quad Camera dengan sensor utama 50MP. Kemampuan zoom optik 10x pada perangkat ini masih lebih baik dibandingkan banyak ponsel lipat modern tahun 2025-2026 yang sering memangkas fitur kamera demi ketipisan.
- Layar Ganda Tanpa Bezel: Layar eksternal 6,45 inci dan layar internal 8 inci dengan refresh rate 90Hz memberikan pengalaman visual yang luas dan imersif.
Status Software: Hidup Baru Bersama HarmonyOS
Salah satu alasan mengapa Mate X2 tetap relevan adalah dukungan HarmonyOS.
Per Februari 2026, perangkat ini telah mendapatkan pembaruan ke versi terbaru yang lebih terintegrasi dengan ekosistem perangkat pintar Huawei lainnya.
Meskipun tanpa Google Mobile Services (GMS) secara bawaan, penggunaan AppGallery dan solusi third-party kini jauh lebih stabil dan mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Sebelum Anda berburu Huawei Mate X2, perhatikan beberapa hal berikut:
- Bobot dan Ketebalan: Dibandingkan dengan ponsel lipat tahun 2026 yang beratnya sudah di bawah 230 gram, Mate X2 terasa cukup berat (295 gram).
- Suku Cadang: Biaya perbaikan layar lipat Huawei Mate X2 sangat mahal. Jika terjadi kerusakan pada panel internal, biaya servisnya bisa menyamai harga unit bekasnya.
- Ketiadaan GMS: Bagi pengguna yang sangat bergantung pada aplikasi Google (seperti Android Auto atau integrasi G-Drive yang mendalam), ponsel ini tetap memerlukan adaptasi ekstra.
Layakkah Dibeli Sekarang?
Huawei Mate X2 di tahun 2026 adalah pilihan tepat bagi Anda yang mencari ponsel dengan kualitas bangunan (build quality) luar biasa dan kemampuan kamera periskop yang jarang ada di ponsel lipat.
Namun, untuk penggunaan produktivitas super sibuk, beralih ke model yang lebih baru seperti Mate X5 mungkin lebih disarankan karena faktor berat dan ketersediaan garansi.





