Berita

Eksekusi Asta Cita Presiden, 3 Desa di Ciamis Ini Jadi Pelopor Pembangunan Berbasis Data 2026

Tiga desa di Kabupaten Ciamis resmi dicanangkan sebagai pelopor pembangunan berbasis data pada peluncuran program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), Rabu (8/4/2026).

Penetapan Desa Medanglayang, Sirnabaya, dan Jalatrang ini merupakan tindak lanjut langsung dari Asta Cita Presiden ke-6 untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dari bawah.

Kepala BPS Ciamis, Ahmad Lukman, menyatakan langkah ini krusial untuk mempercepat agenda pemberantasan kemiskinan di akar rumput.

Bertempat di Aula Kantor BPS Ciamis, acara peluncuran ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi.

Sinergi lintas sektoral terlihat begitu jelas dengan hadirnya Kepala Dinas Kominfo, DPMD, Keluarga Berencana, Bapperida, hingga Rektor Universitas Galuh.

Momentum ini menegaskan bahwa komitmen pengentasan kemiskinan mutlak memerlukan kolaborasi dan informasi yang valid sebagai fondasi utama.

Arah Pembangunan Berbasis Data untuk Tekan Angka Kemiskinan

Mengacu pada visi Asta Cita poin keenam, pemerintah pusat menitikberatkan fokus pada kebangkitan ekonomi dari wilayah pinggiran dan pedesaan.

Untuk merealisasikan hal tersebut di tingkat daerah, inovasi Desa Cantik menjadi jembatan strategis.

Melalui program pembinaan ini, penerapan pembangunan berbasis data bukan lagi sekadar wacana elitis di perkotaan, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat desa.

Kepala BPS Ciamis, Ahmad Lukman, memaparkan bahwa pemerataan kesejahteraan sangat bergantung pada akurasi informasi sektoral pemerintahan.

Kebijakan sosial yang tidak ditopang oleh pendataan warga miskin yang presisi justru berpotensi besar menjadi salah sasaran.

Oleh karena itu, penguatan literasi statistik menjadi syarat wajib agar program bantuan maupun pemberdayaan tepat guna.

Baca Juga :  Satpol PP Ciamis Komit Perangi Rokok Ilegal

Di hadapan para undangan, Ahmad Lukman menegaskan bahwa pembinaan Desa Cantik merupakan wujud nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden ke-6.

Langkah strategis ini secara spesifik menargetkan pemerataan ekonomi sekaligus memberantas kemiskinan yang dimulai langsung dari akar rumput.

Tiga Desa Pelopor Eksekusi Asta Cita di Ciamis

Pada tahun 2026 ini, amanah besar sebagai etalase pembangunan berbasis data diberikan kepada tiga wilayah potensial.

Ketiga wilayah tersebut meliputi Desa Medanglayang di wilayah Kecamatan Panumbangan, Desa Sirnabaya di Kecamatan Rajadesa, dan Desa Jalatrang yang berlokasi di Kecamatan Cipaku.

Terpilihnya ketiga wilayah ini tentu telah melalui proses pendampingan yang berkesinambungan.

Penandatanganan komitmen oleh ketiga desa ini menjadi tonggak sejarah baru dalam administrasi pemerintahan desa di Tatar Galuh.

Mereka kini memikul tanggung jawab percontohan tentang bagaimana angka dan fakta lapangan diolah menjadi instrumen pengambilan keputusan.

Lebih lanjut, pencapaian ketiganya kelak akan menjadi rujukan operasional bagi ratusan desa lainnya di Kabupaten Ciamis.

Lukman menjelaskan bahwa penetapan ketiga desa ini merupakan sebuah estafet keberlanjutan misi dari BPS.

Mereka meneruskan jejak kesuksesan desa-desa yang telah rutin dibina sejak tahun 2021 silam.

Kini, ketiga wilayah tersebut tengah dipersiapkan untuk mengukir sejarah sebagai percontohan tata kelola administrasi yang murni berbasis bukti nyata.

Arahan Sekda Ciamis: Data Valid Adalah Kunci Kemandirian

Sejalan dengan semangat Asta Cita nasional, Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyoroti urgensi perubahan mindset aparatur pemerintahan desa.

Ia menegaskan bahwa di era modern, informasi kuantitatif telah bergeser posisinya dari sekadar laporan administratif tahunan menjadi kebutuhan dasar perencanaan.

“Desa sebagai ujung tombak pembangunan harus mampu menghadirkan informasi yang akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Andang dengan penuh penekanan kepada para kepala desa.

Baca Juga :  Mohamad Ijudin Dorong Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Lokal dan Keberlanjutan Lingkungan

Menurut Sekda, esensi sejati dari pembangunan berbasis data adalah terwujudnya kemandirian desa itu sendiri.

Desa yang mandiri mampu memetakan potensi alamnya, menganalisis tantangan sosialnya, dan merumuskan solusi tanpa harus menunggu instruksi dari atas.

Kemampuan adaptif inilah yang dinilai sangat esensial dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi wilayah pedesaan.

Andang juga mengingatkan agar pengumpulan profil warga tidak lagi dipandang sebagai beban pekerjaan yang merepotkan.

Sebaliknya, hasil rekapitulasi tersebut harus dilihat sebagai alat strategis untuk memperjuangkan porsi alokasi anggaran secara proporsional.

Dengan bukti riil, dana desa dapat dialokasikan pada pos-pos yang paling berdampak bagi kemakmuran warga.

Agenda Transformasi BPS Ciamis Menuju Juli 2026

Untuk memastikan pembangunan berbasis data berjalan optimal dan tidak hanya berhenti pada selebrasi peluncuran, BPS Kabupaten Ciamis telah menyiapkan peta jalan yang terukur.

Pelaksanaan pembinaan Desa Cantik ini dijadwalkan berlangsung secara intensif mulai dari bulan April hingga Juli 2026 mendatang.

Selama periode empat bulan tersebut, aparatur dari tiga desa pelopor akan digembleng dengan berbagai pembekalan komprehensif.

Materi yang disiapkan mencakup teknik pengelolaan data sektoral, penguatan literasi statistik bagi perangkat desa, hingga praktik pemanfaatan teknologi informasi.

Transformasi digital ini dirancang untuk menciptakan bank informasi terintegrasi milik desa.

Pada akhirnya, perbaikan tata kelola yang sistematis ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen statistik yang andal di akar rumput.

Dengan tata laksana yang transparan dan akuntabel, cita-cita pemerintah daerah untuk mewujudkan kemajuan yang selaras dengan misi Asta Cita niscaya akan terealisasi.

Kebijakan yang membumi, lahir dari desa, dan dirancang murni demi kesejahteraan masyarakat luas.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca