Berita

Tinggalkan Kebiasaan Lama, Sekda Ciamis Tantang Aparatur Tingkatkan Literasi Statistik Desa di Era Digital

Pemerintah Kabupaten Ciamis menantang seluruh aparatur desa untuk segera beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital.

Langkah strategis ini diwujudkan secara nyata melalui penguatan literasi statistik desa.

Tantangan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman Triyadi, dalam acara pembukaan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Aula Kantor BPS Ciamis, Rabu (8/4/2026).

Kemampuan mengolah informasi kini dinilai sangat krusial guna menciptakan pemerintahan desa yang mandiri, inovatif, dan tentunya tidak tertinggal oleh derasnya arus digitalisasi.

Selama ini, pengelolaan informasi di tingkat desa kerap kali dipandang sebelah mata dan terjebak pada rutinitas administratif semata.

Padahal, di era modern seperti sekarang, kebiasaan lama berupa pencatatan manual yang lambat dan rawan ketidakakuratan sudah seharusnya ditinggalkan.

Sekda Ciamis menegaskan bahwa pemahaman akan angka dan data bukan lagi ranah eksklusif pemerintah kabupaten atau pusat.

Oleh karena itu, penguasaan teknologi informasi di tingkat akar rumput kini menjadi prioritas utama.

Mengapa Literasi Statistik Desa Menjadi Syarat Mutlak Kemandirian?

Andang Firman Triyadi menjelaskan bahwa kemandirian suatu desa tidak hanya diukur dari besarnya dana desa yang mereka kelola setiap tahunnya.

Kemandirian sejati justru terlihat dari kemampuan perangkat desa dalam menentukan arah pembangunan wilayahnya secara berdikari.

Hal prestisius ini tentu hanya bisa tercapai apabila mereka memiliki landasan kebijakan yang berbasis pada bukti empiris yang kuat.

“Desa sebagai ujung tombak pembangunan harus mampu menghadirkan data yang akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Andang dengan penuh penekanan di hadapan para kepala desa.

Baca Juga :  Bupati Herdiat Ajak Pemuda Ciamis Jadi Motor Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, ia mengajak aparatur untuk memandang pemahaman informasi sebagai instrumen yang sangat strategis.

Penguasaan literasi statistik desa terbukti sangat berharga untuk memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi akar permasalahan sosial, sekaligus merancang program pengentasan kemiskinan yang benar-benar tepat sasaran.

Tanpa pemahaman digital yang mumpuni, desa akan kesulitan memperjuangkan porsi anggarannya sendiri.

Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Digital Ciamis

Upaya peningkatan kualitas SDM pedesaan tentu tidak bisa berjalan sendirian dan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Dalam peluncuran program Desa Cantik tersebut, komitmen kolaborasi lintas sektoral terlihat sangat jelas.

Jajaran pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis turut hadir memberikan dukungan penuh.

Kepala BPS Ciamis hadir mendampingi Sekda, bersama dengan Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas DPMD, Kepala Dinas Keluarga Berencana, dan Kepala Bapperida.

Selain unsur pemerintahan daerah, kalangan akademisi juga dilibatkan secara aktif.

Kehadiran Rektor Universitas Galuh beserta para camat di wilayah terkait menjadi bukti nyata bahwa ekosistem digitalisasi pedesaan sedang dibangun secara terstruktur dan terintegrasi.

Keterlibatan berbagai instansi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus informasi birokrasi dari desa menuju tatanan kabupaten.

Melalui sinergi yang erat, setiap kendala teknis terkait infrastruktur jaringan maupun pemanfaatan piranti lunak di lapangan dapat dicarikan solusi secara tanggap.

Tiga Desa Pelopor Penguatan Literasi Statistik Desa 2026

Sebagai langkah nyata implementasi literasi statistik desa pada tahun ini, Badan Pusat Statistik dan Pemkab Ciamis resmi menunjuk tiga wilayah percontohan.

Ketiga wilayah yang mendapat mandat khusus tersebut adalah Desa Medanglayang di Kecamatan Panumbangan, Desa Sirnabaya di Kecamatan Rajadesa, dan Desa Jalatrang di Kecamatan Cipaku.

Baca Juga :  Walhi Jabar Akan Gelar Peringatan Hari Citarum

Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Lukman, menyatakan bahwa langkah pembinaan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden poin keenam.

Fokus utamanya adalah membangun kekuatan ekonomi dari desa. Terkait pemilihan wilayah percontohan, Lukman menjelaskan bahwa inisiatif pembinaan ini sangat berkesinambungan.

Ketiga desa tersebut akan meneruskan jejak kesuksesan desa-desa percontohan yang telah rutin dibina oleh BPS sejak tahun 2021 silam.

Kini, wilayah-wilayah terpilih itu tengah dipersiapkan secara matang untuk mengukir sejarah sebagai pusat tata kelola administrasi modern masa depan.

Agenda Transformasi Teknologi BPS April – Juli

Guna menjamin keberhasilan target adaptasi teknologi tersebut, BPS Ciamis telah merumuskan rancangan agenda yang sistematis.

Proses transformasi literasi statistik desa ini akan dieksekusi secara intensif mulai dari bulan April hingga puncaknya pada bulan Juli tahun 2026.

Selama periode empat bulan tersebut, aparatur dari ketiga desa pelopor akan menerima serangkaian pembekalan komprehensif.

Materi yang disiapkan tidak sekadar teori, melainkan bimbingan teknis langsung mengenai tata cara pengelolaan data sektoral.

Selain itu, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk menyusun basis data desa yang terintegrasi menjadi sorotan utama.

Sebagai penutup, penguatan literasi statistik desa diharapkan dapat melahirkan agen-agen informasi yang cerdas dan melek teknologi di akar rumput.

Dengan tata kelola yang profesional, perangkat desa di Ciamis akan jauh lebih percaya diri dalam merumuskan kebijakan.

Inilah saatnya aparat desa bergerak maju, meninggalkan cara-cara usang, dan menyambut era kemandirian digital yang sesungguhnya.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca