Berita

Pelatihan Kepemimpinan Administrator Ciamis 2026 Tetap Digelar meski APBD Minim, Ini Rahasianya!

Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk mencetak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas.

Di tengah anggaran yang minimalis, Pelatihan Kepemimpinan Administrator Ciamis Angkatan I Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (6/4/2026) sebagai investasi jangka panjang daerah untuk tata kelola pemerintahan yang efektif.

Kegiatan strategis ini diselenggarakan secara terpusat di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, hadir secara langsung untuk membuka acara tersebut, mewakili Bupati Ciamis yang tengah menjalankan agenda kedinasan di Jakarta.

Kehadiran jajaran petinggi, termasuk perwakilan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Budi Hermawan, beserta para kepala perangkat daerah, menunjukkan betapa krusialnya agenda ini bagi roda pemerintahan di Ciamis.

Alasan Strategis di Balik Pelatihan Kepemimpinan Administrator Ciamis

Keputusan Pemkab Ciamis untuk tetap mengalokasikan dana bagi pengembangan kompetensi ASN di tengah ketatnya ruang fiskal daerah mengundang perhatian positif.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen kuat bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) birokrasi adalah pondasi yang tidak bisa ditawar.

Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Ciamis menegaskan bahwa pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Ciamis bukanlah sekadar pemenuhan kewajiban formalitas.

Kegiatan ini merupakan strategi adaptasi pemerintah daerah dalam menghadapi situasi global dan lokal yang berubah dengan sangat cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Toko, Mitraku Lokasana Usung Konsep Tumbuh Bersama Pelanggan

“Walaupun dengan APBD yang minimalis, pelatihan ini tetap dilaksanakan karena saudara-saudara adalah ASN terpilih yang memiliki peran penting dalam organisasi,” tegas Sekda di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, ia menganalogikan posisi pejabat administrator sebagai sebuah jembatan vital dalam struktur birokrasi pemerintahan.

Administrator bertugas menghubungkan visi dan kebijakan strategis pimpinan daerah dengan implementasi teknis di lapangan.

Jika “jembatan” ini memiliki kompetensi yang rapuh, maka sebaik apa pun kebijakan yang dirumuskan, tidak akan berdampak optimal bagi masyarakat.

Oleh karena itu, melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator Ciamis ini, para ASN dituntut untuk tidak hanya cakap secara administratif.

Tetapi juga memiliki inovasi, kompetensi manajerial, kecerdasan teknis, serta kepekaan sosial kultural yang tinggi sebagai pelayan publik sejati.

Cetak Sejarah: Pelaksanaan Mandiri Perdana di Kabupaten Ciamis

Hal yang membuat agenda tahun 2026 ini terasa sangat istimewa adalah kemandirian pelaksanaannya.

Berdasarkan laporan Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si., pelaksanaan PKA kali ini menjadi momen bersejarah karena merupakan yang pertama kali diselenggarakan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Meskipun dieksekusi secara mandiri, kualitas pelatihan tetap terjaga ketat berkat adanya supervisi dan penjaminan mutu secara langsung dari BPSDM Provinsi Jawa Barat.

Sebanyak 30 peserta yang merupakan ASN terpilih dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut ambil bagian dalam program intensif ini.

Rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Administrator Ciamis ini dirancang dengan kurikulum yang komprehensif.

Berlangsung sejak 25 Maret dan dijadwalkan berakhir pada 6 Agustus 2026, para peserta akan digembleng melalui metode pembelajaran campuran.

Baca Juga :  7 Fakta Menakjubkan tentang Cagar Alam Pangandaran yang Wajib Kamu Ketahui!

Mereka harus melewati tahapan pembelajaran klasikal di kelas, penugasan mandiri, hingga fase krusial berupa aktualisasi program langsung di tempat kerja masing-masing.

Pendekatan metode ini diharapkan mampu menghasilkan output pemimpin birokrasi yang bukan sekadar pandai berteori, melainkan teruji dalam menyelesaikan akar permasalahan real di instansi mereka bernaung.

Inti kepemimpinan, sebagaimana ditekankan oleh Sekda, adalah seni menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan SDM yang ada secara paling optimal.

Menjawab Tantangan Era Digital dan Transformasi Pelayanan Publik

Di sisi lain, apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Budi Hermawan, yang mewakili Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat, menyoroti sinergi luar biasa yang terjalin antara provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan acara ini.

Menurut Budi, urgensi penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Ciamis saat ini sangat sejalan dengan tantangan zaman.

Ia mengingatkan bahwa ASN masa kini dihadapkan pada disrupsi teknologi dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan pemerintah.

“Tantangan utama ke depan meliputi integritas, transformasi digital, dan dinamika ekonomi. ASN harus mampu menjadi motor penggerak perubahan,” jelas Budi Hermawan memberikan pandangannya.

Melalui sinergi lintas sektoral dan pembekalan materi yang relevan, para peserta diharapkan mampu bertransformasi menjadi pemimpin yang adaptif dan akuntabel.

Pada akhirnya, keberhasilan dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator Ciamis ini tidak akan diukur dari selembar sertifikat kelulusan.

Melainkan dari seberapa besar kontribusi nyata dan inovasi yang bisa mereka lahirkan untuk mendongkrak kualitas pelayanan publik di tatar Galuh Ciamis.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca