
Bupati Ciamis sekaligus CEO PSGC, H. Herdiat Sunarya, akhirnya angkat bicara untuk meredam spekulasi yang terlanjur liar di berbagai lini masa media sosial.
Pada Kamis (18/6/2026), ia memberikan klarifikasi tegas bahwa Status Kolaborasi Persib dan PSGC saat ini sejatinya masih berada dalam tahap proses penjajakan awal.
Pernyataan krusial ini disampaikan langsung oleh Herdiat di sela-sela kepadatan jadwalnya menghadiri kegiatan aksi kemanusiaan donor darah bertajuk “Doervoer Peduli Talasemia”.
Acara yang sarat makna kepedulian tersebut berlangsung meriah di Balairung Timur Pendopo Gedung Negara Ciamis dan dihadiri oleh para awak media.
Aksi sosial ini sendiri dihadiri oleh ratusan relawan dan tokoh masyarakat setempat yang sangat antusias mendonorkan darahnya.
Kehadiran figur nomor satu di Ciamis tersebut tak ayal langsung menjadi magnet dan pusat perhatian para jurnalis yang tengah meliput di lapangan.
Ringkasan Berita
Klarifikasi Resmi Herdiat Soal Status Kolaborasi Persib dan PSGC
Dalam beberapa hari terakhir, ruang publik dan forum diskusi suporter dipenuhi dengan perbincangan hangat terkait masa depan tim kebanggaan warga Tatar Galuh.
Banyak oknum pendukung yang mengira bahwa Status Kolaborasi Persib dan PSGC sudah rampung seratus persen dan tinggal menunggu rilis seremonial.
Rumor panas tersebut semakin menguat seiring dengan tingginya intensitas persiapan PSGC Ciamis yang akan segera berlaga di kasta kedua sepak bola nasional.
Namun, Herdiat Sunarya buru-buru mengingatkan semua pihak agar tetap menahan diri dan bersikap lebih objektif dalam melihat perkembangan situasi.
“Semuanya masih dalam proses, jadi belum final,” ujar CEO PSGC tersebut dengan nada tenang namun tegas di hadapan wartawan.
Penegasan singkat ini otomatis menjadi jawaban pasti atas simpang siurnya informasi mengenai Status Kolaborasi Persib dan PSGC di berbagai platform daring.
Oleh karena itu, publik diimbau dengan sangat untuk bersabar dan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi jajaran manajemen untuk bekerja secara profesional.
Menyikapi Status Kolaborasi Persib dan PSGC yang belum final ini, langkah paling elegan bagi barisan suporter adalah terus memberikan doa serta dukungan moral yang positif.
Tahapan Penting Penentu Status Kolaborasi Persib dan PSGC
Meskipun belum ada ikatan hukum secara resmi, sinyal positif dan itikad baik dari kedua belah pihak tetap terlihat sangat kuat jelang bergulirnya kompetisi.
Sebagai kelanjutan dari proses negosiasi ini, manajemen tim Maung Bandung dijadwalkan akan segera melakukan kunjungan strategis ke Kabupaten Ciamis.
Rencananya, kedatangan delegasi khusus dari Kota Kembang pada minggu depan ini akan berfokus penuh pada inspeksi infrastruktur fisik dan fasilitas penunjang.
Hasil dari tinjauan lapangan tersebut nantinya akan menjadi salah satu indikator utama penentu Status Kolaborasi Persib dan PSGC secara komprehensif.
Selain mengecek kelayakan kualitas rumput dan keamanan tribun penonton di Stadion Galuh, tim survei juga membawa misi penting lainnya dari pelatih kepala.
Mereka ingin mengukur secara langsung seberapa masif animo serta militansi dukungan masyarakat lokal terhadap klub berjuluk Laskar Galuh tersebut.
Faktor fanatisme penonton nyatanya dinilai sangat vital oleh manajemen sang juara hattrick Liga 1 tersebut dalam menimbang persentase nilai investasi.
Semakin nyata dan besar dukungan masyarakat, maka diyakini akan semakin memperjelas Status Kolaborasi Persib dan PSGC sebelum jendela transfer ditutup.
Terlebih lagi, kompetisi akbar Championship Liga 2 Pegadaian rencananya akan mulai menggelar laga perdananya pada bulan September 2026 mendatang.
Waktu persiapan yang tersisa dirasa semakin mepet bagi PSGC yang harus segera mematangkan kerangka skuat demi menyambut musim debutnya pasca-promosi.
Jangan Terlalu Euforia, Mari Kawal Sinergi Ini
Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi tim sekelas PSGC Ciamis untuk berjuang keras keluar dari ketatnya persaingan amatir di Liga 3.
Jatuh bangun perjuangan historis tersebut membuat suporter wajar jika sangat mendambakan kembalinya kejayaan Laskar Galuh di kancah nasional lewat jalan pintas sinergi klub.
Kendati demikian, menyikapi Status Kolaborasi Persib dan PSGC dengan kepala dingin jauh lebih bijaksana agar tidak timbul kekecewaan mendalam di kemudian hari.
Kerja sama antar-klub sepak bola profesional tentunya melibatkan regulasi dan klausul yang sangat rumit, mulai dari hak komersial hingga detail teknis peminjaman pemain.
Tim penilai gabungan dipastikan akan bekerja secara cermat dan objektif dalam melakukan pemeringkatan standar kualitas operasional di lapangan.
Apabila seluruh aspek dianggap telah memenuhi standar, barulah draf nota kesepahaman yang mengikat akan dirumuskan bersama.
Para pendukung militan seperti komunitas Balad Galuh diimbau untuk terus menggemakan semangat sportivitas tinggi dan menjaga nama baik daerah.
Komentar-komentar konstruktif di platform digital akan menjadi nilai tambah tersendiri dalam menjaga keharmonisan selama masa penjajakan berlangsung.
Langkah antisipatif dari Bupati Herdiat untuk segera meluruskan informasi ini patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari para insan sepak bola Jawa Barat.
Transparansi informasi satu pintu semacam ini terbukti amat tangguh dan sangat dibutuhkan untuk menangkal hoaks atau disinformasi murahan.
Pada akhirnya, niat mulia persahabatan antara Maung Bandung dan Laskar Galuh diharapkan benar-benar dapat terwujud secara legal demi kemajuan industri sepak bola daerah.
Mari kita nantikan bersama pengumuman resmi dan final mengenai Status Kolaborasi Persib dan PSGC sebelum peluit panjang kompetisi Liga 2 Pegadaian ditiupkan.





