
Sawah padi organik seluas 400 bata atau sekitar 6.300 meter persegi yang digarap melalui Sekolah Lapang LMS-PSRLB (Learning Management System – Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan) di Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, melaksanakan panen perdana, Selasa siang, 20 Januari 2026.
Panen perdana tersebut berlangsung di lahan yang berlokasi tidak jauh dari lapangan sepak bola Desa Cisadap dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh pertanian.
Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi, SSTP, MT, yang juga menjabat sebagai Direktur LMS-PSRLB Ciamis.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis Ape Ruswandana, SP, MSi, Staf Ahli Bupati Ciamis Drs. Budi Slamet Wibowo, MM.
Sesepuh Gaccors (Gabungan Aksi Ciamis Cinta Organik Sejati) Abah Udin Tanjungmulia, serta perangkat desa dan kepala desa setempat.
Hasil panen perdana padi organik yang dikelola dengan metode SRI (System of Rice Intensification) tersebut dinilai sangat menjanjikan.
Berdasarkan perhitungan ubinan, padi varietas mentik susu yang ditanam mampu menghasilkan sekitar 7 ton gabah per hektare.
Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan hasil pengelolaan sebelumnya yang masih menggunakan sistem pertanian konvensional.
“Ketika masih dikelola secara konvensional, hasil panen di lahan ini hanya berkisar 5 ton gabah per hektare,” ungkap H. Kuswara Suwarman, pegiat pertanian organik dari Gaccors.
Melihat potensi hasil yang cukup tinggi tersebut, pengelola Sekolah Lapang LMS-PSRLB berencana memperluas areal demplot pada musim tanam berikutnya (MT 2026).
Luas lahan yang semula 400 bata akan ditingkatkan menjadi sekitar 700 bata atau setara dengan 1 hektare.
Meski demikian, H. Kuswara menilai hasil panen perdana tersebut masih belum sepenuhnya optimal.
Menurutnya, dengan pengelolaan yang lebih baik, produktivitas padi organik SRI di lahan Cisadap masih berpeluang ditingkatkan hingga mencapai 8 ton per hektare.
Beberapa kendala yang masih dihadapi di antaranya adalah belum optimalnya penggunaan kompos dan MOL (mikroorganisme lokal).
Serta, masih ditemukannya gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti hama sundep dan kungkang.
Sementara itu, serangan hama burung pipit dan tikus terpantau tidak terlalu signifikan.
“Hama wereng cokelat dapat dikendalikan melalui penyemprotan insektisida alami yang ramah lingkungan, sekaligus dengan meningkatkan peran musuh alami seperti laba-laba, papatong, dan serangga bermanfaat lainnya,” jelasnya.
Ke depan, perbaikan yang perlu dilakukan meliputi peningkatan kualitas kompos, pengasrokan yang lebih optimal, serta pengaturan pasokan air irigasi agar sesuai dengan kebutuhan tanaman padi metode SRI.
Selain di Desa Cisadap, panen perdana padi organik SRI juga dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di Desa Sirnabaya, Kecamatan Rajadesa.
Panen dilakukan di sawah milik Ustaz Oleh seluas 80 bata dengan varietas padi ngaos. Sehari sebelumnya, panen serupa juga telah dilakukan di sawah milik Engkus seluas 80 bata di desa yang sama.
“Hasil panen padi organik di Sirnabaya Rajadesa ini telah melalui tahapan uji keamanan pangan atau test food,” tambah H. Kuswara.
Rangkaian panen padi organik juga dijadwalkan berlangsung hingga akhir Januari 2026 di Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya.
Sementara itu, di Desa Sindangmukti, Kecamatan Panumbangan, saat ini telah dilakukan penanaman padi SRI seluas 4 hektare yang baru memasuki beberapa minggu masa tanam.
Adapun demplot KDMP di Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, seluas 300 bata dari target 1 hektare, masih menghadapi kendala keterbatasan tenaga kerja penggarap.
Selain itu, diperlukan dukungan alat pertanian berupa traktor untuk mempercepat pengolahan lahan yang telah mengeras akibat akumulasi penggunaan pupuk kimia atau anorganik dalam jangka panjang.
Dalam upaya mewujudkan Ciamis sebagai kabupaten organik, H. Kuswara menjelaskan bahwa Gaccors bersama Alika Center berperan sebagai fasilitator teknis PSRLB.
Keduanya aktif membangun jejaring kebijakan, memberikan pendampingan teknis, serta mendorong percepatan implementasi pertanian sehat dan ramah lingkungan sebagai bagian dari visi dan misi Kabupaten Ciamis menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.





