
MI Andalan menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan berwawasan lingkungan setelah Kementerian Agama RI resmi menggulirkan program Ekoteologi dan Kurikulum Cinta.
Program nasional tersebut disambut antusias pihak sekolah, mengingat nilai-nilai ekologis telah lama menjadi bagian dari praktik pembelajaran mereka.
Kepala MI Andalan, Dra. Hj. Ipah Hamidah, menjelaskan bahwa sejak sekolah berdiri 18 tahun silam, pembelajaran cinta lingkungan sudah menjadi fondasi kurikulum.
Sekolah membangun Micro Forest for Education atau hutan sekolah serta kebun edukasi yang dimanfaatkan sebagai sarana praktik siswa dalam mengenal dan memahami alam secara langsung.
“Sejak awal berdiri, kami memang sudah menerapkan cinta lingkungan. Hutan mini dan kebun sekolah menjadi ruang belajar nyata bagi siswa,” tutur Ipah, Senin (17/11).
Ipah menambahkan bahwa pembiasaan cinta lingkungan dimulai sejak siswa berada di Kelas Mandiri (kelas 1).
Mereka diperkenalkan pada proses lengkap bercocok tanam, mulai dari menyemai bibit, menanam, merawat, hingga memanen sayur-sayuran.
“Setelah memanen, siswa juga mengolah hasil kebunnya menjadi makanan sederhana. Semua dilakukan dengan penuh kegembiraan atau joyfulness,” ujarnya.
Menurut Ipah, pelibatan langsung dalam kegiatan bercocok tanam menjadi strategi penting untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami kegiatan menjaga kelestarian alam secara praktik.
“Ada yang menanam pakcoi, tomat, dan kangkung. Mereka sendiri yang memetik, mengolah, hingga mengonsumsinya. Harapannya, tumbuh rasa syukur dan kesadaran ekologis melalui pengalaman nyata,” jelasnya.
Peluncuran pendekatan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta oleh Kementerian Agama dinilai selaras dengan karakter pembelajaran yang sudah diterapkan MI Andalan.
Ipah menyampaikan apresiasi bahwa nilai cinta terhadap sesama dan alam kini menjadi fokus kurikulum nasional.
“Cinta terhadap sesama dan alam, Alhamdulillah, itu sudah menjadi napas pembelajaran kami,” ungkapnya.
Komitmen lingkungan yang diusung MI Andalan juga telah mendapatkan pengakuan eksternal.
Pada tahun 2019, sekolah ini berhasil meraih predikat Sekolah Berbasis Lingkungan Adiwiyata Tingkat Jawa Barat, menunjukkan konsistensi mereka dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Selain pembelajaran di lingkungan sekolah, MI Andalan memperluas wawasan siswa melalui program kolaboratif.
Pada 2024, sekolah bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis untuk menyelenggarakan kegiatan outing class.
Melalui kunjungan ke berbagai sentra perikanan dan peternakan di wilayah Ciamis, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam.
Dengan penguatan kurikulum hijau serta dukungan terhadap program ekoteologi Kementerian Agama, MI Andalan terus mengupayakan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini.





