
Libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriah membawa berkah luar biasa bagi sektor pariwisata Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Suasana sukacita tidak hanya terasa di jalanan yang ramai oleh para pemudik, tetapi juga di berbagai destinasi wisata yang diserbu oleh ribuan pengunjung.
Berdasarkan data resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, tercatat sebanyak 45.261 wisatawan telah mengunjungi objek-objek wisata unggulan dan alternatif di daerah ini selama periode 29 Maret hingga 7 April 2025.
Angka ini melonjak drastis dibandingkan dengan libur Idul Fitri tahun sebelumnya yang hanya mencatat 10.568 kunjungan.
Libur panjang tersebut dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat, baik warga lokal maupun pemudik yang rindu suasana kampung halaman.
Mereka tidak sekadar bersilaturahmi, namun juga menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya yang ditawarkan berbagai destinasi di Ciamis.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, menuturkan bahwa lonjakan wisatawan ini bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja.
Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan jauh hari sebelum libur dimulai.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penerbitan surat edaran kepada seluruh pengelola destinasi wisata, termasuk yang dikelola pemerintah daerah, swasta, desa wisata, maupun individu.
Surat edaran tersebut tidak hanya berisi imbauan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, tetapi juga menyertakan protokol keselamatan, mitigasi bencana, serta panduan teknis untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para pengunjung.
Budi menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan pengalaman wisatawan tetap positif, aman, dan mengesankan.
Empat destinasi wisata unggulan yang berada langsung di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Ciamis menjadi primadona di musim liburan kali ini.
- Situ Lengkong Panjalu tampil memukau dengan pemandangan alamnya yang memesona dan nilai historis yang kental.
- Astana Gede Kawali menawarkan pengalaman berwisata budaya dengan jejak peninggalan Sunda Kuno yang autentik.
- Situ Wangi menghadirkan ketenangan bagi para pengunjung yang mencari kedamaian di tengah hijaunya alam.
- Situs Bojong Galuh Karangkamulyan menjadi tempat yang sarat makna sejarah, mengajak wisatawan menelusuri perjalanan masa lalu.
Namun, bukan hanya destinasi milik pemerintah yang mengalami peningkatan kunjungan.
Objek wisata milik swasta, desa wisata, hingga tempat-tempat wisata alternatif yang dikelola perseorangan juga turut menikmati berkah serupa.
Ini menandakan bahwa geliat pariwisata Ciamis telah menyebar merata ke berbagai lini.
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama masa liburan, Dinas Pariwisata menurunkan tim monitoring yang bertugas melakukan pengawasan langsung di seluruh destinasi.
Setiap hari, tim ini memastikan bahwa semua protokol dijalankan dengan baik, mulai dari kesiapan fasilitas hingga manajemen keramaian di lapangan.
Budi Kurnia mengungkapkan, beberapa faktor turut memicu lonjakan kunjungan wisata kali ini.
Selain durasi libur yang lebih panjang, tingginya volume arus mudik ke Kabupaten Ciamis juga berperan signifikan.
Tidak kalah penting, kampanye promosi wisata yang digencarkan melalui berbagai platform digital seperti media sosial, siaran radio lokal, hingga iklan di berbagai kanal online berhasil membangkitkan minat masyarakat untuk berkunjung ke destinasi lokal.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang erat. Berbagai OPD seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinkes, serta aparat keamanan dari TNI dan Polri bahu-membahu menjaga kelancaran arus wisatawan serta menjamin keamanan di berbagai titik.
Perusahaan swasta, seperti lembaga asuransi dan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D), juga turut memberikan dukungan yang berarti.
Masyarakat lokal, tak ketinggalan, mengambil peran penting sebagai pelaku usaha, penjaga kebersihan, hingga relawan yang menciptakan suasana ramah dan kondusif di lokasi wisata.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang solid antar instansi dan dukungan penuh dari masyarakat, masa liburan Idul Fitri tahun ini berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keceriaan,” tutup Budi dengan penuh optimisme.





