
Kabupaten Ciamis mencatatkan capaian penting dalam penguatan layanan kesehatan dasar. Pada tahun 2025, seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah tersebut telah menyediakan layanan kesehatan jiwa.
Dengan total 37 unit Puskesmas yang aktif memberikan layanan tersebut, Ciamis resmi mencapai cakupan seratus persen.
Capaian ini dinilai istimewa karena melampaui target nasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Secara nasional, Kemenkes menargetkan baru 50 persen Puskesmas di Indonesia memiliki layanan kesehatan jiwa pada tahun 2025, dan meningkat menjadi 70 persen pada tahun 2026.
Dengan demikian, Kabupaten Ciamis berada satu langkah lebih maju dalam implementasi kebijakan kesehatan jiwa di tingkat pelayanan primer.
Kepala Dinkes Kabupaten Ciamis, dr. Rizali Sofyan, melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, dr. Eni Rochaeni, menyampaikan, keberhasilan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin kompleks.
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 ini seluruh Puskesmas di Kabupaten Ciamis sudah memiliki layanan kesehatan jiwa,” ujar dr. Eni Rochaeni.
Menurutnya, penyediaan layanan kesehatan jiwa di seluruh Puskesmas merupakan bentuk respons konkret terhadap kebijakan pelayanan publik yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Layanan tersebut tidak hanya tersedia secara struktural, tetapi juga telah diimplementasikan melalui berbagai kegiatan nyata di lapangan.
Dinas Kesehatan Ciamis mencatat bahwa seluruh Puskesmas telah aktif melaksanakan sosialisasi dan penanganan kesehatan jiwa di wilayah kerja masing-masing.
Aktivitas tersebut juga dipublikasikan melalui akun Instagram resmi setiap Puskesmas sebagai bagian dari upaya edukasi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Sebanyak 37 Puskesmas di Ciamis telah mengunggah kegiatan sosialisasi dan penanganan kesehatan jiwa melalui media sosial. Ini menjadi sarana efektif untuk menjangkau masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa,” jelas dr. Eni.
Ia menambahkan, keberhasilan pencapaian seratus persen layanan kesehatan jiwa ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat.
Kerja sama antara Puskesmas, pemerintah kelurahan, serta unsur masyarakat menjadi fondasi penting dalam memperluas jangkauan pelayanan, khususnya bagi penyintas gangguan kesehatan jiwa.
Semangat tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas juga menjadi faktor kunci.
Melalui gerakan bertajuk “Milyaran Cinta dari Nakes untuk Negeri”, para tenaga kesehatan didorong untuk terus merespons kebutuhan pelayanan publik dengan pendekatan yang humanis dan berkelanjutan.
Gerakan tersebut berjalan seiring dengan berbagai program prioritas kesehatan lainnya di Kabupaten Ciamis, seperti Zero Stunting, penurunan angka kematian ibu hamil dan bayi, penanganan disabilitas, serta sejumlah program kesehatan strategis lainnya.
Salah satu contoh implementasi layanan kesehatan jiwa terlihat dari unggahan video Puskesmas Ciamis di media sosial.
Dalam video tersebut, Puskesmas berkolaborasi dengan Kelurahan Sindangrasa untuk merespons pengaduan masyarakat terkait penyintas gangguan kesehatan jiwa.
Pendekatan yang dilakukan mengedepankan empati, komunikasi, dan keterlibatan lingkungan sekitar.
Pemanfaatan media digital sebagai sarana sosialisasi dinilai efektif karena mampu menjangkau masyarakat secara luas.
Materi edukasi tidak disampaikan secara kaku, melainkan dikemas dalam bentuk film pendek yang informatif, menyentuh, sekaligus menghibur.
Pendekatan kreatif tersebut membuat pesan tentang pentingnya kesehatan jiwa lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.
Dengan capaian ini, Kabupaten Ciamis tidak hanya berhasil melampaui target nasional, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat dalam membangun layanan kesehatan jiwa yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan di tingkat pelayanan dasar.





