
Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Ciamis kini menghadirkan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Tidak lagi sekadar berfungsi sebagai dokumen identitas resmi untuk anak usia 5 hingga 17 tahun, KIA kini juga dapat digunakan sebagai kartu diskon di berbagai wahana wisata yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Program ini menjadi terobosan baru yang semakin dirasakan manfaatnya oleh para orang tua.
Mereka tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam pengurusan administrasi kependudukan anak, tetapi juga memperoleh keuntungan tambahan berupa potongan harga ketika membawa anak menikmati berbagai fasilitas wisata di Ciamis.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis, Didin Hardisuyaman, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola sektor wisata.
“Ini bentuk kolaborasi Disdukcapil Ciamis dengan pihak swasta, khususnya pengelola wahana wisata di Ciamis,” ujarnya.
Menurut Didin, banyak pengelola wisata yang telah menjalin kerja sama dan bersedia memberikan potongan harga kepada pemilik KIA.
Meski demikian, ia belum dapat menyebutkan satu per satu daftar wahana yang terlibat.
Ia berharap langkah ini dapat semakin mendorong kesadaran orang tua untuk segera mengurus KIA bagi anak-anak mereka.
Selain menawarkan manfaat tambahan, proses pembuatan KIA di Ciamis juga gratis.
Orang tua tidak dipungut biaya apa pun saat mengajukan permohonan.
Bahkan, pengambilan formulir kini dapat dilakukan secara daring melalui layanan Silancar, sehingga mempermudah warga dalam menyiapkan dokumen sebelum datang ke kantor Disdukcapil.
Adapun persyaratan untuk mengurus KIA cukup sederhana.
Warga hanya perlu menyiapkan kutipan akta kelahiran, pas foto anak, Kartu Keluarga asli atau fotokopinya, serta hasil pindai KTP asli kedua orang tua.
Selain itu, pemohon wajib mengisi Formulir Pendaftaran KIA (Form FI.02).
Dengan adanya dua manfaat sekaligus—fungsi identitas dan fasilitas diskon wisata—pemerintah Kabupaten Ciamis berharap jumlah pemilik KIA akan terus meningkat.
Program ini juga diharapkan mendorong minat masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku wisata di daerah.





