Berita

Kehilangan Tempat Tinggal, Dedah Suhaedah dan Tiga Anak Terpaksa Mengungsi

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Ciamis, Kamis (25/9/2025) malam, membawa duka bagi keluarga Dedah Suhaedah (50).

Rumah sederhana miliknya di Lingkungan Tanjung Mangu, RT 02 RW 09, Kelurahan Sindangrasa, ambruk porak-poranda sekitar pukul 20.30 WIB.

Bangunan yang sehari-hari menjadi tempat berteduh Dedah bersama tiga anaknya itu sudah dalam kondisi rapuh.

Atap rumah runtuh bersamaan, mulai dari genteng, reng, usuk, hingga kuda-kuda. Kini, keluarga kecil itu kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi untuk sementara waktu.

Meski rumah roboh total, beruntung Dedah dan ketiga anaknya berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Namun, kehilangan tempat tinggal membuat mereka harus menghadapi hari-hari sulit.

Baca Juga :  Ciamis Hancurkan Pangandaran 7-3, Laskar Galuh Pastikan Lolos ke Porprov XV Jabar 2026

“Alhamdulillah, keluarganya selamat. Hanya rumahnya saja yang roboh,” ujar Sekretaris BPBD Ciamis, Ade Ruhiat, saat dikonfirmasi, Jumat (26/9/2025).

Begitu menerima laporan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis langsung menurunkan tim yang dipimpin Kasi Darlog, Usid.

Tiga petugas diterjunkan untuk menyerahkan bantuan kedaruratan berupa sembako dan terpal. Selain itu, mereka juga melakukan penanganan awal dan asesmen kebutuhan mendesak korban.

Tak hanya BPBD, bantuan juga datang dari Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Ciamis.

Kedua lembaga ini turut menyalurkan dukungan agar Dedah dan keluarganya bisa bertahan di tengah situasi sulit.

Pada Jumat pagi, warga sekitar berbondong-bondong membantu membersihkan puing-puing rumah Dedah yang ambruk.

Baca Juga :  Dapat Dukungan DBS dan Duitin, Bupati Ciamis Perkuat Jaringan Bank Sampah di Seluruh Wilayah

Bersama petugas dan relawan, mereka bergotong royong menyingkirkan sisa reruntuhan serta menyiapkan langkah perbaikan.

Kepedulian warga menjadi penguat bagi Dedah yang kini tak lagi punya tempat tinggal. Meski diliputi kesedihan, ia tetap bersyukur karena keluarganya selamat dari musibah.

Kini, Dedah bersama anak-anaknya masih mengungsi. Mereka berharap adanya bantuan lanjutan agar rumah yang roboh bisa segera dibangun kembali.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Ciamis, khususnya yang rumahnya sudah rapuh, untuk lebih waspada di tengah intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca