
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis terus memperkuat komitmennya dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal kehidupan mereka setelah bebas.
Upaya ini sejalan dengan tujuan pembinaan, yakni membantu narapidana untuk kembali mandiri, produktif, dan siap berkontribusi di masyarakat.
Pada Kamis (25/9/2025), Lapas Ciamis menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Gita Pertiwi untuk menyelenggarakan Pelatihan Kemandirian Pembuatan Roti dan Kue.
Program ini diikuti oleh 40 warga binaan, dengan pembukaan resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto.
Dalam sambutannya, Supriyanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pihak lapas dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat dan berdampak langsung bagi masa depan warga binaan.
Ia hadir didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), James P. Tampubolon, serta Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Asep Gunara.
“Pelatihan ini kami rancang agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup setelah keluar dari sini. Harapannya, mereka tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang bernilai jual tinggi,” jelas Supriyanto.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa program ini juga mendukung salah satu dari 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM Bidang Pemasyarakatan, yaitu penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.
Dengan keterampilan membuat roti dan kue, diharapkan narapidana dapat membuka peluang usaha mandiri yang berdaya saing.
Senada dengan itu, pimpinan LPK Gita Pertiwi, Sigit Prayitno, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Lapas Ciamis kepada pihaknya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat terus diasah dan diaplikasikan setelah masa pembinaan berakhir.
“Kami merasa bangga bisa berkolaborasi dengan Lapas Ciamis. Semoga apa yang dipelajari di sini bisa menjadi pintu pembuka bagi usaha baru di bidang kuliner, khususnya bakery,” ujar Sigit.
Pelatihan berlangsung di workshop kafe Lapas Ciamis dengan pendampingan tiga instruktur profesional. Warga binaan tampak antusias mengikuti setiap sesi.
Mereka mempelajari tahapan pembuatan roti dan kue secara detail, mulai dari mengenali bahan dan peralatan, mengolah adonan, hingga proses akhir pengolahan produk.
Bagi Lapas Ciamis, pelatihan ini bukan sekadar pembekalan keterampilan, melainkan langkah awal menuju pengembangan usaha bakery di lingkungan lapas.
Nantinya, hasil produksi roti dan kue dari warga binaan diharapkan dapat dipasarkan ke masyarakat sebagai bagian dari program kemandirian.
Sebelumnya, Lapas Ciamis juga telah mengadakan pelatihan pembuatan keripik daun bayam atau “combring bayam” yang melibatkan 15 warga binaan serta mantan narapidana.
Program tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Universitas Galuh (Unigal) dan praktisi UMKM, mencakup pelatihan pengolahan bahan, pengemasan, hingga pemasaran digital.





