
Memasuki pekan kedua penyelenggaraan Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup” XIX 2025/2026, atmosfer pertandingan semakin memanas.
Laga yang berlangsung di Lapangan Zipur Panyingkiran kian menyajikan tontonan menarik bagi para penonton yang setia mengikuti jalannya kompetisi tahunan terbesar pelajar di Indonesia ini.
Pada Rabu (24/9/2025) sore, fase grup tingkat SLTP mempertemukan MTsN 13 Rajadesa dengan SMPN 1 Cikoneng (B).
Pertandingan berlangsung penuh dominasi dari kubu Rajadesa yang akhirnya menutup laga dengan kemenangan telak 5-1.
Sementara itu, di tingkat SLTA, SMK Muhammadiyah 2 Banjarsari berhasil menundukkan SMKN 1 Kawali dengan skor meyakinkan 3-1.
Hattrick Arif Bawa MTsN 13 Rajadesa Menang 5-1
Sejak peluit awal dibunyikan, MTsN 13 Rajadesa langsung menunjukkan permainan agresif.
Baru berjalan tujuh menit, Arif—striker bernomor punggung 10—sudah membuka keunggulan melalui sepakan kerasnya yang tak mampu dihalau kiper lawan.
Hanya berselang satu menit, Arif kembali mencatatkan namanya di papan skor, membuat Rajadesa unggul cepat 2-0.
Dominasi Rajadesa berlanjut hingga pertengahan babak pertama. Nazril menambah keunggulan pada menit ke-25, sehingga skor sementara menjadi 3-0.
Hingga wasit meniup peluit jeda, keunggulan Rajadesa tetap bertahan, sekaligus menegaskan kontrol penuh mereka atas jalannya pertandingan.
Memasuki babak kedua, SMPN 1 Cikoneng (B) mencoba meningkatkan intensitas permainan.
Namun alih-alih memperkecil ketertinggalan, mereka kembali kebobolan pada menit ke-47 melalui sepakan Nazril yang menambah keunggulan menjadi 4-0.
Semangat pantang menyerah dari anak-anak Cikoneng akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-50 lewat gol M. Ramdan, memperkecil kedudukan menjadi 4-1.
Sayangnya, harapan untuk bangkit kembali pupus setelah Arif melengkapi hattrick-nya pada menit ke-54.
Skor telak 5-1 menutup laga dan mengukuhkan MTsN 13 Rajadesa sebagai tim yang patut diperhitungkan di fase grup.
SMK Muhammadiyah 2 Banjarsari Bungkam SMKN 1 Kawali
Sementara itu, laga di tingkat SLTA juga tak kalah seru. SMK Muhammadiyah 2 Banjarsari tampil impresif saat berhadapan dengan SMKN 1 Kawali.
Sejak menit awal, tim Banjarsari mendominasi permainan dengan pressing ketat dan penguasaan bola yang rapi.
Fahmi membuka keunggulan pada menit ke-23 setelah menerima umpan terobosan matang dari lini tengah.
Tujuh menit berselang, giliran Adi yang menggandakan skor lewat sontekan jarak dekat.
Pesta gol Banjarsari di babak pertama ditutup oleh Rizki pada menit ke-35, sehingga skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Banjarsari terlihat menurunkan tempo permainan karena faktor stamina. Kondisi ini dimanfaatkan oleh SMKN 1 Kawali yang terus berusaha menekan.
Usaha mereka membuahkan hasil di menit ke-65 melalui gol Januar, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.
Meski sempat tertekan, Banjarsari berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Skor 3-1 pun memastikan mereka keluar sebagai pemenang dalam duel fase grup tersebut.
Menurut Ketua Forum Pemuda Galuh selaku penyelenggara Liga Pelajar Ciamis, Adang Ija Sudrajat, pertandingan fase grup akan berlanjut pada Kamis (25/9/2025).
Pada tingkat SLTP, MTs Janggala Cidolog akan berhadapan dengan MTs Harapan Baru Cijantung pukul 14.30 WIB.
Sementara di tingkat SLTA, laga seru akan tersaji antara SMAN 1 Pamarican menghadapi SMAN 3 Ciamis (A) dengan kick-off pukul 16.00 WIB.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2004, Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup” telah menjelma menjadi ajang pembinaan sepak bola pelajar terbesar di Indonesia.
Pada musim 2025/2026 ini, total 93 tim berpartisipasi yang terdiri dari 50 tim tingkat SLTP, 34 tim tingkat SLTA, dan 9 tim kategori putri.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah pembinaan talenta muda di dunia sepak bola. Tak sedikit pemain berbakat lahir dari ajang ini, bahkan menembus level nasional.
Sebut saja Yoga Aditama, yang kini memperkuat Persik Kediri sebagai pemain inti, serta Dicky Indrayana, mantan kiper Bali United yang saat ini menjadi penjaga gawang Semen Padang FC.
Dicky sendiri tercatat pernah membela PSGC Junior pada tahun 2014.
Keberhasilan para alumni tersebut menjadi bukti nyata bahwa “Tut Wuri Handayani Cup” bukan sekadar turnamen tahunan, melainkan kawah candradimuka bagi generasi muda sepak bola Tatar Galuh yang berpotensi menorehkan prestasi di kancah lebih tinggi.





