
Insiden mengerikan menimpa seorang peternak di Dusun Pasir Jaya, Desa Handapraja, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.
Peristiwa kebakaran kandang ayam di Rancah tersebut melalap habis bangunan close house milik Iswan Juarno pada Selasa (14/4/2026) menjelang tengah malam, mengakibatkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 400 juta.
Kobaran api yang sangat besar mulai terlihat sekitar pukul 22.50 WIB. Keadaan yang awalnya tenang mendadak gempar saat api dengan cepat merambat ke seluruh struktur bangunan modern berukuran 45 x 55 meter persegi tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun seluruh aset bangunan ludes tak bersisa.
Ringkasan Berita
Kronologi Kejadian: Bermula dari Percikan di Blower
Peristiwa memilukan ini bermula ketika sang pemilik, Iswan Juarno, mendatangi lokasi peternakan dengan niat untuk beristirahat.
Sebagai pemilik yang proaktif, ia terbiasa tidur di area kandang guna memantau kondisi operasional sistem close house miliknya.
Namun, setibanya di lokasi, Juarno justru disambut oleh pemandangan mencekam. Bagian belakang bangunan, tepatnya di area ventilasi, sudah tertutup kepulan asap hitam dan kobaran api.
Berdasarkan laporan awal, api diduga kuat berasal dari korsleting atau malfungsi pada unit blower (kipas ventilasi pengatur suhu).
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP, mengonfirmasi bahwa korban mendapati api sudah dalam kondisi membesar.
“Saat tiba di lokasi, saudara Juarno mendapati api sudah berkobar dari arah blower dan dengan cepat merambat ke material bangunan lainnya yang mudah terbakar,” ujar Budi saat dikonfirmasi Rabu (15/4/2026).
Respon Cepat Petugas Damkar Pos WMK Rancah
Dalam kondisi panik, korban langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran yang tengah berjaga di Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Rancah.
Mengingat lokasi kandang yang berisi material sensitif, respon cepat menjadi kunci utama agar api tidak merambat ke pemukiman warga di sekitarnya.
Sebanyak lima personil dari Pos WMK Rancah, yakni Firhan, Dandi, Riki, Adrian, dan Rhesa, dikerahkan ke titik lokasi. Petugas tiba dengan mengandalkan dua armada tangguh:
- Mobil Pancar dengan nomor polisi Z 8158 T.
- Mobil Water Supply dengan nomor polisi Z 8449 T.
Kerja keras petugas di lapangan juga dibantu oleh sinergi lintas sektoral. Aparat desa, pihak kecamatan, petugas PLN, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas bahu-membahu bersama warga setempat untuk menjinakkan si jago merah.
Total Kerugian Akibat Kebakaran Kandang Ayam di Rancah
Meskipun upaya pemadaman dilakukan secara maksimal, konstruksi kandang close house yang didominasi material tertentu membuat api sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Petugas berhasil melakukan lokalisir api agar tidak meluas. Namun, karena intensitas api yang tinggi, bangunan kandang seluas $2.475$ meter persegi tersebut rata dengan tanah,” tambah Budi Rahmat.
Berdasarkan inventarisasi sementara, total kerugian materiil akibat kebakaran kandang ayam di Rancah ini mencapai kurang lebih Rp 400 juta.
Angka tersebut meliputi kerusakan konstruksi bangunan modern, instalasi kelistrikan, sistem ventilasi otomatis, serta peralatan ternak lainnya.
Pendinginan Selesai pada Rabu Dini Hari
Proses pemadaman baru benar-benar dinyatakan usai setelah petugas melakukan tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api (vulkan) yang tersembunyi di bawah puing-puing bangunan.
Tahap ini sangat krusial mengingat angin malam di kawasan Rancah cukup kencang yang berisiko memicu api kembali menyala.
Sekitar pukul 01.20 WIB, Rabu (15/4/2026), tim pemadam kebakaran resmi meninggalkan lokasi dan kembali ke Pos WMK Rancah.
Situasi di Dusun Pasir Jaya kini telah kondusif, meski menyisakan duka mendalam bagi pemilik usaha.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha peternakan modern di Ciamis untuk selalu melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik dan motor blower.
Perawatan berkala pada sistem kelistrikan kandang sangat diperlukan guna mencegah terjadinya arus pendek yang berpotensi memicu kebakaran kandang ayam di Rancah di masa mendatang.





