
Dinkes Ciamis mencatat penurunan signifikan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada pertengahan tahun 2025.
Berdasarkan data per 30 Juni 2025, jumlah kasus DBD turun menjadi 54 kasus, dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 146 kasus.
Penurunan ini setara dengan 63 persen dari tahun sebelumnya.
Kepala Bidang P2P Dinkes Ciamis, Edis Herdis, menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Edis, hal itu menjadi faktor utama pencegahan berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD.
“Jika melihat data, penurunannya cukup signifikan. Hal ini berkat kesadaran masyarakat yang konsisten menjaga lingkungannya, serta dukungan lintas sektor mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga desa,” jelas Edis, Senin (28/7/2025).
Menurut Edis, masyarakat Ciamis semakin memahami pentingnya upaya pencegahan, terutama melalui gerakan PSN 3M yang meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air.
“Peran aktif warga sangat besar dalam menekan kasus DBD. Lingkungan yang bersih dan bebas genangan air menjadi benteng utama mencegah nyamuk berkembang biak,” ujarnya.
Selain peran masyarakat, kolaborasi antarinstansi juga berpengaruh besar.
Edis menyebut keterlibatan pemerintah desa, perangkat daerah, hingga dukungan program dari pusat memperkuat upaya pengendalian DBD di Ciamis.
“Kebersamaan ini harus dijaga. Harapannya, kasus DBD bisa terus ditekan, bahkan kalau bisa mencapai nol kasus,” tambahnya.
Dinkes Ciamis juga terus menggencarkan program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
Program ini mendorong setiap rumah memiliki seorang juru pemantau jentik nyamuk yang rutin memeriksa dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Dengan adanya jumantik di tiap rumah, pengecekan jentik bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. Kami ingin masyarakat menjadi garda terdepan dalam pencegahan DBD,” tegas Edis.
Meski tren kasus menurun, Edis mengingatkan agar warga tidak lengah, terutama di musim peralihan cuaca yang rentan meningkatkan populasi nyamuk.
“Waspada bukan berarti panik, tetapi membiasakan diri menjaga kebersihan. Dengan kesadaran bersama, kita bisa menekan angka kasus bahkan hingga nol,” pungkasnya.
Penurunan 63 persen ini menjadi bukti bahwa kesadaran warga, kolaborasi lintas sektor, dan program pencegahan yang konsisten mampu memberikan hasil nyata dalam pengendalian DBD di Ciamis.





