
Lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menampilkan pemandangan yang amat asri dan produktif.
Setiap sudut lahan kosong di area sekolah tersebut telah dimanfaatkan secara optimal dengan ditanami beragam jenis sayur-mayur, menciptakan suasana hijau yang menyejukkan sekaligus edukatif.
Program ini, yang telah berjalan sejak lama di SMPN 1 Cimaragas, sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam bidang ketahanan pangan.
Para siswa secara aktif terlibat dalam penanaman berbagai jenis tanaman sayur dan pohon produktif di lingkungan sekolah.
Dedikasi mereka telah membuahkan hasil nyata, dengan beberapa kali panen yang sukses. Beberapa komoditas yang berhasil dipanen antara lain kangkung, pakcoy, dan terong.
Kepala SMPN 1 Cimaragas, Yudi Nugraha, S.Pd., M.Pd., menjelaskan keberhasilan program ini seusai kegiatan panen kangkung yang dilakukan oleh siswa kelas 8 pada Minggu (13/07).
“Panen kangkung dan terong sudah kami lakukan sebanyak dua kali. Siswa menanam di lahan-lahan kosong di sekolah, dan setiap kelas memiliki jenis tanaman yang berbeda, ada kangkung, terong, dan pakcoy, semua merupakan tanaman sayur yang produktif,” ujarnya.
Yudi Nugraha menambahkan bahwa kegiatan menanam sayuran atau tumbuhan produktif di lingkungan sekolah memberikan beragam manfaat signifikan bagi para siswa.
“Program ini sangat selaras dengan kearifan lokal di wilayah kami yang mayoritas adalah petani. Siswa dapat mengembangkan keterampilan berkebun mereka, mulai dari proses pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan, perawatan, hingga panen,” paparnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga dinilai krusial dalam menumbuhkan semangat kerja sama tim di antara para siswa.
Pemanfaatan lahan kosong di sekolah untuk kebun produktif tidak hanya menciptakan ruang hijau yang segar dan nyaman, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi pertanian dan gizi secara langsung.
“Lingkungan sekolah kami menjadi lebih hijau dan segar. Selain itu, kami memberikan edukasi langsung mengenai proses budidaya tanaman, siklus hidup tanaman, serta pemahaman tentang nilai gizi dari makanan yang mereka konsumsi,” kata Yudi.
Program kebun sekolah di SMPN 1 Cimaragas ini telah terbukti efektif dan berkelanjutan, dengan catatan sudah dua kali panen berhasil dilakukan.
Ini menunjukkan komitmen jangka panjang sekolah dalam mengimplementasikan praktik-praktik pertanian yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa secara holistik.





