Berita

Tak Hanya Ayam, Ikan Lele dan Nila Lokal Kini Mulai Terserap dalam Program MBG Ciamis

Pelaksanaan Program MBG Ciamis (Makan Bergizi Gratis) kini mulai membawa angin segar bagi para pelaku usaha budidaya perikanan darat.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Ciamis secara bertahap mulai melibatkan komoditas perikanan lokal sebagai salah satu sumber protein hewani andalan bagi anak-anak penerima manfaat di berbagai sekolah.

Selama ini, pasokan daging ayam kerap mendominasi dan menjadi tulang punggung pemenuhan gizi harian di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun, seiring berjalannya evaluasi, dominasi tersebut mulai diimbangi dengan hadirnya ikan air tawar segar hasil budidaya para peternak setempat yang kini resmi terserap masuk ke dalam siklus daftar menu.

Keberhasilan penyerapan komoditas lokal dalam Program MBG ini setidaknya telah terealisasi dengan baik di dua wilayah kecamatan percontohan, yakni Kecamatan Panawangan dan Kecamatan Cisaga.

Di wilayah Kecamatan Panawangan, jenis ikan lele hasil budidaya peternak lokal telah sukses diolah menjadi hidangan bergizi yang aman dan disukai oleh anak-anak.

Sementara itu, pemandangan serupa juga terjadi di Kecamatan Cisaga, di mana komoditas ikan nila segar langsung dimanfaatkan secara optimal oleh pihak dapur penyedia MBG.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis, Anton Wahyu, melalui Kepala Bidang Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan, Aris Andriyana, merespons tren ini dengan sangat antusias.

Ia menilai bahwa keterlibatan ikan lokal dalam program pemenuhan gizi masyarakat menjadi sinyal yang sangat positif bagi penguatan ekonomi sektor perikanan daerah.

Baca Juga :  Sosialisasi Rampung, DPKP Ciamis Mulai Tanam 11 Ribu Pohon Kelapa di Banjaranyar

Menurutnya, ikan lele sudah terserap dalam program MBG di Kecamatan Panawangan, dan ikan nila telah terserap di Kecamatan Cisaga.

“Walaupun jumlah serapannya belum masif secara keseluruhan, setidaknya komoditas perikanan kita sudah mulai mendapat tempat dalam program ini,” papar Aris.

Lebih lanjut, Aris menjelaskan bahwa ikan lele dan nila yang digunakan tersebut sepenuhnya berasal dari kolam-kolam budidaya warga di Kabupaten Ciamis.

Strategi diversifikasi menu ini tidak hanya bertujuan untuk memperkaya variasi asupan gizi, tetapi juga didesain untuk menciptakan efek domino bagi perputaran ekonomi di tingkat pedesaan.

“Dengan adanya serapan ikan lokal sebagai sumber protein hewani, tentu hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan para peternak perikanan kita di Ciamis,” tambahnya.

Menariknya, Aris mengungkapkan fakta bahwa keberhasilan kolaborasi ini sejatinya merupakan buah dari inisiatif mandiri para peternak.

Mereka secara proaktif melakukan pendekatan dan menawarkan langsung produk budidayanya kepada berbagai yayasan pengelola dapur MBG di wilayah masing-masing.

Meskipun saat ini belum seluruh SPPG di kedua kecamatan tersebut secara serentak menyerap komoditas perikanan lokal, daya juang peternak ini dinilai sebagai langkah awal yang sangat berani.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas upaya jemput bola yang dilakukan para peternak tersebut.

Baca Juga :  104 Penyandang Disabilitas di Ciamis Terima Bantuan Atensi Senilai Rp133 Juta

Selain aspek pemberdayaan ekonomi, substitusi menu dari daging ayam ke ikan air tawar dinilai memiliki keunggulan nutrisi tersendiri.

Ikan lele dan nila kaya akan protein, omega-3, serta mineral yang krusial bagi masa pertumbuhan, sehingga sangat relevan dengan tujuan program untuk mencegah stunting.

Di luar kedua jenis ikan tersebut, pihak Disnakkan Ciamis juga mencatat adanya tren penggunaan ikan patin di beberapa dapur MBG.

Sayangnya, untuk komoditas patin, pasokan ketersediaannya sementara ini masih harus didatangkan dari luar wilayah Kabupaten Ciamis karena keterbatasan produksi lokal.

Kendati demikian, potensi perikanan Kabupaten Ciamis ke depannya terbilang sangat menjanjikan.

Berdasarkan rilis data produksi perikanan, total hasil panen ikan air tawar di Ciamis sepanjang tahun 2025 lalu berhasil menembus angka fantastis, yakni mencapai 27.625,21 ton.

Angka tersebut menunjukkan grafik peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Dominasi produksi masih dipegang erat oleh sektor budidaya, sedangkan sisanya ditopang oleh hasil tangkapan alam.

Berbekal potensi produksi yang sangat melimpah tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis merasa sangat optimistis.

Ke depannya, peran sektor perikanan lokal diproyeksikan akan terus meningkat tajam seiring dengan perluasan jangkauan serapan dan bertambahnya keterlibatan SPPG di seluruh pelosok kecamatan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca