
Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar pelantikan dan pengukuhan 208 pejabat baru yang terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, administrator, pengawas, hingga fungsional.
Prosesi yang berlangsung pada Senin (8/9/2025) di halaman Pendopo Bupati Ciamis itu dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik agar tidak menjadikan birokrasi sebagai penghambat, tetapi justru sebagai sarana mempercepat layanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat merasa dipersulit dengan sistem birokrasi yang berbelit-belit. Layani masyarakat dengan cepat, ramah, dan mudah,” tegas Herdiat.
Menurutnya, jabatan yang diemban para pejabat bukan hanya sekadar amanah formal, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.
Ia menegaskan bahwa masyarakat harus menjadi pusat perhatian setiap langkah ASN.
Herdiat mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar birokrasi adalah masih adanya stigma pelayanan yang lambat dan prosedur yang rumit.
Ia berharap pejabat baru mampu menghapus stigma tersebut dengan menghadirkan pelayanan prima.
“Kami ingin masyarakat merasa terbantu, bukan terbebani. Setiap pejabat harus mengedepankan sikap melayani, bukan dilayani,” ujarnya.
Selain menekankan soal pelayanan publik, Herdiat juga menjelaskan bahwa pelantikan dan mutasi jabatan kali ini dilakukan murni demi kepentingan organisasi.
Prosesnya, kata dia, panjang dan melibatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Barat, Kementerian Dalam Negeri, hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sejak dirinya kembali dilantik delapan bulan lalu, ini merupakan pelantikan perdana pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Dalam arahannya, Bupati Herdiat juga menekankan pentingnya peran ASN sebagai teladan dan perekat bangsa.
Ia mengingatkan agar ASN tidak terjebak pada perilaku negatif, termasuk memamerkan gaya hidup mewah di media sosial.
“Gunakan media digital untuk hal-hal positif. Jangan sampai unggahan pribadi justru menyinggung perasaan masyarakat,” ujarnya.
Herdiat menegaskan, ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga wajah pemerintah yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Karena itu, setiap ASN dituntut menjaga integritas, netralitas, dan profesionalitas.
Pelantikan 208 pejabat ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memperkuat birokrasi daerah.
Herdiat berharap, dengan penempatan pejabat baru, kinerja pemerintah daerah semakin adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pelayanan yang baik adalah kunci kepercayaan publik. Mari kita wujudkan birokrasi yang melayani, bukan mempersulit,” pungkasnya.





