Berita

Rela Antre Panjang di Alun-alun, Warga Siasati Lonjakan Harga Bahan Pokok Ciamis Jelang Ramadan 1447 H

Kawasan Alun-alun Kabupaten Ciamis mendadak dipadati oleh ratusan warga pada Selasa sore (3/3/2026).

Fenomena antrean yang memanjang ini terjadi saat masyarakat berbondong-bondong mengikuti program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Cuaca sore yang cerah turut mendukung kelancaran kegiatan yang berpusat di jantung kota tersebut.

Langkah ini menjadi solusi efektif masyarakat guna menyiasati lonjakan harga bahan pokok Ciamis.

Terutama saat menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dalam hitungan hari.

Mendekati bulan puasa, fluktuasi harga kebutuhan dapur memang kerap menjadi keluhan utama masyarakat di berbagai daerah.

Pemerintah daerah menyadari betul bahwa bulan suci Ramadan selalu diwarnai dengan peningkatan tingkat konsumsi rumah tangga.

Hal ini secara otomatis akan mengerek permintaan pasar terhadap berbagai jenis komoditas sembako dasar.

Oleh karena itu, kehadiran pasar murah ini bagaikan oase di tengah tingginya beban ekonomi keluarga.

Warga rela berdiri berjam-jam secara tertib demi mendapatkan pasokan sembako yang mereka butuhkan.

Mengingat harganya jauh lebih miring dibandingkan patokan harga bahan pokok Ciamis di pasaran konvensional.

Kolaborasi Strategis Menekan Kenaikan Harga Bahan Pokok Ciamis

Kegiatan strategis ini tentunya tidak berjalan sendiri tanpa adanya perencanaan yang matang.

Program pasar murah tersebut diinisiasi secara langsung oleh jajaran Polres Ciamis.

Pihak kepolisian juga bersinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis serta Perum Bulog setempat.

Sinergitas lintas instansi ini dibentuk dengan membawa satu visi utama yang krusial bagi daerah.

Visi tersebut adalah menjaga stabilitas pasokan serta memantau pergerakan harga bahan pokok Ciamis.

Selain mengamankan stok barang, program ini secara langsung membantu menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Terutama di tengah ketidakpastian harga pasar yang sering bergerak liar menjelang hari besar keagamaan nasional.

Kehadiran GPM menjadi bentuk intervensi nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum di lapangan.

Tujuannya agar laju inflasi daerah tetap terkendali dengan baik pada momen-momen penting.

Sehingga masyarakat luas tidak perlu merasa panik dalam menghadapi lonjakan permintaan pangan musiman.

Beras SPHP Menjadi Primadona Incaran Warga

Berdasarkan pantauan langsung tim di lokasi kegiatan, antrean warga sudah tampak mengular panjang sejak siang hari.

Pemandangan warga yang sabar menunggu ini terlihat bahkan sebelum tenda-tenda pelayanan beroperasi secara penuh.

Baca Juga :  Mengantuk Kejar Target Dapur MBG, Kecelakaan Pick Up di Ciamis Terjun ke Jurang Cigorowong

Dari sekian banyak komoditas pokok yang disediakan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi primadona utama.

Stok beras bersubsidi tersebut tercatat paling cepat ludes diburu oleh ratusan massa yang hadir.

Tingginya minat masyarakat terhadap beras SPHP ini sangat logis mengingat disparitas harga yang cukup mencolok di pasaran.

Dalam bazar pangan murah ini, beras SPHP dijual seharga Rp 57.500 per kemasan lima kilogram.

Harga ini tentu sangat bersahabat bagi kantong masyarakat menengah ke bawah yang sedang bersiap menyambut hari pertama sahur.

Jika dibandingkan dengan tren harga bahan pokok Ciamis di pasar tradisional, perbedaannya sangat terasa.

Untuk komoditas beras kualitas premium, harganya saat ini sudah menyentuh angka Rp 15.000 per kilogram.

Artinya, untuk membeli kemasan 5 kilogram warga harus rela merogoh kocek hingga Rp 75.000.

Selisih harga hampir mencapai dua puluh ribu rupiah ini menjadi alasan kuat mengapa warga tidak keberatan mengantre cukup lama.

Daftar Perbandingan Harga Bahan Pokok Ciamis di GPM dan Pasar

Ternyata bukan hanya komoditas beras yang sukses menjadi magnet penarik bagi warga masyarakat Ciamis.

Berbagai kebutuhan dapur esensial lainnya juga ditawarkan dengan banderol yang berada jauh di bawah rata-rata.

Hal ini jelas memberikan keleluasaan bagi para ibu rumah tangga untuk mulai menyetok bahan makanan penting.

Untuk jenis beras premium, pihak penyelenggara secara resmi mematok harga Rp 73.000 per lima kilogram.

Sementara itu, untuk pemenuhan gizi keluarga, daging sapi segar dijual dengan harga Rp 108.000 per kilogram.

Angka ini merupakan penurunan drastis mengingat harga pasarnya saat ini sudah menembus kisaran Rp 160.000 per kilogram.

Lebih lanjut, daging ayam ras yang sering naik tajam saat Ramadan kini bisa ditebus dengan harga Rp 35.000 per kilogram.

Sebagai perbandingan nyata, harga ayam potong di pasar tradisional sudah merangkak naik antara Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

Untuk pemenuhan kebutuhan protein dari telur ayam, warga hanya cukup membayar sebesar Rp 29.000 per kilogram.

Komoditas minyak goreng yang acap kali mengalami kelangkaan juga dipastikan tersedia dalam jumlah yang sangat memadai.

Minyakita kualitas standar dibanderol seharga Rp 30.000 untuk takaran kemasan dua liter.

Selain itu, pemanis masakan seperti gula pasir kualitas baik dijual dengan harga Rp 17.000 per kilogram.

Bagi warga yang sangat membutuhkan racikan bumbu dapur, tersedia pula paket murah cabai dan bawang mulai dari harga Rp 10.000 per paket.

Baca Juga :  Akademisi Nilai Sektor F&B Tetap Prospektif Jelang Ramadhan 2026

Antisipasi Lonjakan Permintaan dan Gejolak Harga Bahan Pokok Ciamis

Menyadari antusiasme yang luar biasa tinggi dari ribuan warga, panitia penyelenggara telah menyiapkan skema langkah antisipasi ketersediaan stok.

Pihak Polres Ciamis bersama Perum Bulog menyatakan telah mendistribusikan sedikitnya 2,5 ton beras SPHP untuk menopang kegiatan hari pertama.

Mereka pun berkomitmen penuh untuk segera menambah pasokan stok apabila grafik permintaan dari masyarakat terus menunjukkan lonjakan.

Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, turut melakukan peninjauan secara langsung ke area antrean warga untuk memastikan situasi aman dan kondusif.

Dalam tinjauan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedisiplinan dan ketertiban masyarakat selama rangkaian acara berlangsung.

Ia menjelaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat ini wajar terjadi karena harga sembako di bazar jauh lebih terjangkau dari biasanya.

Pihaknya sangat berharap inisiatif kolaboratif ini benar-benar mampu meringankan beban pengeluaran harian masyarakat secara merata.

Panitia di lapangan juga dengan tegas menerapkan sistem penukaran kupon khusus untuk memastikan pemerataan proses distribusi barang.

Langkah antisipatif ini sekaligus mencegah terjadinya aksi borong besar-besaran oleh oknum atau pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kapolres juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mengantre dengan sabar dan tertib tanpa perlu merasa khawatir kehabisan stok sembako.

Ia menjamin dengan pasti bahwa semua warga yang telah memegang kupon pasti akan mendapatkan jatah sembakonya sesuai ketentuan panitia.

Rencana Berkelanjutan Hingga Menjelang Idul Fitri 2026

Mengingat besarnya tantangan inflasi, gejolak ekonomi daerah biasanya tidak akan berhenti hanya di hari-hari awal bulan puasa saja.

Oleh karena itu, kegiatan solutif berbentuk bazar ini tidak didesain sebagai acara yang hanya digelar sesaat.

AKBP H. Hidayatullah secara resmi memastikan bahwa bazar sembako serupa akan terus berlangsung secara estafet selama tiga hari berturut-turut.

Tujuannya sangat jelas, yakni agar titik perluasan distribusi sembako bisa menjangkau lebih banyak lapisan warga di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Strategi intervensi masif melalui program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan sungguh-sungguh mampu menjadi solusi nyata.

Khususnya dalam rangkaian upaya pengendalian siklus ekonomi secara menyeluruh selama fase krusial di bulan suci Ramadan.

Melalui jalinan sinergi lintas sektoral yang berkesinambungan, tren fluktuasi harga bahan pokok Ciamis dapat terus ditekan semaksimal mungkin.

Sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga serta ketenangan ibadah seluruh lapisan masyarakat terjamin penuh hingga menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 2026 mendatang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca