
Di tengah gempuran budaya modern, sebuah energi purba kembali berdenyut kencang dari jantung Tatar Galuh.
Kesenian buhun Ciamis, yang sempat sunyi dan nyaris terlupakan, kini menunjukkan geliat kebangkitannya.
Bukan sekadar pertunjukan nostalgia, ini adalah sebuah gerakan revitalisasi yang didesain untuk mengembalikan marwah warisan leluhur sebagai primadona di tanahnya sendiri.
Lupakan sejenak citra kesenian tradisional yang kaku dan tertinggal zaman. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Dinas Pariwisata kini tengah mengorchestra sebuah kebangkitan besar-besaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, langkah-langkah strategis tidak hanya berhenti pada dokumentasi, tetapi merangsek hingga ke akar rumput.
Dari Sanggar Tersembunyi ke Panggung Terbuka
Jika sebelumnya seni-seni buhun seperti Wayang Landung, Gondang Buhun, hingga Seni Helaran hanya bisa ditemui di sanggar-sanggar terpencil atau saat upacara adat tertentu, kini panggungnya diperluas.
Pemkab Ciamis secara aktif memfasilitasi penampilan kesenian ini dalam berbagai festival budaya dan acara publik.
Langkah ini terbukti ampuh. Antusiasme masyarakat, terutama kaum milenial dan Gen Z, mulai tumbuh.
Sosok ikonik seperti Bebegig Sukamantri, dengan topengnya yang sangar namun penuh makna, kini tak lagi asing.
Ia menjadi bintang di media sosial, diabadikan dalam ribuan unggahan yang membuktikan bahwa yang kuno pun bisa menjadi tren.
Beberapa pilar utama dalam gerakan revitalisasi ini antara lain:
- Pembinaan Intensif: Pemerintah secara rutin mengadakan workshop dan pembinaan langsung ke para pelaku seni dan sanggar-sanggar di berbagai kecamatan. Tujuannya untuk regenerasi dan standardisasi mutu pementasan.
- Integrasi dengan Pariwisata: Kesenian buhun tidak lagi berdiri sendiri. Ia kini dirajut menjadi bagian tak terpisahkan dari paket wisata budaya Ciamis, ditawarkan sebagai atraksi unik bagi wisatawan yang mencari pengalaman otentik.
- Panggung Apresiasi: Festival dan pagelaran seni rutin digelar, memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi sekaligus menjadi ajang edukasi bagi publik.
Lebih dari Tontonan, Ini Adalah Identitas
Kebangkitan kesenian buhun Ciamis adalah cerminan dari kesadaran kolektif akan pentingnya sebuah identitas.
Di tengah arus globalisasi, Tatar Galuh Ciamis menegaskan kembali jati dirinya melalui kekayaan budaya yang tak ternilai.
Ini adalah panggilan bagi para pelancong, penikmat seni, dan generasi muda untuk datang dan menyaksikan sendiri.
Jadi, saat Anda merencanakan perjalanan berikutnya, jangan hanya mencari keindahan alam. Selami lebih dalam jiwa Tatar Galuh.
Saksikan bagaimana Wayang Landung bertutur tentang kearifan, dengarkan ritmis magis dari Gondang Buhun, dan rasakan energi mistis dari tarian Bebegig.
Kesenian buhun Ciamis telah bangkit. Ini adalah undangan terbuka untuk Anda menjadi saksi dari sebuah warisan yang menolak untuk punah dan kini siap memukau dunia.





