Berita

Warga Panik! Rentetan Evakuasi Ular di Ciamis Libatkan Kobra Mematikan di Kandang Ayam

Warga kembali dibuat resah oleh kemunculan reptil liar berbahaya yang secara tiba-tiba menyusup ke area permukiman padat penduduk.

Rentetan operasi evakuasi ular di Ciamis seolah tak kunjung usai, menuntut kesiapsiagaan penuh dari para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Beruntung, personel penyelamat selalu tanggap dan bergerak cepat ke lokasi untuk mencegah timbulnya korban.

Insiden menegangkan terbaru terjadi di Dusun Kalapagada RT 18 RW 04, Desa Kalapasawit, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, pada hari Rabu (13/5/2026) malam lalu.

Seekor reptil mematikan jenis kobra jawa (Naja sputatrix) dipergoki sedang melata dengan tenang di dalam kandang unggas peliharaan milik Ade Herdis (47), seorang warga setempat.

Respons Cepat Petugas dalam Evakuasi Ular di Ciamis

Kepala Seksi Pengendalian Damkar dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ciamis, Trisyanto, memaparkan kronologi kejadian tersebut kepada awak media.

Menurutnya, peristiwa bermula pada Rabu malam sekitar pukul 18.50 WIB. Kala itu, Ade Herdis bermaksud mengecek kondisi kandangnya yang berisi ratusan anak ayam ras pedaging.

Tiba-tiba, ia dikejutkan oleh sosok hitam legam yang melingkar di sudut ruangan.

Sadar akan risiko gigitan beracun yang mematikan, Ade memilih untuk tidak bertindak gegabah dan segera mencari bantuan profesional.

Laporannya langsung diterima oleh tim yang sedang piket siaga di Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari.

“Dua personel Damkar dari Pos WMK Banjarsari dengan respons cepat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi ular di Ciamis yang meresahkan warga ini,” jelas Trisyanto.

Petugas terlatih bernama Uju Suparman dan Gilang segera meluncur menggunakan mobil pancar Z 8163 T.

Baca Juga :  DPRKPLH Ciamis Ajak Pengunjung dan Pedagang Jaga Kebersihan Food Court Alun-alun

Setibanya di lokasi kejadian, ular berwarna pekat tersebut masih berada di posisi semula.

Hewan itu merayap perlahan di sela-sela ratusan ekor anak ayam yang masih dalam masa pertumbuhan.

Berbekal keahlian khusus, alat penjepit standar keamanan, dan SOP yang ketat, Uju dan Gilang perlahan mendekati target.

Proses evakuasi ular di Ciamis ini berlangsung cukup mendebarkan lantaran hewan itu dipastikan sebagai kobra jawa berbisa sepanjang 1,5 meter.

Sekitar pukul 19.30 WIB, reptil tersebut berhasil diamankan secara kondusif dan petugas pun undur diri ke pos untuk melanjutkan piket siaga.

Sanca Kembang Menambah Daftar Evakuasi Ular di Ciamis

Rasa waswas yang melanda masyarakat sangat beralasan karena kejadian serupa terjadi secara beruntun.

Sehari sebelumnya, tepatnya pada Selasa (12/5/2026) sore pukul 17.00 WIB, tim dari Markas Komando (Mako) Damkar Imbanagara juga harus terjun ke lapangan.

Tindakan evakuasi ular di Ciamis kali ini menargetkan seekor sanca kembang (Malayopython reticulatus) berukuran fantastis dengan panjang mencapai 2,5 meter.

Trisyanto menuturkan bahwa insiden ini terjadi di kandang ayam milik Ade Syarif (50) di Dusun Sarayuda RT 01 RW 08, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing.

Sore itu sekitar pukul 16.25 WIB, Ade Syarif hendak memberikan pakan ayam peliharaannya.

Namun, langkahnya terhenti saat matanya menangkap seekor ular besar yang meronta-ronta karena terjerat lilitan jaring nilon di pagar kandang.

Diduga kuat, ular liar tak berbisa itu berniat menyelinap masuk untuk memangsa ayam peliharaan.

Karena ukurannya yang masif, Ade Syarif tak berani bertindak sendiri.

Ia langsung meminta bantuan Mako UPTD Damkar Satpol PP Ciamis agar prosedur evakuasi ular di Ciamis dapat segera dilaksanakan.

Tiga petugas berpengalaman, yakni Irvan, Iik, dan Hendra, langsung tiba di lokasi dengan mengendarai armada mobil pancar Z 8164 T.

Baca Juga :  PSGC Ciamis Tak Tergoyahkan di Puncak Grup B Liga Nusantara 2025/2026

Saat mereka datang, sanca raksasa itu masih terjebak kuat dalam jeratan nilon pelindung.

Berkat ketangkasan petugas, operasi evakuasi ular di Ciamis ini berjalan sangat lancar. Ular sanca sepanjang 2,5 meter tersebut berhasil dibekuk dengan mudah.

Aksi penangkapan di Dusun Sarayuda pada Selasa sore itu bahkan sempat memicu rasa penasaran hingga menjadi tontonan warga sekitar.

Mengapa Permintaan Evakuasi Ular di Ciamis Meningkat?

Tingginya angka temuan reptil di kawasan permukiman belakangan ini memunculkan kekhawatiran tersendiri.

Dari sudut pandang ekologis, dinamika perubahan cuaca sering kali memaksa satwa liar keluar dari habitat aslinya demi mencari kehangatan dan tempat berlindung yang kering.

Faktor utama lainnya adalah ketersediaan rantai makanan.

Area permukiman yang memiliki peternakan unggas secara otomatis mengundang banyak tikus, yang pada akhirnya menjadi magnet bagi reptil pemangsa.

Baik kobra jawa maupun sanca kembang sangat mengandalkan mangsa-mangsa ini.

Oleh sebab itu, panggilan evakuasi ular di Ciamis kerap berasal dari hunian yang memiliki kandang ternak di pekarangan rumahnya.

Imbauan Keselamatan dari Damkar

Untuk menekan lonjakan kasus evakuasi ular di Ciamis, masyarakat sangat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Hindari kebiasaan menumpuk barang bekas atau membiarkan rimbunan semak belukar tumbuh tidak terurus, karena lokasi lembap tersebut adalah sarang favorit bagi satwa liar.

Apabila warga kembali berhadapan dengan situasi darurat serupa, dilarang keras mencoba menangani hewan tersebut tanpa alat pelindung diri.

Langkah mitigasi paling tepat adalah segera mengamankan jarak dan menghubungi call center Damkar terdekat.

Percayakan setiap prosedur penyelamatan dan evakuasi ular di Ciamis kepada personel animal rescue yang telah memiliki keahlian mumpuni di lapangan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca