Berita

Ciamis Mantapkan Langkah Menuju Kabupaten Organik 2026, Dimulai dari Demplot Pertanian di Situs Jambansari

Advertisements

Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sistem pertanian ramah lingkungan.

Langkah nyata tersebut tampak dari pembukaan demplot pertanian organik seluas 250 bata atau sekitar 3.500 meter persegi di kawasan Kompleks Situs Jambansari, Ciamis, yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan Ciamis sebagai Kabupaten Organik tahun 2026.

Kegiatan tanam perdana di lahan percontohan tersebut digelar pada Selasa (28/10/2025) bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.

Momentum ini menjadi simbol semangat baru bagi para petani di Ciamis untuk bertransformasi menuju praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Tanam perdana dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Ape Ruswandana, bersama jajaran pejabat dinas, Camat Ciamis Iyus Rusnandi, unsur Forkopimcam, serta perwakilan produsen pupuk cair Humic Makassar.

Ketua Kelompok Tani Organik Mandiri (KTOM), H. Abdul Majid, menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah konkret dalam mengubah pola pikir dan kebiasaan petani lokal menuju sistem pertanian tanpa bahan kimia sintetis.

“Kami ingin membuktikan bahwa bertani secara organik tetap bisa menghasilkan panen yang baik, bahkan dengan kualitas yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Situs Jambansari, Warisan Sejarah yang Kini Jadi Sentra Edukasi Pertanian Organik

Kawasan Situs Jambansari yang menjadi lokasi demplot pertanian organik memiliki luas sekitar 5 hektare dan berlokasi di pusat Kota Ciamis.

Baca Juga :  Tim Desa Hegarmanah Cidolog Ciamis Lolos ke Siloka Kencana Tingkat Kabupaten

Area ini dikenal sebagai kompleks makam RAA Kusumadiningrat, tokoh penting dalam sejarah Ciamis, beserta para keturunannya.

Menariknya, di bagian depan kawasan situs terdapat lahan persawahan produktif yang mendapat pasokan air dari mata air alami.

Debit air yang stabil bahkan di musim kemarau menjadikan area ini ideal untuk pertanian berkelanjutan.

Berkat kondisi air yang melimpah, petani di sekitar kawasan tersebut mampu melakukan tiga kali masa tanam padi dalam setahun.

Dengan demikian, Jambansari bukan hanya menjadi situs sejarah penting, tetapi juga kini berkembang sebagai ruang edukasi dan praktik pertanian organik di tengah perkotaan Ciamis.

Advertisements

Menuju Kabupaten Organik 2026: Tantangan dan Harapan

Kepala DPKP Ciamis, Ape Ruswandana, mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat empat kelompok tani di Ciamis yang secara aktif mengembangkan pertanian organik, terutama untuk komoditas padi.

Salah satunya adalah Kelompok Tani Organik Mandiri yang mengelola demplot di Jambansari.

Pemerintah daerah menargetkan pada tahun 2026, seluruh program pertanian organik dapat menjangkau 258 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Ciamis.

Target ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan Ciamis sebagai kabupaten organik percontohan di Jawa Barat.

Namun, menurut Ape, upaya tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dari sisi pola pikir petani.

Baca Juga :  Mitos dan Fakta tentang Wawasan Kebangsaan yang Perlu Anda Tahu

“Kendala utama pengembangan pertanian organik adalah mindset petani. Banyak yang masih khawatir hasil panennya akan menurun jika beralih ke sistem organik,” tuturnya.

Rasa khawatir akan berkurangnya hasil panen ini, lanjut Ape, menjadi faktor yang kerap menghambat adopsi pertanian organik secara luas.

Karena itu, DPKP Ciamis bersama kelompok tani dan pihak swasta berupaya memberikan pendampingan teknis dan edukasi berkelanjutan agar petani memahami bahwa sistem organik dapat memberikan keuntungan jangka panjang baik secara ekonomi maupun lingkungan.

Sinergi Pemerintah dan Petani untuk Pertanian Berkelanjutan

Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah melalui sistem pertanian yang ramah lingkungan dan efisien.

Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk produsen pupuk organik, lembaga pendidikan, dan komunitas pertanian, untuk membangun ekosistem yang saling mendukung.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan petani Ciamis dapat mandiri dalam memproduksi bahan organik seperti pupuk dan pestisida alami, sekaligus memperluas jaringan distribusi produk organik lokal.

Selain itu, pertanian organik juga membuka peluang besar untuk agrowisata edukatif di kawasan Jambansari dan daerah lainnya di Ciamis.

Dengan semakin banyaknya petani yang terlibat dalam gerakan ini, Kabupaten Ciamis diyakini mampu menjadi model pertanian organik modern yang menggabungkan nilai tradisi, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker