Berita

PKA Pemkab Ciamis Cetak Sejarah; Pertama Kali Digelar Mandiri untuk Tingkatkan Mutu ASN

Pemerintah Kabupaten Ciamis menorehkan pencapaian baru dalam pengembangan kompetensi aparatur negaranya.

Untuk pertama kalinya, PKA Pemkab Ciamis (Pelatihan Kepemimpinan Administrator) Angkatan I Tahun 2026 diselenggarakan secara mandiri mulai Senin (6/4/2026), dengan supervisi dan penjaminan mutu langsung dari BPSDM Provinsi Jawa Barat.

Pembukaan acara yang berlangsung di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis ini menjadi bukti nyata keseriusan daerah dalam mengelola birokrasinya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, hadir secara langsung untuk meresmikan kegiatan bergengsi tersebut.

Kehadiran Sekda pada agenda ini sekaligus mewakili Bupati Ciamis yang pada saat bersamaan tidak dapat hadir karena harus mengikuti agenda kedinasan strategis di Jakarta.

Acara ini turut disaksikan oleh perwakilan BPSDM Provinsi Jawa Barat, Budi Hermawan, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Ciamis.

Tonggak Baru Penyelenggaraan PKA Pemkab Ciamis

Keputusan untuk menyelenggarakan agenda ini secara otonom merupakan sebuah lompatan besar.

Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si., dalam laporan resminya menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini.

Menariknya, pelaksanaan PKA Pemkab Ciamis kali ini benar-benar didesain agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokal daerah, namun tetap tunduk pada standar kompetensi nasional.

Hal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas manajerial BKPSDM Ciamis yang semakin matang dalam memfasilitasi pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lebih lanjut, Ai Rusli menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta pilihan.

Baca Juga :  Bapenda Kabupaten Ciamis Segera Dibentuk Tahun 2023 Mendatang

Puluhan peserta tersebut merupakan representasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Proses pendidikan dan pelatihan ini tidak berlangsung dalam waktu yang singkat.

Pelatihan dijadwalkan berjalan secara komprehensif mulai tanggal 25 Maret hingga puncaknya pada 6 Agustus 2026 mendatang.

Guna memastikan penyerapan materi yang maksimal, metode pembelajaran dibagi menjadi tiga fase utama.

Ketiga fase tersebut meliputi pembelajaran klasikal (tatap muka di kelas), pembelajaran mandiri, hingga fase aktualisasi di tempat kerja masing-masing peserta.

PKA Pemkab Ciamis: Membangun “Jembatan” Birokrasi yang Kokoh

Dalam arahannya yang tajam dan berbobot, Sekda Andang Firman Triyadi menyoroti betapa vitalnya peran pejabat administrator.

Ia menganalogikan posisi tersebut sebagai sebuah jembatan penghubung antara tataran strategis dan operasional.

“Jabatan administrator adalah jembatan antara kebijakan strategis pimpinan dengan pelaksanaan di tingkat operasional. Jika jembatan ini kuat, maka kebijakan akan berjalan efektif,” ujar Sekda memberikan penekanan.

Oleh karena itu, PKA Pemkab Ciamis tidak boleh dipandang sebatas menggugurkan kewajiban administratif semata.

Para lulusan dari pelatihan ini memikul beban moral sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, sekaligus perekat persatuan bangsa di tengah dinamika sosial.

Di sisi lain, Sekda juga mengingatkan bahwa kondisi global dan nasional saat ini sangat dinamis. Birokrasi berada pada pusaran situasi yang berubah dengan cepat, semakin kompleks, dan sarat akan ketidakpastian.

Menghadapi era tersebut, ASN dituntut untuk tidak kaku, melainkan harus hadir membawa terobosan dan inovasi nyata.

Bahkan, Sekda menyinggung komitmen luar biasa pemerintah daerah yang tetap memprioritaskan agenda ini di tengah ruang fiskal atau APBD yang minimalis.

Baca Juga :  Momentum Hari Jadi ke-23 Kota Banjar: Sudarsono Tekankan Kemandirian dan Sinergi Regional

Hal ini membuktikan bahwa SDM adalah investasi paling berharga bagi kemajuan tata kelola Kabupaten Ciamis ke depannya.

Penjaminan Mutu dan Menjawab Tantangan Era Digital

Kemandirian penyelenggaraan PKA Pemkab Ciamis bukan berarti lepas dari standar kualitas.

Budi Hermawan, selaku perwakilan dari Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat, memastikan bahwa penjaminan mutu tetap diawasi secara ketat oleh pihak provinsi.

Dalam sambutannya, Budi memberikan apresiasi yang tinggi atas sinergi luar biasa yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Kemandirian ini dinilai sebagai langkah maju yang patut direplikasi oleh daerah lain.

“Pelatihan kepemimpinan ini menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang adaptif, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan zaman,” terang Budi Hermawan di hadapan para peserta.

Lebih jauh, ia memaparkan sejumlah tantangan raksasa yang sudah menanti para abdi negara di masa depan.

Tantangan tersebut tidak lagi bersifat konvensional, melainkan menyentuh aspek integritas, akselerasi transformasi digital di sektor pelayanan, hingga dinamika ekonomi masyarakat pasca-krisis.

Melalui tempaan dalam PKA Pemkab Ciamis ini, ketiga puluh peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang sertifikat kelulusan.

Lebih dari itu, mereka harus mampu menjadi motor penggerak perubahan (agent of change) di instansinya masing-masing.

Pada akhirnya, kesuksesan penyelenggaraan mandiri perdana ini akan diukur dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kualitas pelayanan publik di Kabupaten Ciamis diharapkan melonjak seiring dengan meningkatnya kompetensi manajerial, teknis, dan sosial kultural para pejabat administrator lulusan PKA tahun 2026 ini.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca