
Bumdes Gegempalan Mandiri di Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program ketahanan pangan desa pada tahun 2025.
Salah satu upaya nyata yang tengah dilaksanakan adalah penanaman jagung seluas 4 hektare, yang tersebar di lima dusun wilayah desa tersebut.
Lahan penanaman jagung pakan itu berada di beberapa titik, yakni Dusun Desa, Dusun Gareumpay, Dusun Bojongsari, dan Dusun Majaganda.
Komoditas jagung tersebut secara khusus diproyeksikan sebagai pakan ternak, sehingga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sektor peternakan masyarakat setempat.
Tidak hanya fokus pada sektor tanaman pangan, Bumdes Gegempalan Mandiri juga mengembangkan budidaya ternak di Dusun Majaganda.
Saat ini, unit usaha tersebut memelihara 10 ekor sapi dan 30 ekor domba sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi desa.
Direktur Bumdes Gegempalan Mandiri, Didin, pada Kamis (13/11), menjelaskan bahwa seluruh kegiatan itu merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Desa Gegempalan Tahun 2025.
Menurutnya, pengelolaan program tersebut sepenuhnya dilakukan oleh Bumdes, namun pelaksanaan teknis diserahkan kepada kelompok masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.
“Sesuai dengan regulasi yang berlaku, kami memfokuskan diri pada supervisi dan manajemen. Untuk teknis budidayanya, kami percayakan kepada kelompok masyarakat yang ahli dan berpengalaman,” ungkap Didin.
Ia juga menuturkan bahwa skema pembagian keuntungan antara Bumdes dan kelompok pembudidaya dibuat secara proporsional untuk memberikan insentif bagi para pelaksana di lapangan.
Dalam pembagian tersebut, Bumdes memperoleh 30 persen, sedangkan kelompok pembudidaya mendapatkan 70 persen dari hasil usaha.
“Dengan pola pembagian seperti itu, program ketahanan pangan ini dapat dikelola dengan baik dan lebih transparan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gegempalan, Wawan Munawar, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bumdes dalam menjalankan program ini.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan orientasi yang kuat terhadap pemberdayaan petani dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini tidak hanya berjalan dengan manajemen yang baik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi para petani. Setiap hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Wawan.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, Bumdes, dan kelompok masyarakat, Program Ketahanan Pangan Desa Gegempalan tahun 2025 diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan perekonomian lokal.





