
Upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Ciamis terus diperkuat melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian.
Sepanjang tahun 2025, ratusan unit alsintan disalurkan kepada kelompok tani di berbagai wilayah, sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong swasembada pangan.
Penyerahan bantuan alsintan tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Jumat siang, 19 Desember 2025.
Bantuan diserahkan kepada 118 kelompok tani yang berasal dari 76 desa di 19 kecamatan.
Jenis alsintan yang dibagikan meliputi 255 unit hand sprayer, 10 unit pompa air, serta 3 unit mesin rice transplanter atau mesin penanam benih padi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Ape Ruswandhana SP, menjelaskan, bantuan ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi kerja di lapangan, menekan biaya produksi, serta mempercepat proses budidaya tanaman pangan, khususnya padi.
“Dengan dukungan alsintan, pekerjaan petani menjadi lebih ringan dan efisien. Ini sangat penting, terutama saat musim tanam dan pengendalian hama,” ujarnya.
Bantuan alsintan tersebut merupakan program Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Anggota Komisi IV DPR RI, Ir H Herry Dermawan.
Ia menegaskan bahwa alsintan merupakan sarana penunjang yang sangat penting dalam sistem pertanian modern, meskipun bukan faktor utama dalam ketahanan pangan.
Menurut Herry Dermawan, terdapat dua faktor kunci dalam keberhasilan program ketahanan pangan nasional, yakni kelancaran pasokan air irigasi dan ketersediaan pupuk.
Sementara itu, alsintan berperan sebagai pendukung yang mempercepat proses kerja dan meningkatkan efektivitas pemanfaatan sumber daya pertanian.
“Air dan pupuk adalah kunci utama. Alsintan melengkapi keduanya agar hasil pertanian bisa lebih optimal,” kata Herry Dermawan.
Penyerahan bantuan alsintan ini juga sejalan dengan selesainya rehabilitasi jaringan irigasi tersier di wilayah Ciamis Selatan sepanjang tahun 2025.
Sebanyak 51 unit saluran irigasi dengan total panjang sekitar 25 kilometer telah diperbaiki dan kini melayani kebutuhan air irigasi untuk 3.093 hektare sawah.
Sinergi antara infrastruktur irigasi dan dukungan alsintan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Acara penyerahan alsintan tersebut turut dihadiri Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM, unsur Forkopimda, sejumlah anggota DPRD Ciamis, Koordinator PT Pupuk Indonesia Wilayah Jawa Barat, Kepala BBWS Citanduy, para kepala desa, serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ciamis menyampaikan bahwa dukungan alsintan menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
Namun, ia juga menekankan pentingnya optimalisasi infrastruktur pendukung lainnya, termasuk bendungan dan jaringan irigasi, agar manfaat bantuan benar-benar dirasakan petani.
Penyaluran alsintan tahun ini tercatat sebagai penyerahan ketiga yang dilakukan selama 2025.
Seluruh penyerahan bantuan dilaksanakan di lokasi yang sama, yakni Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, sebagai bentuk konsistensi dan kesinambungan program.
“Ini adalah penyerahan alsintan yang ketiga kalinya selama tahun 2025. Semuanya merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk mendukung petani di Ciamis,” pungkas Herry Dermawan.
Dengan dukungan alsintan yang semakin merata di 19 kecamatan, Pemerintah berharap petani di Kabupaten Ciamis mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses tanam dan panen, serta berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.





