Berita

Irigasi Tersier Rampung, Petani Ciamis Selatan Siap Tingkatkan Pola Tanam

Anggota Komisi IV DPR RI, Ir H Herry Dermawan, menegaskan bahwa rehabilitasi irigasi tersebut telah selesai dan dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk musim tanam 2026 mendatang.

Advertisements

Ketersediaan air irigasi yang stabil menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Hal inilah yang kini mulai dirasakan para petani di wilayah Ciamis Selatan setelah rehabilitasi 51 unit saluran irigasi tersier atau irigasi cacing berhasil dituntaskan sepanjang tahun 2025.

Dengan berfungsinya jaringan irigasi tersebut, petani memiliki peluang besar untuk meningkatkan pola tanam dari satu hingga dua kali panen menjadi tiga kali dalam setahun.

Total panjang saluran irigasi tersier yang direhabilitasi mencapai sekitar 25 kilometer. Jaringan ini mengaliri lahan sawah seluas kurang lebih 3.093 hektare yang tersebar di Kecamatan Purwadadi dan wilayah sekitarnya.

Keberadaan irigasi yang kini lebih baik diharapkan mampu memastikan pasokan air tersedia secara merata dan berkelanjutan pada setiap musim tanam.

Anggota Komisi IV DPR RI, Ir H Herry Dermawan, menegaskan bahwa rehabilitasi irigasi tersebut telah selesai dan dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk musim tanam 2026 mendatang.

Hal itu Herry sampaikan saat menghadiri acara penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis

Menurutnya, perbaikan infrastruktur irigasi akan membawa perubahan signifikan terhadap sistem budidaya padi yang selama ini bergantung pada kondisi cuaca dan keterbatasan air.

“Saluran irigasi tersier sepanjang 25 kilometer ini sudah berfungsi dengan baik. Sawah yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu atau dua kali dalam setahun, ke depan berpotensi ditanami hingga tiga kali,” ujarnya, Jum'at (19/12/2025.

Baca Juga :  Memasuki Fase Krusial, 32 Tim Bersaing di Babak 16 Besar Liga Pelajar Ciamis

Ia menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan nasional dan target swasembada pangan ditentukan oleh dua faktor utama, yakni kelancaran pasokan air irigasi dan ketersediaan pupuk.

Sementara itu, alat dan mesin pertanian berperan sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan efisiensi kerja petani.

Rehabilitasi 51 unit saluran irigasi tersier di kawasan Ciamis Selatan tidak hanya mencakup perbaikan fisik saluran di tingkat tersier.

Pekerjaan juga dilakukan hingga ke sumber air, termasuk pembenahan saluran primer dan sekunder.

Advertisements

Dengan demikian, distribusi air diharapkan benar-benar terjamin hingga sampai ke petak-petak sawah milik petani.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Roy Panagom Pardede ST MTech, menjelaskan, selama tahun 2025 pihaknya telah menyelesaikan rehabilitasi saluran irigasi di dua daerah irigasi utama, yakni Daerah Irigasi Lakbok Utara dan Daerah Irigasi Manganti.

Pada tahap pertama, dikerjakan 31 unit saluran, terdiri atas 25 unit di DI Lakbok Utara dan 6 unit di DI Manganti. Sisanya diselesaikan pada tahap kedua.

“Total panjang irigasi tersier yang direhabilitasi sepanjang tahun ini mencapai sekitar 25 kilometer, dengan cakupan layanan sekitar 3.093 hektare sawah di wilayah Ciamis Selatan,” ujar Roy.

Ia menyebutkan, rehabilitasi irigasi tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian, dengan pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Citanduy.

Baca Juga :  Aktivis 98 Jabar Segera Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo

Selain penguatan infrastruktur irigasi, dukungan terhadap petani juga dilakukan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Ape Ruswandhana SP, menyampaikan bahwa pada kesempatan yang sama diserahkan sebanyak 255 unit hand sprayer, 10 unit pompa air, dan 3 unit mesin rice transplanter.

Bantuan alsintan tersebut diterima oleh 118 kelompok tani yang berasal dari 76 desa di 19 kecamatan. Seluruh bantuan merupakan program Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Anggota Komisi IV DPR RI.

Menurut Herry Dermawan, ini merupakan kali ketiga penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian yang dilaksanakan di Kabupaten Ciamis sepanjang tahun 2025.

Ia berharap dukungan infrastruktur irigasi yang kuat, ditambah dengan ketersediaan sarana produksi dan alsintan, mampu mendorong peningkatan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani.

Dengan selesainya rehabilitasi saluran irigasi tersier dan tersalurnya bantuan alsintan, Ciamis Selatan kini berada pada posisi yang lebih siap untuk meningkatkan intensitas dan kualitas produksi pertanian.

Harapan akan tercapainya pola tanam tiga kali setahun bukan lagi sekadar wacana, melainkan peluang nyata yang mulai terbuka bagi para petani di wilayah tersebut.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca