
Kontingen Indonesia menutup ajang SEA Games Thailand 2025 dengan capaian membanggakan setelah finis di posisi runner up klasemen akhir.
Pada pesta olahraga Asia Tenggara yang berlangsung pada 9–20 Desember 2025 tersebut, Indonesia mengoleksi total 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu.
Dari total raihan itu, atlet-atlet asal Provinsi Jawa Tengah memberikan kontribusi signifikan dengan menyumbangkan 12 medali emas, 14 perak, dan 17 perunggu.
SEA Games Thailand 2025 diikuti oleh 1.021 atlet Indonesia dari berbagai cabang olahraga. Khusus dari Jawa Tengah, kontingen diperkuat oleh 64 atlet, didampingi belasan pelatih, serta dua orang wasit dan juri.
Keikutsertaan mereka membuahkan hasil positif, dengan tingkat keberhasilan perolehan medali yang melampaui target awal.
Salah satu penyumbang medali emas dari Jawa Tengah datang dari cabang pencak silat, yakni Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya.
Atlet yang turun di nomor Men’s Class E 65–70 kilogram tersebut mengaku bangga dapat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dan daerah asalnya.
Ia menuturkan bahwa perjalanan menuju podium tertinggi tidak dilalui dengan mudah, mengingat ketatnya persaingan sejak tahap seleksi hingga pertandingan di SEA Games.
“Perjuangan saya cukup berat, mulai dari seleksi sampai akhirnya bisa berlaga di SEA Games dan menjadi juara. Medali ini saya persembahkan untuk mama, karena orang tua benar-benar memberikan dukungan penuh sejak awal,” ujar Tito, Minggu (21/12/2025) siang.
Dalam perjalanannya menuju medali emas, Tito harus menghadapi sejumlah atlet tangguh dari Thailand dan Filipina, sebelum berjumpa dengan wakil Malaysia pada partai final.
Berkat dukungan tim serta semangat juang yang tinggi, ia berhasil mengunci kemenangan dan meraih emas.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi medali emas keduanya di ajang SEA Games, setelah sebelumnya juga meraih hasil serupa pada SEA Games Kamboja.
Tito berharap, capaian yang diraihnya bersama atlet Jawa Tengah lainnya mendapat apresiasi yang layak dari pemerintah.
Ia juga menyampaikan keinginannya untuk terus mengabdi kepada negara setelah berjuang membawa nama Indonesia di level internasional.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, M Masrofi, memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan apresiasi kepada para atlet berprestasi.
Namun, menurutnya, pemberian penghargaan akan dilakukan setelah seluruh rangkaian ajang multievent olahraga, termasuk ASEAN Para Games, selesai dilaksanakan.
“Apresiasi dari Provinsi Jawa Tengah akan kita berikan pada tahun 2026. Kita menunggu hasil keseluruhan, kemudian akan dilaporkan kepada pimpinan terkait waktu pemberiannya,” kata Masrofi.
Ia menjelaskan, capaian atlet Jawa Tengah pada SEA Games 2025 tergolong luar biasa.
Dari 64 atlet yang dikirim, sekitar 90 persen di antaranya berhasil membawa pulang medali, baik dari nomor perorangan maupun beregu.
Secara total, terdapat 58 atlet yang berhasil meraih medali dengan perolehan 12 emas, 14 perak, dan 17 perunggu.
Masrofi berharap, prestasi tersebut dapat menjadi modal penting untuk menghadapi ajang olahraga multievent berikutnya, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang solid antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah.
Hal senada disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwi Atmoko.
Ia mengapresiasi kontribusi atlet-atlet Jateng yang dinilainya melampaui target, sekaligus menyoroti empat cabang olahraga yang berhasil meraih gelar juara umum pada SEA Games 2025, yakni wushu, panahan, pencak silat, dan menembak.
“Ini capaian yang melebihi target. Kontribusi 12 emas, 14 perak, dan 17 perunggu merupakan hasil yang sangat luar biasa,” ujar Sujarwanto.
Menurutnya, keempat cabang olahraga tersebut memang menjadi andalan Jawa Tengah. Oleh karena itu, KONI bersama instansi terkait terus melakukan pembinaan dan regenerasi atlet secara berkelanjutan.
Upaya tersebut juga diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui pendirian sekolah keberbakatan olahraga yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Sekolah ini ditujukan bagi siswa berprestasi di bidang olahraga dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, guna mencetak atlet-atlet unggulan dan meningkatkan prestasi Jawa Tengah di masa mendatang.





