Berita

Akademisi Sambut Positif Kenaikan Dana Riset Kampus 2026

Kebijakan pemerintah menaikkan Dana Riset Kampus pada tahun anggaran 2026 mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi.

Peningkatan anggaran riset dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kenaikan anggaran tersebut diumumkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Taklimat Presiden yang dihadiri para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Istana Negara pada Kamis, 15 Januari 2026. Dana riset tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.

Menanggapi kebijakan tersebut, Penjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh, Dr. Ai Tusi Fatimah, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset nasional.

Menurutnya, peningkatan Dana Riset Kampus akan membuka ruang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Bahaya! Lahan Pertanian Ciamis Mulai Terkontaminasi, Bupati Serukan Revolusi Organik

“Universitas Galuh dapat ikut serta dalam riset yang tentunya bisa berdampak bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Dr. Ai Tusi Fatimah menegaskan bahwa riset merupakan bagian tidak terpisahkan dari Tridharma Perguruan Tinggi yang harus dijalankan oleh dosen.

Oleh karena itu, dukungan pendanaan yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas penelitian.

Dana riset, lanjutnya, diperlukan untuk menunjang berbagai kebutuhan kegiatan penelitian, mulai dari pengadaan bahan habis pakai, peralatan riset, hingga pelaksanaan kegiatan lapangan.

Ia juga mengapresiasi arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya keterkaitan riset kampus dengan dunia industri dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata.

Baca Juga :  Trofi Handmade Boyolali Resmi Jadi Ikon Kemenangan di Ajang Koi Dunia Hiroshima

“Itu memang menjadi ruh dari riset. Harus ada korelasi, bahkan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sejalan dengan pandangan akademisi tersebut, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers Sekretariat Kabinet, menegaskan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan industri nasional berbasis sains dan teknologi.

Presiden mendorong agar hasil riset mampu mendukung pertumbuhan industri sekaligus meningkatkan pendapatan negara.

Dengan kenaikan Dana Riset Kampus pada 2026, kalangan akademisi berharap sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dapat semakin kuat.

Melalui riset yang terarah dan berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu berperan lebih besar dalam menjawab tantangan pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca