Berita

Gebrakan Baru BAZNAS! Usulan ZIS Kontraktor Ciamis Siap Dongkrak Dana Umat

Usulan ZIS kontraktor Ciamis kini resmi masuk ke internal Baznas. Target penghimpunan dana zakat berpotensi meroket tajam tahun ini. Simak selengkapnya!

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menyambut hangat inisiatif strategis dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ciamis.

Langkah silaturahmi ini membawa usulan ZIS kontraktor Ciamis untuk memperluas potensi penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah dari para pelaksana proyek rekanan pemerintah daerah.

Wakil Ketua 1 BAZNAS Ciamis, H Wasdi, mengungkapkan bahwa pihak internal menyambut baik masukan tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk membahas aspirasi ini secara mendalam sebelum membawanya ke tingkat pembuat kebijakan puncak di Kabupaten Ciamis.

Wasdi menegaskan bahwa pembahasan usulan ZIS kontraktor Ciamis secara internal menjadi langkah awal yang krusial. Hasil pembahasan tersebut nantinya akan disampaikan secara langsung kepada Bupati Ciamis guna mendapatkan arahan serta regulasi resmi.

“Karena tentunya para rekanan Pemkab tersebut dalam hal ini para kontraktor pelaksana proyek berkaitan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang secara kewenangan ada di bawah Bupati,” ungkap Wasdi saat ditemui di Kantor BAZNAS Ciamis.

Ia menambahkan bahwa BAZNAS Ciamis kini dalam posisi menunggu keputusan penuh dari Bupati Ciamis. Keputusan pimpinan daerah akan menjadi landasan hukum yang kuat dalam mengeksekusi wacana penghimpunan dana keagamaan dari sektor penyedia jasa konstruksi.

Selama ini, BAZNAS Ciamis sebenarnya sudah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di setiap OPD. Namun, skema pengumpulan yang berjalan sejauh ini masih berfokus pada ASN dan pegawai pemerintahan saja.

Oleh karena itu, BAZNAS sangat mengapresiasi kehadiran KAHMI yang membawa gagasan segar bagi kemajuan tata kelola zakat daerah. Pengurus BAZNAS menilai silaturahmi tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata dari elemen pemuda dan intelektual.

Inisiatif memperluas jangkauan penghimpunan dana keagamaan ini dinilai sangat momentumnya tepat. Dorongan usulan ZIS kontraktor Ciamis diyakini mampu membuka keran penerimaan baru dari sektor ekonomi formal yang terus berkembang pesat.

Respon BAZNAS Atas Usulan ZIS Kontraktor Ciamis

Secara historis, KAHMI Ciamis menyodorkan ide agar BAZNAS tidak hanya bergantung pada potongan gaji rutin para pegawai negeri. Pelaksana proyek pembangunan yang mendulang pendapatan dari APBD dinilai memiliki kewajiban moral serta agama untuk berbagi.

Baca Juga :  Kasus DBD di Ciamis Turun 63 Persen, Dinkes Sebut Berkat Kesadaran Warga

Langkah perluasan sasaran zakat ini muncul di tengah catatan kinerja BAZNAS Ciamis yang terus menunjukkan tren positif. Lembaga amil zakat resmi ini terbukti berhasil mengelola dana masyarakat secara transparan dan akuntabel sepanjang tahun lalu.

Pada tahun 2025 lalu, BAZNAS Ciamis sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan melampaui target tahunan. Dari target awal sebesar Rp24,2 miliar, realisasi penghimpunan meroket hingga mencapai angka fantastis Rp27,4 miliar atau menembus 100 persen lebih.

Pencapaian luar biasa tersebut berlanjut pada tahun berjalan 2026 ini dengan target penerimaan yang dipasang lebih tinggi. BAZNAS Ciamis dibebani target penghimpunan ZIS sebesar Rp30,4 miliar oleh pemerintah daerah.

Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi dana keagamaan yang terkumpul sudah menembus angka Rp20,9 miliar. Melihat tren harian yang konsisten naik, BAZNAS optimistis target akhir tahun akan kembali terlampaui dengan mudah.

Pertumbuhan akumulasi dana zakat yang pesat ini membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat Ciamis yang semakin memuncak. Masyarakat tidak ragu menyalurkan kewajiban keagamaan mereka melalui lembaga resmi yang teruji profesionalismenya.

Selain zakat wajib, BAZNAS Ciamis juga mengelola dana infak dan sedekah sukarela dari berbagai lapisan warga. Dana tanpa ketentuan nisab ini menjadi instrumen fleksibel untuk membantu warga yang membutuhkan secara cepat.

Seluruh dana yang terkumpul disalurkan secara terukur untuk berbagai program kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan. BAZNAS juga aktif memperbaiki infrastruktur keagamaan serta mendanai program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Tatar Galuh.

Kendati capaian BAZNAS sudah sangat mengesan, KAHMI menilai potensi penerimaan daerah sejatinya jauh lebih besar. Keterbatasan kemampuan anggaran APBD Ciamis membuat terobosan sumber pendanaan alternatif seperti usulan ZIS kontraktor Ciamis menjadi sangat krusial.

Dorongan KAHMI Demi Optimalkan Potensi ZIS Daerah

Koordinator Presidium MD KAHMI Ciamis, Dafid Firdaus, menegaskan bahwa para penyedia jasa konstruksi sepatutnya ikut berkontribusi. Mereka yang mendapatkan manfaat ekonomi dari proyek pembangunan daerah sudah seyogianya menyisihkan sebagian rezeki.

Baca Juga :  Bentuk Kepedulian, Perumdam Tirta Galuh Ringankan Akses Air Bersih bagi Warga Tatar Galuh

“Kami mengusulkan kepada BAZNAS untuk menghimpun dana ZIS dari kontraktor, penyedia jasa, dan pelaksana pembangunan yang mendapatkan proyek dari Pemkab. Jadi mereka tidak hanya dikenakan pajak, tetapi juga menyalurkan ZIS melalui BAZNAS,” tegas Dafid.

Dafid menerangkan bahwa gagasan mengenai usulan ZIS kontraktor Ciamis telah disampaikan secara resmi melalui surat tertulis. Tembusan surat tersebut juga diteruskan langsung kepada Bupati Ciamis sebagai penentu kebijakan daerah.

Tidak berhenti pada surat, pengurus KAHMI juga menggelar dialog tatap muka langsung dengan jajaran pimpinan BAZNAS Ciamis. Pertemuan produktif tersebut berlangsung hangat di Kantor BAZNAS Ciamis pada Selasa (28/7).

KAHMI menyakini bahwa apabila skema ini mendapat payung hukum resmi, lonjakan penerimaan BAZNAS akan sangat signifikan. Potensi dana sosial Islam di Ciamis diprediksi bakal melampaui angka Rp30 miliar per tahun dengan mudah.

Apabila BAZNAS berhasil mengeksekusi usulan ZIS kontraktor Ciamis, maka program bantuan sosial daerah akan makin berdampak. Beban pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial juga dapat diringankan secara nyata.

Sinergi antara pengusaha konstruksi, BAZNAS, dan Pemkab Ciamis diprediksi menjadi model percontohan nasional dalam pengelolaan zakat. Skema ini mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pembangunan kesejahteraan mental rohani masyarakat secara seimbang.

Masyarakat kini menantikan keputusan resmi Bupati Ciamis terkait penerapan usulan ZIS kontraktor Ciamis ini. Semua pihak berharap kebijakan yang dilahirkan mampu memberikan kemaslahatan terluas bagi seluruh warga Kabupaten Ciamis.

BAZNAS Ciamis sendiri berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi mengenai perkembangan pembahasan regulasi ini. Sikap terbuka dan responsif BAZNAS menjadi kunci sukses mengawal aspirasi positif dari elemen masyarakat.

Ke depan, BAZNAS berkomitmen memperkuat sistem transparansi pelaporan agar kepercayaan publik terus terjaga. Dengan tata kelola modern, implementasi usulan ZIS kontraktor Ciamis diyakini berjalan akuntabel dan tepat sasaran.

Melalui integrasi program yang solid, BAZNAS optimistis dana ZIS dapat dioptimalkan untuk kemandirian ekonomi umat. Dukungan seluruh elemen, termasuk para kontraktor, akan membawa Tatar Galuh menjadi daerah yang makin sejahtera dan berkah.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca