Berita

Melampaui Target Nasional, Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban Umat

Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis melampaui target nasional. Intip aksi serentak 840 masjid dan penguatan pusat peradaban umat!

Pelaksanaan Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis mencatatkan capaian luar biasa yang melampaui target awal nasional. Kegiatan gotong-royong massal ini diikuti oleh 840 rumah ibadah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Gerakan serentak ini bukan sekadar agenda rutin membersihkan lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membangkitkan budaya memakmurkan masjid serta mengembalikan fungsinya sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat.

Pelaksanaan Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis. Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian agenda nasional Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat secara masif. Pengurus masjid, ASN Kemenag, remaja masjid, majelis taklim, hingga organisasi kemasyarakatan Islam turun tangan secara langsung.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, menegaskan bahwa tingginya partisipasi ini menunjukkan kepedulian yang besar dari seluruh elemen masyarakat. Kebersihan tempat ibadah kini bukan lagi menjadi beban pengurus semata.

“Untuk Ciamis ada 840 titik masjid yang hari ini secara serentak melaksanakan kegiatan gerakan bersih-bersih masjid,” ujar Asep saat memberikan keterangan resmi.

Secara teknis, target awal yang ditetapkan sebelumnya adalah 780 titik masjid dan musala. Namun, realisasi di lapangan justru menembus angka 840 titik atau setara dengan 107,69 persen dari target awal.

Keberhasilan Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis ini didukung penuh oleh 26 Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Berbagai lembaga keagamaan seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut memberikan pengawalan ketat.

Sejumlah kecamatan bahkan mencatatkan angka partisipasi yang jauh melampaui estimasi awal. Kecamatan Cipaku mencatat partisipasi tertinggi dengan 45 masjid dari target awal 30 titik.

Baca Juga :  Universitas Galuh Raih Rp 1,9 Miliar Hibah Riset dari Kemendikbudristek di Tahun 2025

Sementara itu, Kecamatan Sadananya menyusul dengan 41 titik, Cihaurbeuti 39 titik, dan Purwadadi 38 titik. Kecamatan Ciamis dan Lakbok masing-masing juga menyumbang partisipasi aktif sebanyak 35 titik.

Asep berharap agar Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata. Sebaliknya, kebiasaan menjaga kebersihan harus mengakar menjadi budaya yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga fasilitas publik ini. Kerja sama lintas elemen akan memastikan kondisi rumah ibadah tetap terawat dengan baik.

“Harapan ke depan agar menjadi kebiasaan, masjid menjadi tanggung jawab bersama. Jadi jangan sampai hanya mengandalkan DKM saja, tapi ini menjadi tanggung jawab umat Islam bersama,” tegas Asep.

Selain sebagai tempat ibadah utama, tempat ini juga harus menjadi ruang publik yang inklusif dan ramah. Para musafir atau warga yang sedang melakukan perjalanan jauh harus merasa nyaman saat singgah.

“Masjid harus dijadikan tempat istirahat sehingga fasilitas-fasilitas yang ada di masjid betul-betul bersih dan juga enak untuk digunakan,” tambahnya.

Mengembalikan Fungsi Idaroh, Imaroh, dan Riayah Lewat Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis

Di sisi lain, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Ciamis, H. Moh. Aip Maptuh, menilai capaian ini sebagai langkah awal reorientasi fungsi masjid. Ia mengaitkan gerakan ini dengan tiga pilar utama pengelolaan rumah ibadah.

Ketiga pilar tersebut mencakup idaroh (pengelolaan manajemen), imaroh (pemakmuran kegiatan), dan riayah (pemeliharaan fisik). Ketiganya harus berjalan secara seimbang agar fungsi masjid optimal.

Baca Juga :  Isak Tangis Iringi Pengukuhan Paskibraka Ciamis 2025, Orang Tua dan Anak Saling Berpelukan

“Insyaallah ini akan memberikan satu hentakan budaya yang bagus dalam rangka penerapan dari program idaroh, imaroh, dan riayah di lingkungan masjid sendiri ke depannya,” jelas Aip.

Aip menambahkan bahwa kebersihan fisik merupakan pintu masuk menuju tujuan yang jauh lebih besar. Masjid diharapkan dapat bertransformasi menjadi markazul hayah atau pusat kehidupan masyarakat.

  • [Masukkan External Link / DoFollow Link Ke Sumber Otoritatif Resmi di sini]

Maka dari itu, pemakmuran masjid harus menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial. Masjid tidak boleh diisolasi hanya untuk ritual ibadah khusus atau mahdhah semata.

“Pertama, muaranya kan ada di dalam pemakmuran masjid. Jadi masjid menjadi hidup, masjid menjadi markazul hayah untuk masyarakat, menjadi pusat peradaban,” ungkapnya.

Ke depan, ruang-ruang di dalam masjid diharapkan fleksibel untuk kegiatan pendidikan, ekonomi syariah, dan pemberdayaan sosial. Hal ini akan memperkuat ikatan emosional antara umat dan rumah ibadahnya.

Dengan demikian, Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis menjadi pemicu kesadaran kolektif yang sangat krusial. Aksi nyata seperti menyapu dan mengepel adalah simbol kepedulian yang lebih mendalam.

Integrasi antara kegiatan ibadah ritual dan kegiatan kemasyarakatan akan menjadikan masjid relevan sepanjang zaman. Masyarakat akan merasakan langsung manfaat kehadiran masjid di lingkungan mereka.

“Masjid bisa berfungsi sesuai dengan fungsi-fungsi kemasjidan yang bukan saja untuk ibadah mahdhah, tetapi juga untuk kegiatan ghairu mahdhah yang menyangkut hajat dan kebutuhan kemasyarakatan,” tutup Aip.

Melalui komitmen bersama ini, keberlanjutan Gerakan Bersih-Bersih Masjid di Ciamis dipastikan akan terus bergulir. Kesadaran umat dalam memelihara dan memakmurkan masjid kini menjadi pilar utama pembangunan peradaban di Kabupaten Ciamis.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca