Berita

Tangis Haru Janda Lansia di Ciamis Usai Rumah Reyotnya Dibantu Bupati

Suasana penuh haru menyelimuti rumah sederhana milik Titi Nurhayati (65), seorang janda lansia di Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Air matanya tak terbendung ketika Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, datang langsung dan menyerahkan bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang sudah lama tidak layak huni.

Selama bertahun-tahun, Titi tinggal seorang diri di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Atap rumahnya bocor, dinding kayu rapuh, dan bagian bangunan sudah miring seakan menunggu waktu untuk roboh.

Kondisi ini bukan hanya membuat rumah tersebut tidak nyaman ditinggali, tetapi juga membahayakan keselamatannya.

Titi mengaku sudah pasrah dengan keadaan. Kesulitan ekonomi membuatnya tidak mampu memperbaiki rumah warisan itu.

Namun, takdir berkata lain ketika kabar mengenai kondisi rumahnya sampai ke telinga Bupati.

Momen itu terjadi pada Minggu (24/8/2025), setelah Herdiat menghadiri pengajian rutin Yaumul Ijtima di Masjid Al Qausaen, Banjarsari.

Usai acara, ia mendapat informasi tentang kondisi rumah Titi. Tanpa banyak pikir, Herdiat langsung mendatangi kediaman sang janda lansia untuk melihat kondisi sebenarnya.

Baca Juga :  Wacana WFH ASN Ciamis dan Aturan Bersepeda Demi Efisiensi APBD Ciamis

Saat tiba di lokasi, pemandangan rumah reyot dengan dinding rapuh dan atap bocor membuat Herdiat terenyuh.

Ia kemudian menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 15 juta agar rumah Titi bisa segera diperbaiki.

Mendapat perhatian yang tak pernah disangka, Titi menangis bahagia. Dengan suara lirih, ia mengucapkan rasa syukurnya.

“Saya tidak pernah menyangka Bupati datang ke rumah saya. Apalagi sampai memberikan bantuan. Alhamdulillah, sekarang saya bisa memperbaiki rumah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Bantuan tersebut menjadi secercah harapan baru bagi Titi untuk bisa hidup lebih layak di masa tuanya.

Bupati Herdiat menegaskan bahwa hadir langsung ke tengah masyarakat merupakan kewajiban moral seorang pemimpin.

Ia ingin memastikan bantuan pemerintah benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.

“Sebagai Bupati, sudah menjadi kewajiban untuk datang dan melihat langsung kondisi warga, apalagi yang sangat membutuhkan. Saya berharap bantuan ini bisa bermanfaat supaya rumah Ibu Titi menjadi lebih layak huni dan nyaman,” ucapnya.

Baca Juga :  Polemik Pengisian Kursi Wabup Ciamis Masih Berlarut, Golkar Dorong Kepastian Regulasi

Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Ciamis.

Program ini diharapkan mampu membantu warga miskin, menekan angka kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan yang diterima Titi menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah warganya.

Bupati Herdiat menegaskan pihaknya akan terus memperluas penyaluran bantuan serupa, agar semakin banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa merasakannya.

Bagi Titi, hari itu bukan hanya tentang uang Rp 15 juta yang diterimanya, tetapi juga tentang perhatian dan kepedulian seorang pemimpin.

Air matanya adalah simbol kelegaan dan harapan baru, bahwa di sisa hidupnya ia tak lagi harus bertahan di rumah yang nyaris roboh.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca