
Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, S.STP., M.Si., melalui Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Layanan E-Government, Dadan Anwar Sadat, S.IP., M.Si., memastikan bahwa peretasan situs BKPSDM Ciamis telah berhasil ditangani sepenuhnya.
Sebelumnya, situs resmi BKPSDM yang beralamat di bkpsdm.ciamiskab.go.id sempat diretas dan menampilkan konten perjudian online (judol) pada pekan lalu.
“Sudah ditangani. Alhamdulillah, saat ini situs BKPSDM telah kembali berjalan normal,” ungkap Dadan saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (7/11).
Dadan menjelaskan, penanganan insiden tersebut dapat dilakukan dengan cepat berkat kolaborasi lintas bidang di lingkungan Diskominfo Ciamis.
Setelah dilakukan pelacakan, tim menemukan adanya file asing yang disusupkan oleh pihak tak bertanggung jawab ke dalam sistem situs BKPSDM.
“Setelah kami lakukan penelusuran, ternyata terdapat file penyusup dalam sistem situs tersebut. Berkat kerja sama tiga bidang di Diskominfo, file peretas itu akhirnya berhasil kami halau,” jelasnya.
Menurut Dadan, setiap situs maupun aplikasi digital pasti memiliki celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan oleh peretas.
Karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan peningkatan keamanan sistem pada seluruh situs milik instansi pemerintah daerah.
“Saat ini ada sekitar 144 situs dan aplikasi yang berada di bawah pengawasan kami, baik dari sisi pengembangan maupun keamanan. Kami selalu memprioritaskan kualitas layanan dan aspek keamanannya,” tambah Dadan.
Meski demikian, Dadan tidak menampik bahwa keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan siber di lingkungan pemerintahan Kabupaten Ciamis.
“Memang di kami sudah ada semacam tim siber yang berpatroli secara bergiliran selama 24 jam, khususnya untuk memantau keamanan situs dan memastikan layanan darurat 122 tetap berfungsi optimal. Namun, tantangan SDM dan anggaran memang masih cukup besar,” paparnya.
Tim ini disebut sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan menanggulangi setiap potensi serangan siber yang dapat mengganggu sistem layanan publik.
Sementara itu, salah seorang pegawai BKPSDM Kabupaten Ciamis, Lili, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja cepat tim Diskominfo dalam menangani insiden tersebut.
“Alhamdulillah, situs kami sudah berangsur pulih seperti semula. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak Diskominfo Ciamis ketika mengetahui adanya peretasan. Sebelumnya, situs kami juga sempat diretas dan menampilkan konten pornografi beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan berbasis elektronik, Diskominfo Ciamis bertekad untuk meningkatkan infrastruktur keamanan siber di seluruh situs pemerintahan daerah.
Upaya tersebut dilakukan agar layanan publik digital tetap aman, andal, dan terpercaya bagi masyarakat.
Selain itu, Diskominfo juga berencana untuk meningkatkan kapasitas SDM bidang teknologi informasi melalui pelatihan dan sertifikasi keamanan digital, guna meminimalkan potensi kerentanan di masa mendatang.
Dengan berbagai langkah antisipatif ini, Diskominfo Ciamis berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, serta seluruh situs pemerintahan dapat terus memberikan pelayanan digital yang optimal bagi masyarakat.





