Seorang Guru Honorer Begal Payudara, Wisatawan Turis Asing

0
80
Seorang Guru Honorer Begal Payudara, Wisatawan Turis Asing

Viral,-Polisi pada akhirnya berhasil menyingkap dugaan pelaku pelecehan seksual pada sejumlah turis asing di kawasan Prawirotaman, Jogja. SP, 37, seorang guru honorer dari Sayegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diringkus oleh polisi Mergangsan, guru honorer yang diduga menganiaya wisatawan asing perempuan di desa wisata daerah Prawirotaman Kota, Jogja.

Dilansir Solopos.com Lelaki yang sekarang menjadi tersangka sebenarnya memberikan pernyataannya bias gender dan memojokkan korban. Dia menyalahkan turis itu karena mengenakan gaun mini. “Sudah dua kali, saya merasakan dadanya karena iseng dan pakaiannya mini,” katanya kepada wartawan di kantor polisi Mergangsan, Selasa (16/7/2019).

SP sebenarnya punya istri dan anak. Ia mengaku menyesal telah mencoreng nama baik Yogyakarta sebagai kota wisata.

Kapolres Mergangsan Komisaris Besar Tri Wiratmo menyatakan, pelaku telah melakukan tindakan amoral dua kali, yaitu pada 13 Juni dan 29 2019. Sasarannya tentunya turis asing di desa Prawirotaman. “Dari pendalaman polisi, pelaku menargetkan para wisatawan asing. Mereka yang menjadi korban warga negara Belanda dan Australia yang kebetulan lewat di jalan, selalu terjadi pada pukul 02.00 – 15.00 WIB,” kata Tri.

Pelaku yang bekerja setiap hari sebagai guru olahraga di salah satu sekolah dasar swasta ditangkap, Senin (15/7/2019) di rumahnya, setelah serangkaian penyelidikan oleh polisi.

Tri mengatakan, mode yang digunakan oleh pelaku beraksi baik 13 dan 29 Juni adalah sama. Diawali dengan para aktor yang berpura-pura nongkrong sambil mengamati situasi di gang Prawirotaman yang terkenal, Gang Batik 1.

Setelah terdapat calon korban, yaitu wisatawan asing wanita yang lewat, pelaku akan berjalan di depan wisatawan dan kemudian memutar sepeda motor mereka untuk melakukan pelecehan.

“Ini memang target wisatawan asing. Kami khawatir kami akan menodai nama baik Yogyakarta sebagai kota wisata. Jika target lokal perempuan berbeda,” tambahnya.

Selain tertangkapnya pelaku, polisi menyita barang bukti dalam bentuk sepeda motor, dua jaket hitam serta coklat, dan helm. Semua bukti dipantau oleh CCTV, yang memiliki video viral di Facebook.

Atas tindakannya tersebut, pelaku diancam dengan belitan dalam Pasal 281 KUHP tentang tindak pidana tidak bermoral dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here