Berita

PWM Jawa Barat Dorong Kemitraan untuk Perluas Program Dapur Makan Bergizi Gratis

PWM Jawa Barat tengah menggalakkan kolaborasi lintas sektor guna memperluas jangkauan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat ketahanan pangan dan memastikan akses pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Dapur MBG pertama di Jawa Barat resmi beroperasi di SMK Muhammadiyah Kawali, Kabupaten Ciamis, menandai dimulainya program layanan gizi gratis yang ditargetkan akan hadir di 60 titik di seluruh wilayah Jawa Barat.

Ketua Koordinator Wilayah MBG Muhammadiyah Jawa Barat, Lutfi Nurdianchah, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada internal Muhammadiyah, tetapi juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami membuka peluang kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga swasta, serta elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dapur makan bergizi dan memastikan manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Perangkat Desa Konsultasi Penyusunan Laporan Realisasi APBDes 2024 di DPMD Ciamis

PWM Jawa Barat menilai kemitraan lintas sektor mampu memperkuat pendanaan, logistik, serta jaringan distribusi pangan.

Dengan dukungan tersebut, dapur MBG diharapkan dapat beroperasi secara konsisten dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang membutuhkan.

Penanggung Jawab Koordinator Wilayah MBG Muhammadiyah Jawa Barat, Acep Muharom T Syamsudin, menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar pembagian makanan gratis.

“Dapur MBG merupakan wujud nyata dakwah sosial Muhammadiyah. Ini adalah upaya kolektif untuk memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, memperoleh akses gizi yang layak,” tutur Acep.

Menurutnya, perluasan dapur makan bergizi akan menjadi tonggak penting dalam menghadirkan layanan sosial yang berkelanjutan.

Dengan dukungan mitra strategis, PWM Jawa Barat optimistis program ini bisa menjadi model pemenuhan gizi berbasis komunitas yang efektif.

Baca Juga :  Seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Ciamis Telah Dibuka, Ini Persyartanya

PWM Jawa Barat menargetkan pendirian 60 titik dapur MBG dalam beberapa tahun ke depan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat miskin dan rentan, dapur ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi tentang pentingnya gizi seimbang serta solidaritas sosial.

“Kami ingin dapur MBG bukan hanya sekadar tempat makan gratis, tetapi juga pusat pembelajaran dan penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal,” kata Lutfi menambahkan.

Dengan strategi kemitraan yang inklusif, Muhammadiyah Jawa Barat berharap keberadaan dapur MBG dapat menjadi solusi konkret bagi persoalan gizi sekaligus memperkokoh jejaring kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca