
Muhammadiyah menetapkan target ambisius untuk membangun 60 titik Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Jawa Barat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen organisasi tersebut dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Program ini secara resmi dimulai dengan beroperasinya dapur MBG perdana di SMK Muhammadiyah Kawali, Kabupaten Ciamis.
Kehadiran unit pertama ini menandai awal dari realisasi rencana besar Muhammadiyah di sektor layanan sosial dan kesehatan masyarakat berbasis pangan bergizi.
Dapur makan bergizi gratis pertama di Jawa Barat kini telah dibuka di lingkungan SMK Muhammadiyah Kawali.
Unit ini berada di bawah koordinasi MBG Muhammadiyah Wilayah Jawa Barat dan menjadi langkah awal dari instruksi Koordinator Nasional MBG Muhammadiyah yang mendorong percepatan pembentukan dapur makan bergizi di berbagai daerah.
Menurut Acep Muharom T Syamsudin, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat sekaligus Penanggung Jawab Koordinator Wilayah MBG, program ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa.
“Hadirnya dapur MBG ini bukan hanya soal membagi makanan gratis, tetapi merupakan bentuk dakwah sosial Muhammadiyah untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan,” tegas Acep.
PWM Jawa Barat melalui tim koordinator wilayah MBG telah merancang roadmap pembangunan 60 titik dapur makan bergizi gratis di berbagai daerah.
Target ini diharapkan dapat terwujud secara bertahap melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah, lembaga sosial, dan pemerintah daerah.
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM Jawa Barat, Lutfi Nurdianchah, yang juga menjabat sebagai Ketua Koordinator Wilayah MBG Muhammadiyah Jawa Barat, menyatakan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan program ini.
“Kami akan memperluas jejaring kemitraan agar dapur makan bergizi gratis ini tidak hanya beroperasi sementara, tetapi berkelanjutan dan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Program dapur MBG Muhammadiyah ini tidak terbatas pada warga internal Persyarikatan Muhammadiyah saja, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum yang membutuhkan layanan makan bergizi gratis.
Inisiatif ini diharapkan mampu menjawab tantangan pemenuhan gizi masyarakat di tengah tingginya angka kerentanan pangan di Jawa Barat.
Dengan cakupan yang terus diperluas, program ini juga diharapkan menjadi model layanan sosial yang dapat direplikasi di provinsi lain.
Dengan target 60 titik dapur makan bergizi gratis, Muhammadiyah berupaya menghadirkan layanan sosial yang tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan.
Program ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana organisasi masyarakat dapat terlibat aktif dalam isu pemenuhan gizi dan pemberdayaan sosial.
PWM Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, membangun jejaring kemitraan, dan memperluas jangkauan program hingga ke pelosok Jawa Barat, agar tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses makanan bergizi yang layak.





