
Harapan PSGC Ciamis untuk memastikan tiket promosi otomatis ke Liga 2 harus tertunda.
Klub kebanggaan masyarakat Tatar Galuh itu takluk dengan skor 0-2 dari Dejan FC pada laga semifinal Liga Nusantara musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Selasa (3/2/2026).
Kekalahan tersebut membuat tim asuhan pelatih Heri Kiswanto gagal melaju ke partai final sekaligus kehilangan kesempatan meraih promosi langsung.
Meski demikian, peluang PSGC untuk naik kasta belum sepenuhnya tertutup. Laskar Singacala masih memiliki kesempatan terakhir melalui babak play off guna memperebutkan posisi peringkat ketiga terbaik yang berhak atas satu tiket promosi ke Liga 2.
Pada laga play off nanti, PSGC Ciamis akan menghadapi Persiba Bantul. Tim asal Daerah Istimewa Yogyakarta itu juga gagal meraih promosi otomatis setelah kalah tipis 1-2 dari RANS Nusantara FC pada pertandingan semifinal yang digelar di stadion yang sama, Selasa (3/2/2026) malam.
Sementara itu, Dejan FC memastikan diri sebagai tim pertama yang lolos otomatis ke Liga 2. Klub asal Depok, Jawa Barat tersebut tampil impresif sepanjang kompetisi Liga Nusantara 2025/2026.
Sejak fase grup hingga semifinal, Dejan FC belum sekalipun menelan kekalahan. Pada partai final, Dejan FC dijadwalkan menghadapi RANS Nusantara FC untuk memperebutkan gelar juara.
Dalam pertandingan semifinal melawan Dejan FC, PSGC Ciamis menunjukkan perlawanan yang cukup sengit meski harus bermain di atas lapangan licin akibat hujan lebat yang mengguyur Stadion Sriwedari.
Sepanjang babak pertama, PSGC beberapa kali mampu merepotkan lini pertahanan Dejan FC.
Peluang pertama datang pada menit ke-37 melalui tendangan spekulatif Surya Wardana, namun bola masih melenceng ke sisi kanan gawang Dejan FC yang dikawal Sujarmin, mantan penjaga gawang tim PON Jawa Barat.
Empat menit berselang, giliran Elang Sandi yang mengancam lewat sundulan kepala, tetapi bola masih melambung di atas mistar.
Hingga wasit memberikan tambahan waktu dua menit dan mengakhiri babak pertama, kedua tim gagal memecah kebuntuan. Skor kacamata 0-0 menutup jalannya paruh pertama.
Memasuki babak kedua, Dejan FC tampil lebih agresif. Tim berjuluk Laskar Depok tersebut mulai meningkatkan intensitas serangan setelah membaca pola permainan PSGC.
Trisula serangan Dejan FC yang dikomandoi Ronald Bissa, pemain kelahiran Pantai Gading yang telah berstatus Warga Negara Indonesia, beberapa kali menusuk pertahanan PSGC.
Penjaga gawang PSGC, M Ridho, harus bekerja keras melakukan sejumlah penyelamatan untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Di sisi lain, Elang Sandi yang telah mencetak delapan gol pada fase grup mendapat pengawalan ketat dari barisan belakang Dejan FC.
Pelatih PSGC, Heri Kiswanto, mencoba mengubah situasi dengan melakukan rotasi pemain di awal babak kedua guna menambah daya gedor. Namun, petaka justru datang lebih dahulu.
Pada menit ke-50, Dejan FC berhasil membuka keunggulan. Abdul Latif mencetak gol melalui aksi individu yang impresif.
Ia melakukan solo run, melewati dua pemain belakang PSGC, sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit ke sisi kanan gawang. Tendangan mendatar tersebut gagal dibendung M Ridho, dan Dejan FC unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, PSGC berupaya meningkatkan tekanan. Peluang emas sempat hadir pada menit ke-68 ketika Sidang Iskus, yang naik membantu serangan, memperoleh kesempatan mencetak gol. Namun, peluang tersebut belum mampu mengubah kedudukan.
Alih-alih menyamakan skor, PSGC kembali kebobolan pada menit ke-83. Afif, pemain pengganti yang masuk menggantikan Abdul Latif, sukses menggandakan keunggulan Dejan FC melalui sundulan kepala yang tak mampu dijangkau kiper PSGC. Gol tersebut mengubah skor menjadi 0-2.
Hingga wasit M. Santoso meniup peluit panjang setelah tambahan waktu empat menit di babak kedua, PSGC Ciamis tak mampu memperkecil ketertinggalan. Skor 0-2 bertahan hingga akhir pertandingan.
Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi PSGC, terutama karena kembali harus menempuh jalur play off seperti musim sebelumnya. Meski demikian, optimisme tetap dijaga.
“Peristiwa tahun lalu kembali terulang. PSGC kembali harus berebut satu tiket peringkat ketiga untuk promosi ke Liga 2. Semoga tahun ini hasilnya berbeda dan PSGC bisa lolos,” ujar Ketua Forum Pemuda Galuh sekaligus pegiat sepak bola Ciamis, Adang Ija Sudrajat.
PSGC dijadwalkan menghadapi Persiba Bantul pada laga play off yang akan digelar Sabtu (7/2/2026) di Stadion Sriwedari, Solo. Hal tersebut dikonfirmasi oleh asisten pelatih PSGC, Dicky Jong.
“Pertandingan play off akan dimainkan hari Sabtu, 7 Februari 2026,” ujarnya.
Dengan jeda waktu empat hari, PSGC Ciamis diharapkan mampu memulihkan kondisi fisik dan mental pemain.
Laga melawan Persiba Bantul akan menjadi kesempatan terakhir bagi Laskar Singacala untuk kembali menjemput asa promosi ke Liga 2 melalui pintu terakhir, babak play off.





