
Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (3/2/2026) siang.
Cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut mengakibatkan dua rumah warga di Desa Kertahayu mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang di lokasi yang berbeda.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Kertaharja, Desa Kertahayu. Sebuah pohon petai berukuran besar tumbang dan menghantam atap rumah milik Karjo (70).
Rumah tersebut dihuni oleh Karjo bersama istrinya, Karningsih (74). Akibat kejadian itu, bagian atap rumah mengalami kerusakan cukup signifikan.
Pada waktu yang hampir bersamaan, rumah warga lainnya juga mengalami kerusakan akibat pohon tumbang.
Sebuah pohon waru yang patah menimpa atap rumah milik Anang Ruhiyat (60) di Dusun Cisaar, RT 05 RW 02, Desa Kertahayu.
Rumah tersebut dihuni oleh Anang bersama keluarganya dengan jumlah penghuni lima orang. Hantaman pohon menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah.
Meski menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kedua peristiwa tersebut.
Seluruh penghuni rumah dilaporkan selamat. Hal tersebut disampaikan oleh relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Ciamis wilayah Pamarican, Baehaki Efendi.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Penghuni kedua rumah dalam kondisi selamat,” ujar Baehaki.
Penanganan dampak pohon tumbang dilakukan pada hari yang sama. Warga setempat bersama relawan Tagana, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta petugas pemadam kebakaran dari Pos WMK Banjarsari bergotong royong melakukan evakuasi pohon yang menimpa rumah warga.
Selain merusak permukiman, hujan lebat dan angin kencang juga memicu terjadinya banjir disertai lumpur yang merendam ruas Jalan Kertahayu–Pamarican, tepatnya di Blok BBUG, Dusun Ciparakan, RT 04 RW 02, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican.
Setelah genangan air surut, lumpur tebal menutupi permukaan aspal jalan sehingga menyebabkan kondisi jalan licin dan membahayakan pengguna jalan.
Menyikapi kondisi tersebut, salah seorang warga, Uyud Supriadi (64), berinisiatif menghubungi Pos WMK Banjarsari untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Menindaklanjuti laporan warga, empat petugas pemadam kebakaran yang tengah berjaga, yakni Icep, Uju, Rahmat, dan Bintang, segera menuju lokasi menggunakan mobil pancar bernomor polisi Z 8163 T.
Bersama warga, petugas membersihkan lumpur dari badan jalan dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi.
Sekitar pukul 17.50 WIB, setelah memastikan kondisi jalan kembali bersih, aman, dan nyaman untuk dilalui, petugas pemadam kebakaran kembali ke Pos WMK Banjarsari.





