
Sebanyak 25 orang peserta yang terdiri dari kalangan ibu rumah tangga di Desa Buanamekar, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, secara antusias mengikuti program pemberdayaan ekonomi.
Mereka tergabung dalam kegiatan Pelatihan Tata Boga Disnaker Ciamis yang diselenggarakan secara intensif dari tanggal 20 hingga 31 Juli 2023.
Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan sebuah inisiatif nyata untuk membekali para perempuan desa dengan keterampilan praktis.
Tujuannya sangat jelas, yakni mencetak kemandirian finansial dari skala rumah tangga sekaligus menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga di era modern.
Ringkasan Berita
Sinergi Kuat Menyukseskan Program P2WKSS di Buanamekar
Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan ini memiliki makna yang jauh lebih luas bagi percepatan pembangunan desa.
Program ini merupakan bentuk dukungan langsung dari pemerintah daerah untuk menyukseskan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) yang sedang berjalan di Desa Buanamekar.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Ciamis, Enda Suhendar, didampingi oleh Kasi Pelatihan Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Iwan Hermawan, mendukung penuh kegiatan tersebut.
Program Pelatihan Tata Boga Disnaker Ciamis ini diyakini mampu mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam ranah ekonomi kreatif, khususnya sektor kuliner.
Oleh karena itu, sinergi antara dinas terkait, pemerintah kecamatan, hingga aparatur desa terus diperkuat.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada tahap seremonial saja, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang yang terukur.
Fokus Materi Pelatihan Tata Boga Disnaker Ciamis Sesuai Kebutuhan
Lebih jauh, Iwan Hermawan menjelaskan bahwa Pelatihan Tata Boga Disnaker Ciamis memiliki tujuan spesifik untuk membantu kalangan ibu-ibu merintis usaha mandiri.
Potensi pasar kuliner yang selalu hidup menjadi alasan utama mengapa sektor ini menjadi prioritas utama dinas terkait.
“Agar ke depan bisa membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya melalui bekal keterampilan yang mumpuni,” kata Iwan.
Menurut Iwan, kurikulum dan materi yang disampaikan pada Pelatihan Tata Boga Disnaker Ciamis tidak disusun secara sembarangan.
Praktik memasak yang diajarkan merujuk langsung pada kebutuhan riil para peserta dari wilayah Buanamekar, Panumbangan.
Hal ini sangat krusial agar ilmu yang didapat bisa langsung diaplikasikan dengan mudah di dapur masing-masing.
“Tentunya materi digali dari kebutuhan para peserta di lapangan. Dan sebagai bentuk legalitas serta kebanggaan, setiap peserta yang sudah mengikuti pelatihan masing-masing mendapatkan sertifikat resmi,” tambahnya.
Camat Panumbangan Dorong Digitalisasi Pemasaran Produk
Antusiasme yang tinggi tidak hanya datang dari dinas terkait, tetapi juga dari pucuk pimpinan wilayah setempat.
Camat Panumbangan, Edi Yulianto, mengaku sangat mengapresiasi terobosan Pelatihan Tata Boga Disnaker Ciamis tersebut karena sejalan dengan visi pembangunan kemandirian di wilayahnya.
Edi sangat berharap, para peserta yang mendapat kesempatan emas mengikuti bimbingan ini bisa memanfaatkan fasilitas dan ilmu dengan sebaik mungkin.
“Semoga ibu-ibu sekalian bisa mempunyai keterampilan dan keahlian khusus di bidang kuliner, dan ilmunya bisa segera dijadikan modal awal untuk membuka usaha mandiri,” kata Edi memberikan motivasi.
Lebih menarik lagi, Edi tidak hanya menyoroti aspek produksi di dapur.
Terkait strategi penjualan, Edi menyarankan agar 25 warga Desa Buanamekar peserta Pelatihan Tata Boga Disnaker Ciamis bisa peka dan mulai memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk promosi.
Memaksimalkan Peran Perempuan Melalui Teknologi Kreatif
Di era ponsel pintar seperti sekarang, berjualan tidak harus menyewa tempat atau ruko yang mahal.
Platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, hingga layanan pesan antar makanan daring bisa menjadi ujung tombak pemasaran yang sangat efektif.
Pemanfaatan teknologi digital dipandang sebagai solusi paling cerdas untuk menjangkau pembeli secara langsung.
Dengan modal foto produk makanan yang menarik dan narasi promosi yang menggugah selera, produk olahan ibu-ibu Buanamekar bisa dikenal lebih luas.
“Semoga dengan begitu, peran perempuan semakin terlihat nyata dalam membantu meningkatkan roda ekonomi, yang pada ujungnya bermuara untuk kesejahteraan keluarga masing-masing,” ujar Edi menambahkan.
Keterampilan Kuliner Sebagai Pondasi Masa Depan
Banyak pihak mungkin bertanya-tanya, mengapa tata boga selalu menjadi pilihan favorit dalam program kemasyarakatan.
Jawabannya sangat rasional. Industri kuliner merupakan sektor pemenuhan kebutuhan pokok yang permintaannya tidak pernah surut.
Selain itu, usaha makanan juga sangat fleksibel. Para ibu rumah tangga bisa menjalankan bisnis ini langsung dari rumah tanpa harus meninggalkan kewajiban mengurus anak dan keluarga.
Melalui inisiatif nyata seperti Pelatihan Tata Boga Disnaker Ciamis, pemerintah daerah membuktikan komitmennya dalam membangun ekonomi dari desa.
Diharapkan pasca program ini, embrio usaha mandiri di Desa Buanamekar akan tumbuh pesat.
Keterampilan sudah dikuasai, wawasan digital marketing sudah diarahkan, kini saatnya para perempuan tangguh ini beraksi!





