
Panen perdana lahan percontohan (demplot) pertanian organik dengan metode System of Rice Intensification (SRI) mencatat produktivitas setara 9,77 ton per hektare, menandai keberhasilan penerapan sistem pertanian sehat dan ramah lingkungan.
Panen perdana tersebut dilaksanakan pada Senin siang, 2 Februari 2026, di Blok Bojonghuni, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya.
Demplot yang dipanen merupakan bagian dari program Learning Management System–Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (LMS-PSRLB) yang diinisiasi oleh Gerakan Amaliyah Ciamis Cinta Organik Sejati (Gaccors) bekerja sama dengan Alika Center.
Lahan sawah yang dijadikan demplot seluas 150 bata atau sekitar 2.100 meter persegi, milik H. Andang F.
Pada lahan tersebut diterapkan sistem budidaya padi organik SRI dengan varietas mentik susu dan sistem tanam tunggal, yang menekankan pengelolaan tanaman secara efisien, sehat, dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil ubinan panen perdana, produktivitas padi pada demplot LMS-PSRLB Bojonghuni mencapai setara 9,77 ton per hektare.
Pencatatan hasil ubinan dilakukan langsung oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga data yang diperoleh memiliki validitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara statistik.
Sebagai perbandingan, hasil ubinan pada sawah terdekat yang dikelola dengan sistem budidaya konvensional hanya mencapai sekitar 7,04 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pertanian padi sawah secara organik dengan metode SRI mampu menghasilkan panen lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional.
Keberhasilan panen perdana ini juga mencerminkan keunggulan pertanian organik dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam sistem ini, petani menggunakan pupuk kompos dan MOL (mikroorganisme lokal) sebagai sumber nutrisi tanaman, sehingga dapat menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia.
Selain itu, hasil pertanian dinilai lebih sehat karena minim residu bahan kimia serta lebih ramah terhadap lingkungan.
Panen perdana demplot LMS-PSRLB tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan.
Diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis yang juga Direktur LMS-PSRLB, Dr. H. Andang Firman Triyadi, SSTP, MT; sesepuh Gaccors H. Udin Tanjungmulya;
Direktur Alika Center sekaligus pakar pertanian organik SRI, Ir. H. Alik Sutaryat; Staf Ahli Bupati Ciamis; pejabat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis;
Camat Sadananya Armina, SP, MP; perwakilan sekolah lapang LMS-PSRLB Cisadap; Kepala Desa Mekarjadi; serta perwakilan BPS.
Pegiat pertanian organik SRI dari Gaccors, Ir. H. Kuswara Suwarman, MSc, menilai capaian hasil panen tersebut merupakan langkah awal yang positif.
Menurutnya, produktivitas demplot LMS-PSRLB Bojonghuni masih berpotensi untuk ditingkatkan melalui penguatan manajemen budidaya dan optimalisasi penerapan prinsip Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan.
Ke depan, Gaccors berharap keberhasilan demplot ini dapat menjadi contoh nyata bagi petani di Ciamis dalam menerapkan pertanian padi sawah secara organik dan berkelanjutan.
Dengan semakin meluasnya demplot LMS-PSRLB, pertanian organik berbasis SRI diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kemandirian petani, serta mendorong terwujudnya sistem pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berdaya saing.





