
Tragedi kemanusiaan terjadi di Dusun Gunungbangka, RT 29 RW 10, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.
Seorang perempuan lanjut usia bernama Mak Ikah (73) meninggal dunia setelah rumahnya tertimbun material longsor yang berasal dari kolam warga di atas tebing, Selasa (3/2/2026) dini hari.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, saat hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah Ciamis sejak Senin (2/2/2026) sore hingga malam hari.
Curah hujan yang tinggi, ditambah hembusan angin kencang, menyebabkan kolam milik warga yang berada di atas tebing mengalami jebol dan memicu longsoran tanah bercampur air dan lumpur.
Material longsor mengalir deras ke bawah dan menghantam rumah Mak Ikah yang berada tepat di bawah lokasi kolam.
Derasnya terjangan lumpur bahkan menjebol dinding kamar tempat korban sedang berbaring.
Dalam kondisi sakit, korban tidak mampu menyelamatkan diri dan akhirnya tertimbun material longsor.
Sementara itu, lima orang lainnya yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan tersebut mengalami kerusakan parah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, ST, MSi, mengatakan bahwa korban berhasil dievakuasi oleh pihak keluarga bersama warga setempat pada malam kejadian.
Namun, nyawa korban tidak tertolong.
Jenazah Mak Ikah kemudian disemayamkan di masjid setempat sebelum dimakamkan di pemakaman umum desa pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga, warga, serta sejumlah pejabat daerah.
Hadir di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi, SSTP, MT, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani, ST, MSi, serta pejabat terkait lainnya.
Selain merenggut satu korban jiwa, longsoran akibat jebolnya kolam tersebut juga mengancam dua rumah warga lain di sekitar lokasi kejadian.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut.
BPBD Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir.
Warga yang tinggal di bawah tebing rawan longsor, terlebih di lokasi yang memiliki kolam atau tampungan air di bagian atas, diminta untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan potensi bahaya kepada aparat desa atau petugas terkait.
Selain risiko longsor, hujan deras yang kerap disertai angin kencang juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan guna meminimalkan risiko bencana dan memastikan keselamatan masyarakat.





