BALI,- Kejuaraan dunia selancar atau World Surf League (WSL) Champions Tour 2019 di Bali memiliki dampak positif bagi promosi wisata di Bali dan Tanah Air. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong supaya tingkat kunjungan ke Bali meningkat.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indroyono Soesilo.
Dia menyebutkan, jutaan pasang mata akan melihat seperti apa keindahan pantai serta ombak yang bagus di Gianyar, Bali.

“Tahun lalu 5 juta orang melihat kejuaraan ini live streaming dari berbagai dunia. Dan tahun ini diperkirakan akan lebih. Lantaran perhari ini saja sudah satu juta orang yang lihat,” ujar Indroyono pada siaran pers yang diterima media, Senin (14/05/2019).

Indroyono menilai, event berskala internasional itu mampu mengangkat citra Bali sebagai daerah tujuan wisata.

Karenanya, ajang ini merupakan promosi Kemenpar untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) penggemar olahraga selancar yang kebanyakan dari Negara Australia.

“Para surfer itu spending-nya 80 dolar AS perhari dengan lama tinggalnya minimal satu minggu. Mereka datang bersama keluarga, tim, bahkan fans,” ujarnya.

“Market-nya sudah jelas, mereka sudah ke Bali. Sekarang tinggal diperkenalkan beberapa spot baru itu ke negaranya,” jelas Indroyono.

Sementara itu, perwakilan WSL Indonesia, Tipi Jabrik berharap, seluruh komponen bisa tetap menjaga kelestarian pantai agar kondisi ombak bisa tetap baik untuk mendukung pelaksanaan kejuaraan selancar.

WSL Champions Tour sebagai sarana promosi wisata Bali sendiri sudah dilaksananakan empat kali di Indonesia. Sebelumnya pada tahun 2008, 2013, serta 2018. Untuk tahun ini, kejuaraan digelar mulai 13 sampai 25 Mei 2019. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here