
Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Jawa Barat lewat komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berhasil meraih peringkat ketiga terbaik dalam ajang Apresiasi Program Inflasi Unggulan Juara Lahir Batin (PINUJUL).
Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi program inflasi unggulan Ciamis yang diterapkan oleh pemerintah daerah berjalan sangat efektif dan diakui secara luas.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat kepada Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M.
Prosesi penyerahan apresiasi ini berlangsung khidmat dalam sebuah acara resmi yang digelar di Bandung. Seusai menerima penghargaan, Bupati Herdiat segera menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini.
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil nyata dari implementasi program inflasi unggulan Ciamis yang digerakkan oleh seluruh elemen masyarakat.
Menurut Herdiat, keberhasilan dalam menekan laju inflasi ini terjadi karena jajaran pemerintah daerah sejak awal telah melakukan analisis yang mendalam.
Langkah taktis dalam program inflasi unggulan Ciamis ini dibentuk karena pemerintah menyadari betul potensi besar yang dimiliki oleh wilayahnya pada sektor agraria.
Sektor pertanian di Ciamis terbukti menjadi benteng ekonomi yang sangat tangguh dan tidak begitu terpengaruh oleh dampak buruk resesi global.
Strategi Pertanian Menghadapi Resesi Global
Lebih lanjut, Herdiat memaparkan bahwa mayoritas penduduk di Kabupaten Ciamis mata pencariannya adalah sebagai petani.
Karakteristik demografis inilah yang kemudian dioptimalkan secara cerdas dalam menyusun skema program inflasi unggulan Ciamis guna menjaga stabilitas pasar.
Melalui kebijakan yang terintegrasi, pemda meluncurkan berbagai stimulus untuk memperkuat ekosistem pertanian dari hulu hingga ke hilir.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya nyata untuk melindungi daya beli masyarakat dari guncangan ekonomi dunia.
Pemerintah daerah secara konsisten memberikan pendampingan, bantuan bibit unggul, serta memastikan ketersediaan pupuk bagi para petani lokal.
Upaya penguatan sektor hulu melalui program inflasi unggulan Ciamis ini dinilai menjadi kunci utama mengapa pasokan pangan di Ciamis tetap melimpah.
Di sisi lain, kelancaran distribusi hasil panen ke pasar-pasar lokal juga terus dipantau secara ketat oleh tim pengendali ekonomi.
Oleh karena itu, lonjakan harga komoditas pokok yang sering memicu inflasi tinggi dapat diantisipasi sejak dini.
Keberhasilan eksekusi program inflasi unggulan Ciamis ini juga tidak lepas dari inovasi program pekarangan pangan lestari yang masif.
Masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah mereka demi memenuhi kebutuhan pangan mandiri secara mandiri.
Selain mampu menghemat pengeluaran rumah tangga, gerakan ini secara otomatis memperkuat program inflasi unggulan Ciamis dalam menekan ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.
Sementara itu, sinergi antarlembaga di tatar galuh juga berjalan sangat harmonis.
Optimalisasi Peran TPID dan Intervensi Pasar
Selain fokus pada sektor produksi pertanian, kunci sukses pengendalian ekonomi ini terletak pada keaktifan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kehadiran TPID menjadi instrumen krusial yang melengkapi program inflasi unggulan Ciamis melalui inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional.
Jika ditemukan indikasi lonjakan harga akibat kelangkaan barang, tim lapangan segera menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan.
Langkah cepat ini dinilai sangat efektif dalam meredam kepanikan konsumen sekaligus menjaga psikologis pasar tetap stabil.
Pemerintah Kabupaten Ciamis juga menjalin kerja sama antardaerah (KAD) dengan wilayah tetangga untuk menyuplai komoditas yang tidak diproduksi secara lokal.
Penguatan jalur logistik logis ini terintegrasi langsung dalam peta jalan program inflasi unggulan Ciamis agar terhindar dari permainan spekulasi para tengkulak nakal.
Kebijakan subsidi ongkos angkut barang dari APBD juga diaktifkan saat harga energi atau bahan bakar mengalami kenaikan signifikan. Dampak positif dari berbagai intervensi ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM.
Ajang PINUJUL Jawa Barat sendiri merupakan instrumen evaluasi ketat yang dilakukan oleh Pemprov Jabar bersama Bank Indonesia.
Penilaian didasarkan pada inovasi daerah, efektivitas program, serta hasil nyata di lapangan dalam menjaga stabilitas harga.
Lewat program inflasi unggulan Ciamis, tatar galuh dinilai mampu menunjukkan performa ekonomi yang konsisten dan memiliki peta jalan yang terukur.
Keberhasilan menempati posisi tiga besar ini sekaligus menempatkan Ciamis sebagai salah satu daerah percontohan nasional.
Menutup keterangannya, Bupati Herdiat kembali menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani Ciamis yang menjadi pahlawan ekonomi sesungguhnya.
Ia berharap penghargaan PINUJUL ini tidak membuat seluruh jajaran pemerintah daerah cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian ini harus menjadi motivasi tambahan untuk terus melahirkan inovasi baru demi kesejahteraan warga.
Melalui kerja sama yang solid, keberlanjutan program inflasi unggulan Ciamis diharapkan dapat terus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap positif di masa depan.





