
Sebuah terobosan besar dalam pengelolaan zakat Baznas Ciamis sukses mencuri perhatian nasional saat ini.
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ciamis tercatat sebagai satu-satunya instansi yang menempatkan petugas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa.
Langkah berani ini diambil demi memaksimalkan pengelolaan zakat Baznas Ciamis agar menyentuh seluruh lapisan masyarakat bawah secara merata.
Melalui struktur yang terorganisasi dengan baik, program kemanusiaan di wilayah ini dapat berjalan secara masif, transparan, dan akuntabel.
Keberadaan para petugas lapangan ini terbukti menjadi tulang punggung utama pengumpulan dana umat secara masif setiap bulan.
“Alhamdulillah, kerja Baznas didukung petugas UPZ sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Drs. K.H. Lili Miftah.
“Tiap desa dan kelurahan ada 3 orang petugas UPZ. Di Ciamis ada 258 desa dan 7 kelurahan,” lanjutnya ramah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung terkait keberhasilan pengelolaan zakat Baznas Ciamis usai menghadiri kegiatan Guyub Muharram di Pendopo.
Acara yang berlangsung meriah ini digelar di Pendopo Ciamis pada Senin, 29 Juni 2026 kemarin dengan khidmat.
Ringkasan Berita
Strategi Unik Pengelolaan Zakat Baznas Ciamis
Menurut K.H. Lili, sistem kedinasan terpadu ini menjadikan mereka sebagai lembaga pelopor filantropi Islam paling progresif di tanah air.
Keberadaan tiga orang petugas UPZ di setiap desa dan kelurahan bertugas mengetuk pintu hati warga setiap hari.
Gerakan ini mempermudah sistem pengelolaan zakat Baznas Ciamis melalui media kencleng yang disebar ke setiap rumah warga secara sukarela.
Selain bergerak di area pemukiman, mereka juga melebarkan sayap ke sektor pemerintahan dan korporasi secara terstruktur dan legal.
Petugas UPZ dibentuk di setiap unit kerja kantor dinas lingkup SKPD, lembaga vertikal, hingga BUMN dan BUMD.
Langkah ini memperkuat jaringan pengelolaan zakat Baznas Ciamis dalam menghimpun zakat profesi dari para pegawai secara rutin.
“Total ada sekitar 1.000 orang lebih petugas UPZ di lingkup Baznas Ciamis,” jelas K.H. Lili merinci kekuatan personilnya.
Kekuatan besar dalam pengelolaan zakat Baznas Ciamis ini akhirnya berhasil melahirkan inovasi berupa Kampung Zakat yang produktif.
Sampai pertengahan tahun 2026, tercatat sudah ada 10 Kampung Zakat yang tersebar di wilayah Ciamis dan berkembang pesat.
Pihak Baznas menargetkan agar model pengelolaan zakat Baznas Ciamis di tingkat kecamatan memiliki minimal satu Kampung Zakat percontohan.
Lompatan Target dan Realisasi Miliaran Rupiah
Efektivitas kerja para petugas di lapangan tercermin nyata dari angka kelolaan dana umat yang masuk ke rekening lembaga.
Sepanjang tahun 2025 lalu, sistem pengelolaan zakat Baznas Ciamis berhasil menghimpun total dana ZIS sebesar Rp27 miliar rupiah.
Sumber dana terbesar dari pencapaian tersebut berasal dari zakat profesi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS daerah.
Melihat potensi yang masih sangat terbuka luas, target baru yang lebih tinggi dipasang untuk tahun anggaran berjalan ini.
Pihak manajemen menetapkan target perolehan sebesar Rp30,6 kini demi memperluas manfaat pengelolaan zakat Baznas Ciamis bagi kaum duafa.
Manajemen sangat optimistis bahwa kepatuhan zakat masyarakat dan kesadaran berbagi akan terus meningkat secara signifikan ke depan.
“Alhamdulillah sampai bulan Juni pertengahan tahun 2026 ini sudah terealisasi sebesar Rp17 milyar,” ungkap K.H. Lili dengan optimis.
“Kami optimis sampai akhir tahun target Rp30,6 milyar bisa tercapai melihat tren positif pergerakan lapangan ini,” tambahnya.
Seluruh dana yang berhasil dihimpun kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang strategis.
Beberapa program unggulan yang berjalan aktif di antaranya adalah Ciamis Sejahtera, Ciamis Cerdas, dan Ciamis Sehat.
Dampak Nyata untuk Ribuan Anak Yatim
Implementasi nyata dari program pengelolaan zakat Baznas Ciamis yang akuntabel ini langsung dirasakan oleh warga yang membutuhkan bantuan.
Salah satunya terlihat pada agenda syiar menyambut bulan suci Muharram di Pendopo Ciamis melalui santunan massal anak yatim.
Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Baznas membagikan santunan besar-besaran untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu di daerah.
Sebanyak 2.650 anak yatim dari seluruh pelosok Ciamis hadir menerima bantuan tunai serta paket logistik tersebut dengan gembira.
Pihak panitia mengatur jalannya acara dengan mendatangkan 10 orang anak yatim perwakilan dari setiap desa dan kelurahan.
Langkah taktis ini dilakukan agar penyaluran bantuan dapat merata secara adil dan tepat sasaran tanpa penumpukan massa.
“Rencananya kegiatan ini akan dirutin tiap tahun, tiap bulan Muharram,” imbuh K.H. Lili terkait keberlanjutan program sosial tersebut.
“Mudah-mudahan ke depan jumlah penerimanya bisa lebih banyak seiring bertambahnya perolehan dana ZIS,” harapnya penuh doa.
Bantuan untuk ribuan anak yatim tersebut diserahkan secara simbolis oleh mantan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M.
Kehadiran tokoh masyarakat ini sekaligus menegaskan dukungan penuh dari pihak regulasi dan pemerintah daerah terhadap gerakan zakat.
Jadi Kiblat Studi Tiru Nasional
Berkat tata kelola yang profesional, reputasi lembaga filantropi Islam asal Tatar Galuh ini terus meroket di kancah nasional.
Banyak perwakilan daerah datang langsung untuk mempelajari sistem kencleng desa dan zakat profesi ASN yang terbukti sukses besar.
Mereka berharap bisa menduplikasi sistem manajemen ini untuk diterapkan di daerah asal mereka masing-masing demi kemaslahatan umat.
“Terakhir seminggu lalu kami menerima kunjungan silaturahmi dari Baznas Kota Subulussalam Aceh,” pungkas K.H. Lili ramah.
“Pak Walikotanya langsung memimpin rombongan studi tiru tersebut ke kantor kami,” tutupnya mengakhiri sesi wawancara.
Keberhasilan luar biasa ini membuktikan bahwa transparansi dan struktur kepengurusan hingga tingkat desa menjadi kunci utama kesuksesan finansial.
Pola integrasi yang kuat antara ulama, umara, dan masyarakat lokal terbukti ampuh meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat Baznas Ciamis.





