
Kabupaten Ciamis menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi dalam hal pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Daerah berjuluk Kota Galuh ini resmi menerima penganugerahan SDGs Award Jawa Barat tahun 2022 dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat.
Prosesi penyerahan apresiasi bergengsi tersebut berlangsung khidmat di Kota Bandung pada Selasa (20/12/2022).
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan secara konsisten.
Selain Ciamis, terdapat tiga kabupaten dan dua kota lain di wilayah Jawa Barat yang juga menerima penghargaan serupa pada momen tersebut.
Penilaian ketat telah dilakukan oleh tim kurator independen selama beberapa bulan terakhir sebelum menentukan pemenang final.
Apresiasi tinggi ini secara khusus diberikan kepada Bappeda kabupaten maupun kota yang dinilai paling disiplin dan akurat dalam tata kelola birokrasi.
Mereka secara konsisten menyampaikan pelaporan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) pada semester 2 tahun 2022 secara transparan.
Ciamis dinilai unggul karena mampu menyelaraskan target pertumbuhan ekonomi daerah dengan kelestarian ekologi lokal.
Ringkasan Berita
Inovasi Unggulan Pemkab Ciamis dalam Penganugerahan SDGs Award Jawa Barat
Dalam ajang akbar Indonesia SDGs Action Awards 2022 tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak datang dengan tangan kosong untuk berkompetisi.
Mereka mengajukan sebuah program inovasi lingkungan yang sangat unik dan dinilai visioner, yaitu “Selingkuh Mas Maggot”.
Program revolusioner ini lahir dari inisiasi cerdas Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis.
Secara teknis, inovasi ini berfokus pada tata kelola sampah organik rumah tangga berbasis budidaya lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).
Pola reduksi sampah ini terbukti berhasil memangkas volume limbah secara signifikan sebelum masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Keberhasilan program “Selingkuh Mas Maggot” inilah yang menjadi dongkrak utama nilai akumulatif Ciamis di mata dewan juri.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat merilis daftar lengkap daerah yang berhak membawa pulang penghargaan prestisius tersebut pada akhir tahun ini.
Untuk kategori kabupaten terbaik, penganugerahan diberikan kepada Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Indramayu.
Sementara itu, untuk kategori kota terbaik di wilayah Jawa Barat berhasil diraih oleh Kota Bogor dan Kota Bandung.
Dampak Nyata Inovasi Maggot bagi Ekonomi Warga Ciamis
Program ini tidak hanya menyelesaikan masalah penumpukan sampah yang menjadi momok di berbagai perkotaan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru.
Hasil panen maggot dari program DPRKPLH ini dimanfaatkan kembali oleh warga sekitar sebagai pakan alternatif untuk sektor perikanan dan peternakan.
Dengan demikian, biaya operasional para peternak lokal dapat ditekan secara drastis sekaligus meningkatkan kualitas hasil ternak mereka.
Implementasi program yang menyentuh aspek lingkungan sekaligus kesejahteraan sosial ini menjadi poin krusial dalam penilaian penganugerahan tingkat provinsi.
Juri melihat adanya sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah daerah dengan partisipasi aktif masyarakat di tingkat akar rumput.
Pola kolaborasi transformatif inilah yang membuat Kabupaten Ciamis dianggap layak menjadi percontohan nasional dalam hal tata kelola lingkungan hidup.
Komitmen Keberlanjutan Lingkungan di Jawa Barat
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menyerahkan langsung trofi dan piagam penghargaan kepada masing-masing kepala daerah yang hadir.
Dalam sambutannya, Sumasna menyampaikan bahwa pemberian penganugerahan SDGs Award Jawa Barat ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari pemerintah provinsi.
Pihaknya ingin memastikan setiap daerah bergerak serentak menjaga bumi demi investasi generasi masa depan.
“Apresiasi ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi yang kuat bagi seluruh kepala daerah di Jawa Barat agar terus berinovasi. Kami berharap ke depan akan lebih banyak lagi kabupaten dan kota yang dapat berkontribusi besar,” ujar Sumasna di hadapan para undangan.
Ia menambahkan, pelaporan yang rutin merupakan indikator utama dari akuntabilitas sebuah tata kelola pemerintahan yang sehat.
Lebih lanjut, Sumasna juga menegaskan sebuah kebijakan baru yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran birokrasi di wilayah Jabar tanpa terkecuali.
Ke depan, semua perencanaan pembangunan daerah wajib didasarkan pada pemenuhan target pembangunan berkelanjutan global.
Hal ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menekan dampak buruk perubahan iklim.
Dengan adanya penganugerahan SDGs Award Jawa Barat ini, Kabupaten Ciamis diharapkan mampu mempertahankan konsistensi program “Selingkuh Mas Maggot”.
Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi dinas-dinas lain di lingkungan pemerintahan untuk melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Penataan ruang dan lingkungan yang bersih kini resmi menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi oleh Pemkab Ciamis.





