Peneliti Temukan Cara Deteksi Penyakit Lewat Teknologi VR

0
93
Cara Deteksi Penyakit Lewat Teknologi VR
Foto : Ilustrasi Penggunaan Teknologi VR di Bidang Kesehatan (MedX.co.id)

SAINS,- Teknologi VR. Baru-baru ini, peneliti menemukan cara untuk memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) di bidang kesehatan. Penemuan ini dibuat oleh para peneliti dari Carnegie Mellon University dan Virginia Meson.

Para ilmuwan ini menggabungkan teknologi VR dan Mikroskop untuk mendeteksi sel penyakit secara lebih mendalam.

Dilansir dari Engadget, data sel yang semestinya terlalu rumit untuk ditangani, sekarang ini telah bisa dieksplorasi menggunakan gabungan teknologi Realitas Virtual dengan Mikroskop ekspansi.

Sebelumnya, sel-sel dicitrakan terlebih dahulu, dilabeli, dan dikompilasi menjadi data melalui teknik kustomasi dengan mengubah bentuk 2D menjadi foto 3D. Hasilnya, pendekatan semacam ini bisa memberi kontribusi sangat penting bagi kedokteran.

Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan tingkat pemahaman yang lebih besar mengenai penyakit sehingga dapat mengarahkan pada penanganan serta perawatan yang lebih efektif.

Mulanya, peneliti menyadari bahwa Mikroskop 3D memiliki kemampuan lebih baik dalam mengakses data yang tidak bisa dipelajari menggunakan gambar 2D.

Oleh karena itu, gabungan teknologi VR dan Mikroskop ekspansi pun digunakan untuk memperlebar gambar hingga 100 kali lipat sehingga memudahkan mereka mempelajari data yang sangat kompleks.

ExMicroVR

Alat yang menggabungkan teknologi VR dengan Mikroskop 3D tersebut diberina ExMicroVR. Teknologi ini bisa menjadi alat penting di dunia medis karena dapat membuat peneliti memahami penyakit dengan lebih baik.

Dengan demikian, alat ini memungkinkan kedokteran untuk menciptakan cara penyembuhan yang lebih efektif. Para peneliti juga dapat bekerja sama karena melalui ExMicroVR sebanyak enam peneliti dapat mengakses data yang sama secara bersamaan.

Terpenting, Carnegie Mellon University dan Virginia Messon ingin supaya teknologi ini nantinya menjadi alat yang terjangkau dan dapat digunakan oleh dunia kedokteran di negara-negara berkembang.

Jadi, para peneliti di seluruh dunia tidak perlu mengeluarkan biaya mahal atau waktu yang sangat lama untuk memajukan teknologi medis di negara mereka.

Teknologi VR juga Bermanfaat bagi Kepolisian

Sebelum penemuan teknologi VR di bidang kesehatan, Facebook juga sudah mengembangkan teknologi ini untuk simulasi yang menggantikan fungsi manusia.

Dilansir pada konferensi pengembang F8 di San Francisco, Amerika Serikat, Facebook mengklaim bahwa teknologi Virtual Reality mampu menggantikan fungsi manusia.

Bahkan, mereka sampai menyimulasikan pakaian yang dikenakan oleh pengguna yang berfungsi merespon secara virtual saat pengguna tengah beraktivitas menggunakan VR.

Perangkat VR juga sudah digunakan oleh Kepolisian New York sebagai alat untuk latihan rutin mereka. Teknologi ini dipakai untuk melatih polisi terkait cara menangani penembak aktif.

Penggunaan teknologi VR untuk latihan ini mendapat respon positif, karena alat tersebut mampu membuat simulasi seperti kenyataan sehingga polisi dapat mengeksplor kemampuannya lebih banyak. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here